JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Presenter kenamaan, Uya Kuya, yang juga anggota DPR RI, baru saja kembali ke kediamannya di Duren Sawit, Jakarta Timur. Beberapa minggu setelah rumahnya dirusak dan dijarah oleh sekelompok orang pada akhir Agustus 2025 lalu.
Saat ia melihat kondisi rumah yang berantakan dan barang-barang mereka yang hilang, perasaan duka mendalam melanda dirinya dan keluarganya.
Uya tidak datang sendiri melainkan ia didampingi oleh istrinya, Astrid Kuya, yang juga merasakan dampak emosi melihat keadaan rumah mereka yang penuh dengan tulisan-tulisan kasar dan berantakan.
Kehilangan yang mereka alami tidak hanya tentang barang-barang mereka pribadi, tetapi juga barang-barang milik anak-anak mereka, Nino dan Cinta, yang telah mereka kumpulkan sejak remaja.
"Yang paling menyedihkan bukan hanya barang kami, tapi tabungan hasil kerja keras anak-anak saya. Mereka membeli barang yang mereka suka dengan uang mereka sendiri," kata Uya dalam sebuah video yang diunggah di channel YouTube nya.
Uya dan Astrid sempat menghubungi anak-anak mereka yang sedang di Amerika Serikat pasda saat melihat kondisi rumah mereka, untuk memberi tahu tentang kondisi rumah yang menjadi korban penjarahan.
Kehilangan barang-barang seperti PlayStation, kaset K-Pop, action figure, dan aksesori pribadi mereka di kamar anak-anak semakin menambah kesedihan. Uya menekankan bahwa barang-barang yang hilang tersebut seharusnya menjadi hak anak-anaknya, bukan hanya milik mereka atau keluarga.
Meskipun telah berusaha untuk bersikap tabah, Uya Kuya tidak dapat menutupi rasa sedih dan marahnya terkait insiden tersebut. Selain kehilangan barang-barang yang berharga, dinding-dinding rumahnya dipenuhi dengan tulisan yang merendahkan, menambah luka batin yang dialaminya.
Uya mengungkapkan dengan suara bergetar, “Silakan marah sama saya, tapi jangan hina keluarga saya, anak-anak saya. Mereka tidak salah,” ujarnya.
Saat Uya kembali ke rumah setelah adanya penjarahan, momen ini menjadi viral di dunia maya. Namun, reaksi publik beragam. Sebagian memberikan dukungan, namun banyak juga yang mengkritik dan menuduh Uya Kuya memanfaatkan kejadian ini hanya untuk meraih simpati.
Psikolog Lita Gading juga memberikan komentar, mengingatkan bahwa situasi tersebut harus ditangani dengan arif agar tidak menimbulkan dampak negatif yang lebih luas.
Perjalanan Uya Kuya dan keluarga untuk bangkit dari peristiwa yang sangat memilukan ini masih panjang. Kondisi rumah yang rusak dan kerugian barang berharga menjadi pengingat pahit akan ketidakadilan dan kerusuhan yang terjadi. Namun, semangat mereka untuk tetap bertahan demi keluarga menjadi inti dari kisah tragis ini. Dzafir Kirana Adelia
Editor : Imron Arlado