Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Zulhas Menggaransi Udang yang Terpapar Zat Radioaktif Cs-137 Aman Dikonsumsi, Begini Alasannya

Imron Arlado • Jumat, 3 Oktober 2025 | 01:24 WIB
Kasus ekspor udang dari Indonesia ke Amerika Serikat dicurigai terpapar radioaktif Cs-137, menjadi perhatian publik di akhir September 2025.
Kasus ekspor udang dari Indonesia ke Amerika Serikat dicurigai terpapar radioaktif Cs-137, menjadi perhatian publik di akhir September 2025.

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Kasus ekspor udang dari Indonesia ke Amerika Serikat yang dicurigai terpapar dengan radioaktif Cesium-137, menjadi perhatian publik di akhir bulan September 2025.

Pemeriksaan yang dilakukan oleh Food and Drug Administration AS menemukan adanya Cs-137 dalam beberapa kontainer udang beku asal Indonesia, sehingga produk tersebut dilarang  untuk sementara waktu.

Cs-137 adalah isotop radioaktif yang dihasilkan dari proses fisi nuklir, yang dapat bersumber dari industri peleburan logam di Kawasan Industri Modern Cikande, Serang, Banten, tempat terjadinya polusi.

Cesium-137 atau Cs-137 adalah zat radioaktif yang memiliki kemampuan memancarkan radiasi baik gamma maupun beta, serta memiliki waktu paruh sekitar tiga dekade.

 

 

Zat ini dapat mencemari lingkungan, terutama tercemar melalui elemen air dan udara, dan jika seseorang terpapar dalam dosis yang tinggi, bisa berpotensi membahayakan kesehatan, termasuk risiko kerusakan sel dan kanker.

Namun, jika paparan Cs-137 berada pada kadar rendah yang memenuhi standar, dianggap cukup aman untuk dikonsumsi oleh manusia.

Aktivitas radioaktif diukur menggunakan satuan Becquerel (Bq), yang menunjukkan jumlah peluruhan inti atom per detiknya. Misalnya, batas maksimal 500 Bq/kg berarti dalam satu kilogram bahan terdapat 500 peluruhan inti radioaktif setiap detik.

Pemerintah Indonesia telah menetapkan maksimum Cs-137 dalam makanan sebesar 500 Bq/kg, sementara di AS ditetapkan batas 1.200 Bq/kg.

Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa adanya kontaminasi Cs-137 pada produk udang beku yang terdeteksi hanya terjadi di Kawasan Industri Cikande, dan tidak menyebar ke pasokan nasional atau ekspor secara umum.

Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa tingkat kontaminasi jauh di bawah angka yang ditentukan, dengan beberapa kontainer menunjukkan hanya memiliki 68 Bq/kg, sehingga dinyatakan aman untuk konsumsi dari sudut pandang ilmiah.

Pemerintah juga telah melskukan tindakan dekontaminasi, dan menetapkan Cikande sebagai zona khusus berkaitan dengan radionuklida Cs-137.

Sebagian besar udang yang terpapar kontaminasi ini berasal dari polusi yang dihasilkan oleh industri peleburan logam PT Peter Metal Technology di Cikande yang melepaskan Cs-137 ke udara.

Zat tersebut kemudian menempel pada bubuk logam bekas dan mencemari kontainer udang beku saat kemasan dilakukan.

Pemerintah berusaha untuk melakukan re-ekspor terhadap kontainer ini dan mencegah dampak yang lebih luas terhadap sektor rumput laut dan perikanan.

 

 

Walaupun kadar Cs-137 dalam produk tersebut tergolong rendah, pemerintah, BPON, dan BAPETEN terus melaksanakan pengawasan yang ketat untuk memastikan keamanan makanan, sekaligus melindungi kesehatan masyarakat serta mempertahankan kepercayaan pasar global terhadap produk Indonesia.

Para profesional kesehatan menekankan pentingnya pengawasan yang berkelanjutan, karena walaupun paparan radioaktif kecil, dapat memberikan dampak jangka panjang jika dibiarkan.

Dengan tindakan yang sistematis dan terbuka, pemerintah mengonfirmasi bahwa udang yang terkontaminasi Cs-137 masih aman untuk dikonsumsi selama kadarnya tetap di bawah batas yang telah ditentukan.

Konsumen disarankan untuk mengikuti petunjuk resmi untuk memastikan produk yang mereka konsumsi telah menjalani pengawasan kualitas sesuai standar nasional dan internasional. Dzafir Kirana Adelia/FADYA

Editor : Imron Arlado
#zulkifli hasan (zulhas) #Terkena #yang #konsumsi #Dijamin #Aman #zat radioaktif #Oleh #udang