Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Fakta Garam Himalaya yang Diyakini Lebih Sehat dari Garam Biasa

Imron Arlado • Rabu, 1 Oktober 2025 | 03:02 WIB
Dalam beberapa tahun terakhir, garam Himalaya menjadi salah satu tren gaya hidup sehat yang populer. Sumber Foto: Google
Dalam beberapa tahun terakhir, garam Himalaya menjadi salah satu tren gaya hidup sehat yang populer. Sumber Foto: Google

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Dalam beberapa tahun terakhir, garam Himalaya menjadi salah satu tren gaya hidup sehat yang populer.

Warnanya yang khas, merah muda hingga jingga pucat membuatnya berbeda garam dapur putih biasa.

Banyak orang percaya bahwa garam Himalaya lebih sehat, lebih alami, dan mengandung mineral penting yang bermanfaat bagi tubuh.

Garam Himalaya berasal dari tambang garam wilayah Khewra, Pakistan, yang terletak di kaki pegunungan Himalaya.

Tambang ini sudah berusia ratusan juta tahun dan menjadi salah satu tambang garam terbesar di dunia.

Garam ini terbentuk secara alami dari endapan laut purba yang mongering jutaan tahun lalu, sehingga disebut lebih murni dibandingkan garam laut modern yang memiliki potensi terkontaminasi polusi.

Ciri khas garam Himalaya adalah warnanya yang pink atau kemerahan, berasal dari jejak mineral seperti besi oksida.

 

 

Karena keunikan warnanya, garam ini tidak hanya digunakan untuk memasak, tetapi juga untuk dekorasi rumah seperti lampu garam, hingga perawatan spa.

Secara umum, garam Himalaya tersusun dari natrium klorida, sama seperti garam dapur biasa. Bedanya, garam Himalaya mengandung sekitar 80 sampai 84 jenis mineral dan elemen jejak, meskipun jumlahnya sangat kecil.

Beberapa di antaranya adalah kalsium, kalium, magnesium, dan zat besi. Mineral inilah yang memberi warna merah muda sekaligus menjadi alasan mengapa garam ini dipasarkan sebagai pilihan lebih sehat.

Jumlah mineral dalam garam Himalaya sangat sedikit. Agar tubuh mendapatkan manfaat signifikan dari mineral tersebut, seseorang harus mengkonsumsinya dalam jumlah besar, yang justru berbahaya karena asupan natrium berlebih dapat meningkatkan risiko hipertensi dan penyakit jantung.

Jika dibandingkan dengan garam dapur biasa, perbedaan utama terletak pada proses dan kandungan tambahannya.

Garam Himalaya umumnya hanya melalui pemrosesan minimal dan tidak ditambahkan bahan kimia, sehingga dianggap lebih alami.

Sementara itu, garam dapur sering mengalami pemurnian dan ditambahkan zat anti-penggumpal.

Dari segi kandungan, garam Himalaya memiliki jejak mineral yang membuat rasanya sedikit lebih kompleks, sedangkan garam dapur biasanya ditambahkan yodium untuk mencegah penyakit gondok.

Hal inilah yang menjadi kelemahan garam Himalaya, karena jika dikonsumsi tanpa tambahan yodium, justru dapat meningkatkan risiko kekurangan yodium pada masyarakat yang jarang mendapat asupan mineral ini dari makanan lain.

 

Baca Juga: Dipasang secara Ilegal, Tiang Internet Disegel

 

Manfaat Garam Himalaya

Berikut ini adalah manfaat garam Himalaya untuk kesehatan yang bisa digunakan dan konsumsi sehari-hari:

  1.       Mengatasi Eksim Kulit

Salah satu kegunaan garam himalaya adalah dapat mengatasi eksim kulit. Eksim adalah kondisi kulit yang menimbulkan bercak-bercak kering dan gatal pada kulit.

  1.       Mencegah Tekanan Darah Rendah

Mencegah tekanan darah rendah termasuk fungsi garam himalaya untuk kesehatan

  1.       Menjaga Kulit Kaki Tetap Lembab

Garam himalaya dapat menjaga kulit kaki tetap lembap dan mencegah kulit kering bersisik. 

  1.       Menjaga Kulit Tetap Halus

Manfaat garam himalaya untuk wajah dapat digunakan sebagai eksfoliasi atau mengangkat sel-sel kulit mati dan kotoran dari permukaan kulit. 

  1.       Memperbaiki Pola Tidur

Asupan garam yang sehat, seperti garam himalaya dapat memperbaiki pola tidur.

Dari sisi kelebihan, garam Himalaya lebih menarik karena tampilannya unik, rasanya berbeda, dan lebih alami.

Akan tetapi, kekurangannya adalah tidak mengandung yodium secara alami dan harganya jauh lebih mahal.

Garam Himalaya memang memiliki daya tarik karena keunikan warna dan kesan alaminya. Garam Himalaya  dapat memberikan manfaat kecil bagi tubuh.

Terutama dalam menjaga keseimbangan cairan, mendukung fungsi otot dan saraf, serta digunakan untuk relaksasi lewat terapi rendaman.

 

 

Namun, dari sisi kesehatan secara keseluruhan, garam ini tidak terbukti jauh lebih unggul dibandingkan garam dapur. Kandungan mineral tambahannya terlalu sedikit untuk memberikan dampak nyata bagi tubuh.

Jika ingin mencobanya, garam Himalaya bisa menjadi alternatif menarik dalam masakan atau perawatan tubuh, tetapi yang terpenting tetaplah mengontrol jumlah garam yang dikonsumsi setiap hari, bukan sekadar memilih jenisnya.

NIYA/FADYA

Editor : Imron Arlado
#kesehatan tubuh #garam himalaya #perbedaan #kekurangan #keunikan warna garam himalaya #manfaat