JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Kulit adalah organ terbesar dan paling terlihat pada tubuh manusia.
Kulit berfungsi melindungi tubuh dari berbagai ancaman luar seperti kuman, bahan kimia, hingga perubahan cuaca.
Namun, kulit juga sangat rentan terhadap gangguan, salah satunya adalah eksim, penyakit kulit yang sering kali dianggap ringan, padahal dapat mengganggu aktivitas sehari-hari bagi penderita.
Eksim, atau dalam istilah medis disebut dermatitis, merupakan kondisi peradangan kulit yang menyebabkan rasa gatal, kemerahan, dan terkadang muncul luka atau lepuhan kecil.
Bentuk eksim yang paling umum dikenal adalah dermatitis atopik, yang sering muncul sejak masa anak-anak dan dapat berlanjut hingga dewasa.
Penyakit ini bersifat kronis, artinya bisa kambuh berulang kali meskipun sempat sembuh. Rasa gatal yang ditimbulkan tidak hanya membuat tidak nyaman, tetapi juga dapat mengganggu tidur, konsentrasi, bahkan kepercayaan diri seseorang.
Baca Juga: Desa Kemantren, Kecamatan Gedeg Latih Kader Pangan Lestari, Tingkatkan Hasil Panen Sayuran
Penyebab pasti eksim belum sepenuhnya diketahui, namun para ahli menyebutkan bahwa kondisi ini dipengaruhi oleh kombinasi faktor genetik, lingkungan, dan sistem kekebalan tubuh.
Beberapa faktor yang dapat memicu kambuhnya eksim antara lain:
- Kulit kering dan sensitif
Kulit yang terlalu kering mudah mengalami iritasi dan peradangan.
- Alergi terhadap zat tertentu
Seperti sabun, detergen, parfum, atau bahan kimia dalam produk perawatan kulit.
- Perubahan cuaca ekstrem
Cuaca yang terlalu panas, lembap, atau dingin dapat memperburuk gejala.
- Stres dan kelelahan
Tekanan emosional dapat memicu reaksi imun tubuh yang memperburuk kondisi kulit.
- Makanan tertentu
Pada beberapa orang, makanan seperti telur, susu, atau seafood dapat memicu kambuhnya eksim.
Eksim biasanya ditandai dengan gejala yang bervariasi tergantung tingkat keparahannya. Gejala umum yang sering muncul antara lain:
- Kulit terasa gatal, terutama di malam hari
- Kemerahan atau munculnya ruam pada area tertentu (biasanya tangan, leher, siku, lutut, atau wajah)
- Kulit kering, bersisik, dan pecah-pecah
- Lepuhan kecil yang berisi cairan dan dapat pecah bila digaruk
- Penebalan kulit akibat garukan berulang dalam jangka waktu lama
Jika tidak ditangani dengan benar, area yang terkena eksim bisa mengalami infeksi akibat luka terbuka yang terpapar bakteri.
Baca Juga: Tutup Got Empunala Makan Korban
Bagi sebagian orang, eksim tampak seperti masalah kulit ringan. Namun bagi penderita, penyakit ini bisa menjadi sumber penderitaan yang nyata.
Rasa gatal yang terus-menerus membuat sulit tidur dan menurunkan fokus dalam beraktivitas.
Secara psikologis, penderita eksim juga dapat merasa malu atau minder karena tampilan kulit yang merah, bersisik, atau bahkan luka.
Beberapa orang menghindari aktivitas sosial karena takut diperhatikan atau disalahpahami bahwa penyakitnya menular, padahal eksim bukan penyakit menular.
Meskipun eksim belum bisa disembuhkan sepenuhnya, kondisi ini dapat dikendalikan dan diminimalkan dengan perawatan yang tepat. Berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan:
- Menggunakan pelembap secara rutin
Pelembap membantu menjaga kelembapan kulit agar tidak kering dan iritasi. Pilih produk tanpa pewangi dan bahan kimia keras.
- Menghindari pemicu kambuh
Catat dan kenali hal-hal yang membuat eksim kambuh, seperti makanan, sabun tertentu, atau cuaca dingin.
- Menggunakan sabun lembut atau khusus kulit sensitif
Hindari sabun antibakteri yang keras karena dapat menghilangkan minyak alami kulit.
- Kompres air dingin saat gatal muncul
Cara ini bisa meredakan rasa gatal tanpa harus menggaruk kulit.
- Menggunakan obat sesuai anjuran dokter
Dokter kulit biasanya akan meresepkan salep kortikosteroid atau obat antihistamin untuk mengurangi peradangan dan gatal.
Eksim memang bukan penyakit yang mematikan, tetapi efeknya terhadap kenyamanan dan kepercayaan diri tidak bisa dianggap enteng.
Baca Juga: Innova Masuk Jurang, Dua Orang Tewas
Penyakit ini membutuhkan perhatian khusus, kesabaran, serta pola hidup yang sehat agar tidak mudah kambuh.
Dengan mengenali penyebab, gejala, dan cara mengatasinya, penderita dapat menjalani kehidupan dengan lebih nyaman dan percaya diri.
Ingat, kulit yang sehat bukan hanya tentang penampilan, tetapi juga cerminan dari bagaimana kita merawat tubuh dan pikiran dengan baik.
NIYA
Editor : Imron Arlado