JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Thailand dikenal sebagai Negeri Gajah Putih yang kaya akan budaya dan tradisi unik.
Salah satu perayaan yang paling terkenal dan selalu ditunggu baik oleh masyarakat lokal maupun wisatawan mancanegara adalah Songkran.
Songkran merupakan sebuah festival tahun baru tradisional yang disambut dengan cara yang tidak biasa, yaitu perang air massal di seluruh penjuru negeri.
Songkran bukan sekadar pesta seru, tetapi juga sarat makna budaya dan spiritual yang merefleksikan nilai kehidupan masyarakat Thailand.
Songkran berasal dari kata Sanskerta ''Sankranti'' yang berarti ''perpindahan'' atau ''perubahan posisi matahari''.
Festival ini menandai pergantian tahun baru menurut kalender tradisional Thailand yang jatuh pada pertengahan April.
Dalam kepercayaan masyarakat, Songkran adalah simbol penyucian diri, pembaruan hidup, dan doa akan keberuntungan di tahun mendatang.
Baca Juga: Kolaborasikan Kekuatan Lokal untuk Pertumbuhan Ekonomi
Sebelum perayaan besar dimulai, masyarakat biasanya melakukan tradisi religius seperti berkunjung ke kuil, membersihkan patung Buddha, dan memberi penghormatan kepada orang tua dengan menuangkan air wangi ke tangan mereka sebagai tanda bakti dan doa.
Air dalam tradisi Songkran melambangkan pembersihan dari dosa, kesialan, dan segala hal buruk yang menimpa di tahun sebelumnya.
Hal yang membuat Songkran begitu terkenal di dunia adalah perang air raksasa yang melibatkan semua orang, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua.
Selama beberapa hari, jalanan di kota-kota besar seperti Bangkok, Chiang Mai, dan Pattaya dipenuhi warga yang membawa ember, pistol air, dan selang untuk saling menyiram. Wisatawan pun ikut serta tanpa ragu, menjadikan festival ini lautan tawa, musik, dan keceriaan.
Di Chiang Mai, Songkran bahkan berlangsung hingga seminggu penuh dengan parade budaya, kontes kecantikan, serta prosesi membawa patung Buddha yang diperciki air oleh ribuan pengunjung.
Suasana yang semarak ini membuat Songkran sering dijuluki sebagai festival air terbesar dan paling meriah di dunia. Meski identik dengan pesta air, Songkran sejatinya memiliki akar budaya yang dalam.
Masyarakat Thailand memandang momen ini sebagai waktu untuk merenung, menghormati leluhur, dan memperkuat hubungan keluarga.
Namun, seiring berkembangnya pariwisata, Songkran kini juga menjadi daya tarik global yang mendatangkan jutaan turis setiap tahun.
Pemerintah Thailand pun berupaya menjaga keseimbangan antara aspek tradisi dan hiburan. Misalnya, dengan tetap mendorong masyarakat melakukan ritual keagamaan, sekaligus menyediakan ruang aman bagi wisatawan untuk menikmati keseruan perang air.
Songkran menjadi salah satu alasan utama wisatawan datang ke Thailand pada bulan April. Banyak agen perjalanan menawarkan paket khusus yang menggabungkan pengalaman budaya dengan keseruan festival ini.
Tidak heran jika Songkran masuk dalam daftar perayaan paling unik di dunia yang wajib dicoba setidaknya sekali seumur hidup.
Selain perang air, wisatawan juga bisa menikmati kuliner khas Thailand, parade tradisional, hingga festival musik modern yang sering diadakan bersamaan dengan Songkran di kota-kota besar.
Songkran bukan hanya tentang keseruan menyiramkan air ke orang asing di jalanan, tetapi juga tentang memaknai kehidupan baru, kebersamaan, dan keceriaan.
Festival ini mencerminkan karakter masyarakat Thailand yang ramah, penuh suka cita, dan menjunjung tinggi nilai keluarga serta tradisi.
Bagi siapa pun yang ingin merasakan budaya otentik sekaligus pengalaman liburan yang tak terlupakan, Songkran di Thailand adalah perayaan yang wajib masuk dalam daftar perjalanan impian. NIYA/FADYA
Editor : Imron Arlado