Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Aceh Gelap Berhari-hari, PLN Disorot: Ribuan Usaha Merugi, Warga Menanti Kepastian

Imron Arlado • Senin, 6 Oktober 2025 | 01:43 WIB
Aceh kembali menjadi pusat perhatian nasional setelah mengalami pemadaman listrik selama tiga hari berturut-turut sejak 29 September 2025.
Aceh kembali menjadi pusat perhatian nasional setelah mengalami pemadaman listrik selama tiga hari berturut-turut sejak 29 September 2025.

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Aceh kembali menjadi pusat perhatian nasional ssetelah mengalami pemadaman listrik selama tiga hari berturut-turut sejak 29 September 2025.

Gangguan besar pada listrik ini mengakibatkan ribuan warga harus hidup dalam kegelapan, denngan berbagai kegiatan masyarakat terhenti total.

Banyak penduduk yang mengeluhkan dampak yang sangat serius, mulai dari aktivitas rumah tangga, pendidikan, hingga usaha kecil menengah yang terpaksa tutup karena tidak adanya pasokan listrik.

Wardani, seorang warga di Banda Aceh, menyatakan bahwa aliran listrik di kediamannya mati sejak senin malam dan tidak stabil saat sesekjali menyala.

Ia menyampaikan rasa khawatirnya karena seringkali harus menggunakan lilin di malam hari, sehingga dirasa sangat mengganggu kegiatan keluarganya.

 

 

Situasi yang sama juga dialami oleh ratusan pelaku UMKM, termasuk juga prmilik kedai roastery kopi Sajidin, yang mengaku mengalami kerugian hingga Rp15 juta diakibatkan oleh produksi yang terhenti dan kerusakan bahan baku karena pemadaman yang berlangsung lama.

Dalam sektoe peternakan, kerugian yang dialami oleh Muhammad Hatta di Aceh Barat Daya bahkan lebih besar, dikarenakan kehilangan 18 ribu ekor ayam broiler dengan total kerugian diperkirakan mencapai Rp800 jutta akibat pemadaman yang berkepanjangan.

PLN Unit Industri Aceh menjelaskan bahwa gangguan ini terjadi diakibatkan berkurangnya pasokan listrik karena masalah di PLTU Nagan Raya dan PLTMG Arun.

Kekurangan sekitar 250 MW menyebabkan PLN harus melakukan manajemen beban atau pemadaman bergilir hampir di seluruh daerah provinsi, termasuk Banda Aceh, Aceh Besar, Bireuen, Aceh Selatan, hingga Pidie Jaya. 

Meskipun demikian, PLN menegaskan bahwa mereka telah menerjunkan lebih darii 800 personel gabungan untuk mempercepat pemulihan sistem kelistrikan hingga seluruh pasokan listrik berhasil dipulihkan sepenuhnya pada 02 Oktober 2025 pada pukul 00.07 WIB.

General Manager PLN UID Aceh, Mundhakir, meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan oleh masyarakat.

Ia menyatakan bahwa PLN berkomitmen untuk melakukan evaluasi menyeluruh guna meningkatkan keandalan sistem kelistrikan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

PLN juga mengimbau kepada masyarakat untuk melaporkan jika ada masalah setelah pemulihan melalui aplikasi PLN Mobile.

 

 

Namun, kekecewaan masyarakat tetap terasa sangat kuat. Banyak organisasi masyarakat sipil yang mendesak PLN untuk segera memberikan kompensasi dan menjelaskan secara transpparan mengenai penyebab gangguan yang berlangsung lama trersebut.

Sejumlah pelaku usaha berpendapat bahwa pemulihan sistem harus diiringi dengan langkah-langkah pencegahan yang konkret, karena ketergantungan masyarakat dan dunia usaha pada listrik semakin meningkat di era digital saat ini.

Dengan pemuliha listrik, harapan baru mulai tumbuh di Aceh. Namun, pemadaman ini memberikan pelajaran penting tentang pentingnya sistem kelistrikan yang handal dan perlunya komunikasi yang lebih baik dari PLN kepada masyarakat yang terkena dampak. Dzafir Kirana Adelia/FADYA

Editor : Imron Arlado
#beberapa hari #aceh #mengalami #pemadaman aliran listrik