Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Kisah Diana Valencia, Jurnalis CNN yang Tantang Batas Kebebasan Pers di Era Prabowo

Imron Arlado • Rabu, 1 Oktober 2025 | 03:48 WIB
Diana Valencia, jurnalis CNN, sempat dicabut ID Istana usai tanya Prabowo soal MBG, jadi sorotan publik & simbol kebebasan pers.
Diana Valencia, jurnalis CNN, sempat dicabut ID Istana usai tanya Prabowo soal MBG, jadi sorotan publik & simbol kebebasan pers.

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Nama Diana Valencia Gunawan, jurnalis CNN Indonesia, mendadak mencuat ke publik usai Biro Pers, Media, dan Informasi (BPMI) Sekretariat Presiden mencabut ID Pers Istana miliknya. 

Langkah tersebut sontak menuai kontroversi karena dianggap membungkam kebebasan pers dan belum disertai penjelasan resmi yang memadai.

Reaksi keras terutama muncul dari kalangan media dan organisasi profesi wartawan. Dewan Pers, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), hingga komunitas jurnalis lain mendesak agar akses liputan Diana segera dipulihkan.

Ketua Dewan Pers Prof Komaruddin Hidayat mengecam keras pencabutan akses liputan wartawan istana atau pencabutan ID Card Istana wartawan CNN Diana Valencia karena bertanya kepada Presiden Prabowo Subianto mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pertanyaan itu dilontarkan Diana Valencia di Pangkalan Udara TNI Halim Perdanakusuma, saat presiden baru tiba dari lawatan ke luar negeri pada, Sabtu (27/9/2025). “Soal Makan Bergizi Gratis ada instruksi khusus enggak, Pak?” tanya Diana kepada Presiden Prabowo.

Presiden menjawab singkat bahwa ia akan memanggil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, untuk membahas masalah tersebut. 

Menanggapi polemik ini, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan bahwa pihak pemerintah saat ini tengah fokus menyelesaikan penanganan kasus keracunan program MBG serta memperbaiki sistem di Badan Gizi Nasional (BGN).

Tidak lama berselang, sekitar pukul 19.15 WIB, seorang petugas BPMI mendatangi kantor CNN Indonesia dan meminta Diana menyerahkan ID Pers Istana miliknya. Pihak redaksi CNN menyatakan bahwa mereka terkejut oleh langkah tersebut dan menuntut klarifikasi resmi.

Kasus ini juga menjadi sorotan media internasional. Kantor berita Reuters menulis bahwa pencabutan ID Pers Istana Diana memunculkan tanda tanya serius soal kondisi kebebasan pers di Indonesia.

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Setpres, Yusuf Permana, menegaskan bahwa yang sempat dicabut adalah ID khusus liputan Istana, bukan kartu pers profesional milik Diana. Ia memastikan kejadian tersebut tidak akan terulang. 

“Kami menghormati asas keterbukaan informasi dan kebebasan pers sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999,” katanya. Publik pun penasaran dengan sosok Diana. Lahir di Jakarta pada 1997, Diana tumbuh di keluarga yang mencintai buku. 

Baca Juga: Momen Penuh Cinta, Selena Gomez dan Benny Blanco Resmi menjadi Pasangan Hidup

Minat membaca itulah yang menumbuhkan kecintaannya pada dunia tulis-menulis. Setelah lulus dari SMA Strada Saint Thomas Aquino Tangerang pada 2015, ia melanjutkan studi di Universitas Multimedia Nusantara (UMN), jurusan Ilmu Komunikasi dengan minor Jurnalisme Multimedia. 

Ia pernah magang di sejumlah media, termasuk Kompas TV, sebelum akhirnya bergabung penuh dengan CNN Indonesia pada 2018.

Sejak saat itu, Diana kerap meliput isu kebijakan publik, politik, dan masalah sosial. Melalui akun Instagram pribadinya @dianavalenciagunawan, ia kerap membagikan potret kegiatan jurnalistiknya sekaligus refleksi pribadi seputar dunia media.

Kini, Diana kembali bisa meliput di Istana. Namun, jejak kasus ini akan tetap menjadi catatan penting dalam perjalanan kebebasan pers di Indonesia. Leny Ramandhan Oktaviany

 

 

Editor : Imron Arlado
#CNN Indonesia Indonesia #Mbg #kebebasan pers #prabowo #Diana Valencia