JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Kemudahan akses komunikasi di dunia ini dipicu oleh kemajuan teknologi yang semakin canggih.
Salah satu contoh nyata dari kemajuan teknologi terlihat dari kehadiran jaringan 5G yang menawarkan stabilitas koneksi yang lebih baik dari generasi sebelumnya. Sementara itu jaringan 5G merupakan generasi kelima dari teknologi jaringan seluler.
Selain jaringan 5G, teknologi jaringan seluler juga memiliki beberapa generasi lain yang hadir lebih dulu, yakni 1G, 2G, 3G, dan 4G.
Tiap jaringan yang hadir selalu membawa keunggulan dan perkembangan yang sesuai dengan zamannya.
Jika dibandingkan, jaringan 4G memungkinkan internet bergerak dengan ritme cepat untuk streaming dan browsing pada masanya.
Sedangkan 5G hadir dengan menawarkan kecepatan koneksi yang semakin stabil, cepat, dan mampu menghubungkan lebih banyak perangkat sekaligus.
Keunggulan 5G juga tidak hanya berpengaruh pada kecepatan proses pengunduhan saja. Tetapi juga berpengaruh bagi berbagai teknologi canggih agar bisa berjalan dengan lancar. Misalnya, mobil otomatis, telemedicine, hingga smart city.
Banyak juga masyarakat hampir di seluruh negara beranggapan bahwa dengan hadirnya jaringan 5G di kehidupan sehari-hari membuat kegiatan terasa lebih efisien karena koneksi internet yang semakin stabil dan bisa menghubungkan dengan banyak perangkat sekaligus.
Baca Juga: Pemadaman Selama 4 Jam Akan Menyasar Wilayah Mojokerto, Simak Wilayahnya
Meski memiliki peran yang sama, antara jaringan 4G dan 5G tentu memiliki perbedaan dan perubahan yang cukup signifikan.
Dalam konteks kecepatan jaringan, 5G telah dirancang dengan kekuatan sinyal yang lebih cepat dibanding 4G dengan perkiraan sekitar 10-20 kali lebih cepat.
Maka dari itu, mengunduh film resolusi HD atau game yang membutuhkan jaringan besar dan stabil dapat dituntaskan dalam hitungan detik.
Selain itu, perbedaan keunggulan pada tiap jaringan juga berpengaruh dalam lisensi atau waktu respon jaringan.
Jaringan 5G bisa melakukannya kurang dari 1 ms dan 4G umumnya merespon pada kurun waktu kurang lebih 30-50 ms.
Sementara itu, kualitas kapasitas jaringan 4G seringkali mengalami gangguan seperti kehilangan sinyal atau menjadi semakin lambat ketika berada di tempat yang ramai.
Namun, gangguan tersebut seakan sirna begitu saja setelah hadirnya jaringan baru 5G yang mampu melayani jutaan perangkat dalam area yang luas tanpa adanya gangguan.
Baca Juga: Siap Cair Bansos PKH dan BPNT September 2025, Berikut Cara Cek Penerima dan Nominal Bantuan
Dengan segala keunggulan yang dimiliki jaringan generasi kelima atau 5G ini, ia memiliki dampak dan pengaruh yang cukup besar dalam kehidupan sehari-hari tiap pengguna.
Dengan menggunakan jaringan 5G, streaming video dan bermain game menjadi lancar tanpa buffering bahkan di resolusi ultra HD sekalipun.
Bermain game online dapat dimainkan di cloud tanpa adanya lag dan video call akan terasa seperti bertemu secara langsung karena kualitas gambar yang jernih sekaligus respon yang instan tanpa bug.
Di bidang pendidikan, jaringan 5G juga memberi dampak dan keuntungan bagi tiap guru dan murid karena memungkinan pembelajaran berbasis AR (Augmented Reality dan VR (Virtual Reality).
Misalnya, siswa bisa melihat simulasi laboratorium kimia atau sejarah yang interaktif.
Selain itu, akses internet juga dapat membantu daerah terpencil agar tetap bisa belajar dengan cara daring dengan lancar dan mengurangi kesenjangan pendidikan.
Baca Juga: Dari Surabaya hingga Banyuwangi, Bansos Jatim 2025 Jadi Penopang Ekonomi Warga
Di bidang kesehatan, jaringan 5G mendukung layanan kesehatan jarak jauh atau telemedicine. Bahkan, kementerian kesehatan RI bersama dengan Telkomsel pernah melakukan uji coba robotic telesurgery menggunakan jaringan 5G.
Pekerjaan dari rumah atau work from home (WFH) juga bisa menjadi lebih efisien karena koneksi jaringan yang stabil. UMKM juga bisa memanfaatkan platform digital untuk menjual dagangan secara online atau promosi dengan lebih cepat.
Namun, biaya infrastruktur jaringan 5G yang cenderung lebih tinggi, kesenjangan akses, dan kekhawatiran publik atas radiasi 5G menjadi tantangan sekaligus resiko tersendiri bagi keberadaan jaringan 5G.
Oleh karena itu, agar manfaatnya dapat dirasakan dengan lebih maksimal, dibutuhkan kesiapan infrastruktur, regulasi yang jelas, dan kesadaran masyarakat akan literasi digital.
FANEZA/Wulan
Editor : Imron Arlado