Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Wisatawan Thailand Mengkritik Buruknya Pelayanan Kepolisian di Indonesia, Ini Penyebabnya

Imron Arlado • Rabu, 1 Oktober 2025 | 00:59 WIB
Unggahan di platform X menjadi viral,  setelah warga Thailand mengeluhkan kinerja kepolisian Indonesia yang buruk.
Unggahan di platform X menjadi viral, setelah warga Thailand mengeluhkan kinerja kepolisian Indonesia yang buruk.

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Sebuah uanggahan di platform media sosial X @jenbiverse pada 29 September 2025, menjadi viral setelah seorang warga Thailand mengeluh tentang lambatnya respons layanan di sebuah kantor polisi di Indonesia.

Unggahan tersebut juga menyertakansebuah foto suasana di kantor polisi dan keluhan mengenai ketidakacuhan petugas terhadap masyarakat, memicu diskusi hangat di kalangan pengguna internet dan kembali menyoroti menurunnya kepercayaan publik terhadap lembaga kepolisian di negara ini.

Dalam unggahan tersebut, pelapor mengungkapkan bshwa ia telah menunggu selama satu jam di kantor polisi tanpa ada petugas yang mendatangi untuk menanyakan terkait laporan yang ingin disampaikannya.

 

 

Ironisnya, beberapa polisi di tempat tersebut tampak santai menonton film tanpa memperhatikan keberadaan warga yang memerlukan bantuan. "Saya sudah satu jam di kantor polisi, belum ada petugas yang datang bicara. Polisi yang duduk dekat saya cuma nonton film dengan tenang," tulisnya di platform sosial X, diiringi dengan emoji tertawa masam.

Keluhan ini dengan cepat menyebar dan mendapatkan ribuan tanggapan dari pengguna internet, kebanyakan menunjukkan rasa malu dan kekecewaan terhadap pelayanan publik. "Akhirnya dipermalukan orang luar," tulis salah satu netizen, sementara yang lain menyesalkan bahwa harus viral terlebih dahulu sebelum ada perbaikan.

Ternyata, peristiwa serupa bukanlah kejadian tunggalo. Data dari survei GoodStats menunjukkan bahwa tiga dari empat orang Indonesia pernah berurusan dengan aparat kepolisian, terutama berkaitan dengan pengurusan dokumen seperti SIM dan STNK.

 

 

Namun, keluhan- keluhan yang disanpaikan mengenai lambatnya pelayanan dan ketidakadilan dalam penegakan hukum masih banyak muncul. Survei terbaru menunjukkan 22,3% responden, oernah merasa diperlakukan tidak adil oleh polisi.

Menyusul viralnya kejadian ini, kepolisian sempat mendapat kritik dari berbagai pengamat dan tokoh masyarakat, yang mendesak diberlakukanm adanya penilaian menyeluruh terhadap prosedur pelayanan publik.

Akademisi Rocky Gerung, sebagai contoh, dalam sebuah forum diskusi publik menekankan perlunya reformasi menyeluruh, bukan hanya pemisahan kelembagaan atau langkah-langkah simbolis. Rocky berpendapat, inti perrmasalahan terletak pada perubahan dalam budaya pelayanan dan akuntabilitas di tingkat individu petugas.

 

 

Sementara itu, kepolisian berupaya untuk terus meningkatkan respons dan layanan. Kapolri Listyo Sigit Prabowo sendiri sudajh menegaskan dalam beberapa kesempatan bahwa Polri siap menerima kritik dan berkomitmen untuk menyelesaikan sentimen negatif publik melalui tindakan nyata di lapangan, walaupun kenyataannya sampat kini belum sepenuhnya memenuhi harapan masyarakat.

Kkejadian yang viral ini menjadi kesempatan refleksi yang penting bagi seluruh lembaga kepolisian dalam meningkatkan kinerjanya dan meraih kembali kepercayaan masyarakat, tidak hanya melalui perbaikan prosedural, tetapi juga transformasi budaya pelayanan publik yang lebih manusiawi, responsif, dan transparan. Dzafir Kirana Adelia

Editor : Imron Arlado
#mengkritik #dan #indonesia #polisi #wna #cara #thailand #kerja #di #menyindir