Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Mengenang Peristiwa G30S PKI, Sebuah Sejarah yang Tak Pernah Usai Diceritakan

Imron Arlado • Rabu, 1 Oktober 2025 | 01:51 WIB
Di setiap akhir bulan September, seluruh orang Indonesia akan kembali mengingat peristiwa bersejarah, yakni G30S PKI. Sumber foto: Google
Di setiap akhir bulan September, seluruh orang Indonesia akan kembali mengingat peristiwa bersejarah, yakni G30S PKI. Sumber foto: Google

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Di setiap akhir bulan September, seluruh orang Indonesia akan kembali mengingat peristiwa bersejarah, yakni G30S PKI atau Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia, sebuah kejadian penting dari tahun 1965.

Untuk sebagian orang, momen peringatan G30S PKI biasanya digunakan untuk mengenang para korban dan mengingat kembali betapa besar dampak dari peristiwa tersebut.

Namun, tak jarang juga momen peringatan ini memunculkan diskusi tentang bagaimana sejarah dituturkan dan dipelajari.

Sederhananya, bagi warga Indonesia, akhir September berfungsi sebagai pemicu orang-orang untuk mengingat sekaligus mendiskusikan kejadian penting dalam sejarah nasional.

Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia atau G30S PKI ini merujuk pada peristiwa yang terjadi di malam hari pada tanggal 30 September, di mana sejumlah perwira tinggi TNI diculik dan ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa.

Pada saat itu, setelah terjadinya peristiwa G30S PKI, situasi politik Indonesia terguncang dan menjadi titik awal rangkaian kejadian besar berikutnya.

Dampak dan pengaruh dari peristiwa tersebut terhadap negara Indonesia sangatlah luas, terutama di bidang politik. Cara tiap masyarakat mengenang suatu peristiwa sejarah umumnya akan berubah-ubah seiring berjalannya waktu.

Hal yang serupa pun terjadi pada peristiwa G30S PKI ini, di mana generasi sekarang memiliki cara tersendiri untuk mengingat atau mengenangnya.

 

Baca Juga: 176 Pecatur Meriahkan Bale by BTN Chess Cup 2025

 

Pada masa Orde Baru (1966–1998), cara mengenang peristiwa G30S PKI berlangsung sangat terpusat. 

Hal ini tampak dari pemutaran film Pengkhianatan G30S PKI, yang diproduksi pemerintah dan secara rutin ditayangkan setiap tanggal 30 September. Pemutaran film Pengkhianatan G30S PKI ini sempat diwajibkan di banyak tempat termasuk lembaga pendidikan.

Kemudian, di masa reformasi, kebiasaan memutar film Pengkhianatan G30S PKI perlahan-lahan mulai menghilang dan cara masyarakat mengenang kejadian ini semakin beragam.

Seperti belajar melalui buku-buku sejarah nasional, diskusi akademis, dan ada juga percakapan di media sosial dengan berbagai versi cerita bisa saling berhadapan.

Meski di masa reformasi pemutaran film tentang G30S PKI sudah jauh berkurang dari sebelumnya, sesekali masih ada pihak yang menayangkannya kembali. Baik digunakan sebagai kegiatan peringatan, maupun hanya sekedar mengingat kembali sejarah.

Di era serba digital saat ini, ingatan tentang kejadian G30S PKI menjadi lebih luas dan terkadang diperdebatkan secara terbuka. Dari peristiwa kelam seperti ini, pelajaran yang kerap kali diambil bukan tentang siapa yang menang dan siapa yang kalah.

 

Baca Juga: Kades Turut Terimbas Acara Dangdutan di Kantor Kecamatan Sooko

 

Melainkan tentang konsekuensi dari kegagalan dialog atau ketidakmampuan berbagai pihak dalam menemukan jalan tengah bersama-sama dan bagaimana tidak stabilnya politik dapat berubah menjadi tragedi kemanusiaan yang tragis.

Melalui peristiwa ini, seluruh masyarakat di masa kini hingga seterusnya diharapkan dapat selalu menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, menoleransi adanya perbedaan pendapat, dan menjaga proses hukum yang adil.

Mengenang kejadian G30S PKI ini bukan untuk mengobarkan dendam ataupun mencari kambing hitam.

Kegiatan mengenang ini ditujukan untuk merefleksikan bagaimana sebuah bangsa mampu bangkit kembali karena bersedia belajar dari luka-luka masa lalu.

FANEZA/FADYA

Editor : Imron Arlado
#akhir bulan September #Situasi Politik #peristiwa sejarah #G30S PKI #pemutaran film Pengkhianatan G30S PKI #cara mengenang #Pengaruh #dampak #masa orde baru #masa reformasi