Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Menyambut Musim Semi dengan Warna Festival Unik dari India

Imron Arlado • Senin, 6 Oktober 2025 | 01:45 WIB
India dikenal sebagai negeri penuh warna baik dalam budaya, tradisi, maupun perayaan rakyatnya. Sumber Foto: Google
India dikenal sebagai negeri penuh warna baik dalam budaya, tradisi, maupun perayaan rakyatnya. Sumber Foto: Google

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - India dikenal sebagai negeri penuh warna baik dalam budaya, tradisi, maupun perayaan rakyatnya. Dari sekian banyak festival yang dirayakan setiap tahun, Holi menempati tempat istimewa di hati masyarakat India dan dunia.

Dikenal sebagai Festival Warna, Holi bukan hanya perayaan yang memukau secara visual, tetapi juga sarat akan makna spiritual, sosial, dan kultural.

Holi berasal dari legenda Hindu kuno yang melambangkan kemenangan kebaikan atas kejahatan. Cerita paling terkenal yang menjadi dasar perayaan ini adalah kisah Prahlada dan Holika.

Prahlada, seorang pemuda yang taat kepada Dewa Wisnu, menentang ayahnya Raja Hiranyakashipu yang sombong dan ingin disembah layaknya dewa.

Sang raja kemudian memerintahkan adiknya, Holika, untuk membakar Prahlada hidup-hidup. Namun, berkat perlindungan Dewa Wisnu, Prahlada selamat sementara Holika justru terbakar oleh apinya sendiri.

Kisah ini menjadi simbol kemenangan iman, kebenaran, dan kesetiaan terhadap kebaikan. Oleh sebab itulah, malam sebelum Holi biasanya diadakan upacara Holika Dahan.

 

Baca Juga: Pemadaman selama 3 Jam akan Akan Menyasar Wilayah Sooko Mojokerto, Simak Lokasinya

 

Upacara Holika Dahan yaitu pembakaran api unggun yang melambangkan lenyapnya keburukan dan awal kehidupan baru yang lebih baik. Selain nilai spiritual, Holi juga memiliki makna musim semi datangnya kehidupan baru setelah musim dingin.

Warna-warni bubuk yang dilemparkan ke udara melambangkan kegembiraan, cinta, dan keberagaman.

Holi biasanya dirayakan selama dua hari di bulan Maret, ketika musim semi tiba di India. Hari pertama disebut Holika Dahan, di mana masyarakat menyalakan api unggun besar, berdoa, dan berkumpul bersama keluarga.

Hari kedua dikenal sebagai Rangwali Holi atau Festival Warna, di mana seluruh kota berubah menjadi lautan warna.

Orang-orang dari segala usia saling melempar gulal (bubuk warna alami), menyiram air berwarna, dan menari diiringi musik tradisional. Tidak ada perbedaan antara kaya dan miskin, tua atau muda, semua bersatu dalam tawa dan sukacita.

Ucapan “Bura na mano, Holi hai!” yang berarti “Jangan marah, ini Holi!” menjadi ungkapan khas yang menggambarkan semangat kebersamaan tanpa batas.

Selain itu, masyarakat juga menikmati makanan khas Holi seperti gujiya yakni kue manis berisi kacang dan kelapa, thandai minuman dingin dengan rempah-rempah dan susu, serta berbagai hidangan tradisional lainnya.

Seiring berkembangnya zaman, Holi tak lagi terbatas di India saja. Festival ini kini telah mendunia, dirayakan di banyak negara seperti Nepal, Amerika Serikat, Inggris, dan bahkan Indonesia.

 

Baca Juga: Fresh Graduate? Cek Syarat dan Cara Daftar Program Magang Kemnaker 2025

 

Di berbagai kota besar dunia, Holi menjadi ajang budaya yang mempromosikan toleransi, kebersamaan, dan persahabatan lintas budaya.

Namun, di India sendiri, pemerintah dan masyarakat mulai mendorong penggunaan bubuk warna alami dari bunga dan bahan herbal agar lebih ramah lingkungan.

Langkah ini menjadi bentuk adaptasi Holi terhadap kesadaran modern tanpa kehilangan makna aslinya.

Di balik keceriaan dan warna-warni yang menyelimuti udara, Holi menyampaikan pesan mendalam:

  1. Kebaikan selalu menang atas kejahatan.
  2. Setiap orang, tanpa memandang latar belakang, berhak untuk bahagia.
  3. Warna kehidupan berasal dari cinta, tawa, serta rasa saling menghormati.

Holi juga menjadi momen refleksi bagi masyarakat India untuk melepaskan dendam, memperbaiki hubungan, dan memulai babak baru dengan hati yang bersih.

Holi bukan sekadar festival warna, tetapi juga simbol kehidupan, kebersamaan, dan cinta universal.

Ketika ribuan wajah tersenyum di bawah hujan warna-warni, dunia seolah diingatkan bahwa keindahan sejati terletak pada keberagaman dan kebahagiaan yang dibagikan bersama.

Menyambut musim semi dengan Holi berarti menyambut kehidupan baru dengan semangat positif dan penuh warna, persis seperti pesan abadi yang diwariskan oleh budaya India selama berabad-abad. NIYA/Linda

Editor : Imron Arlado
#gujiya #Festival Unik India #Upacara Holika Dahan #india #Menyambut Musim Semi #ajang budaya #festival holi #thandai #warna warni #festival warna #Rangwali Holi