KABUPATEN - Sebuah video asyik joget dan dangdutan dengan memanfaatkan kantor pelayanan publik di Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto bikin geram masyarakat.
Di tengah efisiensi yang tengah diterapkan pemerintah yang berimbas pada melemahnya ekonomi, belakangan malah dibuat ajang dangdutan sambil joget-joget.
Berbagai komentar menohok turut dituliskan pada unggahan video yang diunggah pada grup Info Lantas Mojokerto. Mereka sebagian besar merasa prihatin dengan aksi tersebut yang digelar di kantor pemerintahan.
Kondisi ini seakan tidak menunjukkan rasa empati di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang kian mencekik. ''Kan kan ini masti pakai uang rakyat Mane. Wes gak usah bayar pajak,'' komentar akun Abista.
Pun demikian yang diungkapkan akun Park Jhi Sun, juga prihatin. ''Makanya kok banyak yang ingin menjadi pejabat,uang rakyat buat seperti ini. Menyala bayar pajak,'' tulisnya.
Ada juga yang saking geramnya meminta kantor tersebut difungsikan sebagai tempat hiburan saja. ''Kantornya buat diskotik saja mantab,'' sesal Dhafit Hermawan.
Dikonfirmasi, Sekdakab Mojokerto, Teguh Gunarko menegaskan dirinya sudah menegur secara langsung Camat Sooko atas peristiwa tersebut.
''Saya sudah memberikan teguran ke Camat Sooko. Hati-hati menggunakan ruang publik,'' ungkapnya.
Teguran juga dilakukan Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa. Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Mojokerto ini juga menegur keras atas peristiwa tersebut. Lebih lagi dangdutan disertai aksi joget-joget tersebut digelar di kantor pemerintahan.
“Saya imbau kepada semua pegawai pemerintah Kabupaten Mojokerto tanpa terkecuali untuk berhati-hati ketika menyelenggarakan acara di lingkup Pemerintah Kabupaten Mojokerto,'' ungkapnya.
Menurutnya, setiap gerak gerik pejabat ataupun ASN harus mencerminkan rasa empati kepada masyarakat. Termasuk saat menggelar kegiatan di kantor pemerintahan juga harus yang mendidik dan menjadi cerminan yang baik bagi masyarakat.
''Jangan sampai membuat kegiatan yang mengusik hati masyarakat. Seharusnya sebagai pegawai pemerintah harus dapat memberi contoh yang baik kepada masyarakatnya, melihat kondisi negara kita sekarang ini banyak sorotan kepada pegawai negara,'' tegasnya. (ori)
Editor : Fendy Hermansyah