JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Dalam kehidupan sehari-hari hampir di seluruh dunia ini, matcha telah dikenal sebagai salah satu minuman sehat yang sedang populer di berbagai kalangan.
Terutama pada kalangan yang menerapkan gaya hidup sehat hingga anak muda yang tengah aktif mencoba segala tren minuman baru.
Keberadaan matcha selama ini telah dikaitkan erat dengan khasiat dan manfaatnya yang luar biasa, seperti kaya akan antioksidan, meningkatkan fokus, dan memberi efek menenangkan.
Namun, meski matcha terlihat sempurna dengan berbagai khasiat dan manfaat yang dimilikinya, bukan berarti minuman populer ini bebas dari segala resiko.
Matcha sama dengan makanan ataupun minuman lainnya yang jika dikonsumsi secara berlebihan atau dengan cara yang kurang tepat akan menimbulkan berbagai efek samping.
Hal tersebut yang kemudian membuat seseorang lebih berhati-hati untuk mengonsumsi makanan serta minuman apapun meski luarnya tampak sempurna, termasuk matcha.
Sementara itu, matcha sendiri terbuat dari daun teh hijau yang umumnya disebut dengan camellia sinensis.
Daun teh hijau camellia sinensis ini melalui berbagai proses yang salah satunya adalah penggilingan halus hingga menjadi bubuk teh siap seduh.
Salah satu hal paling menonjol yang menunjukkan perbedaan matcha dengan teh lainnya adalah pada cara penyeduhannya.
Baca Juga: Efektivitas Program Bantuan Sosial dalam Menjangkau Masyarakat yang Membutuhkan
Jika teh pada umumnya hanya diseduh airnya saja, matcha dikonsumsi bersama dengan serbuk daun teh utuh yang diaduk hingga tercampur. Sehingga kandungan nutrisinya lebih padat dan kaya manfaat.
Selain itu, matcha juga dianggap bisa menjadi pengganti kopi dengan kafein yang lebih rendah tetapi tetap mampu meningkatkan energi dan konsentrasi. Karena itulah dalam beberapa tahun terakhir, matcha menjadi sangat populer.
Rasa matcha yang unik dengan sensasi pahit yang lembut dan sedikit rasa manis alami serta estetikanya yang khas membuat matcha menjadi idola bagi seluruh kalangan di berbagai kafe minuman kekinian.
Meski begitu, minuman matcha dapat menimbulkan efek samping yang cukup serius jika dikonsumsi berlebihan dan dengan cara yang kurang tepat.
Matcha dapat memicu gangguan pencernaan karena kandungan kafein dan tanin di dalamnya yang bisa membuat lambung terasa perih, mual, hingga memicu maag jika dikonsumsi berlebihan dan dalam keadaan perut kosong.
Salah satu kandungannya yang sama dengan kopi membuat matcha juga memberi efek samping berupa kesulitan tidur jika diminum di sore maupun di malam hari.
Tak hanya itu, pada seseorang yang sensitif terhadap kafein, efek samping matcha bisa membuat jantung terasa berdebar, gelisah, atau lebih sulit merasa rileks dan mengontrol diri.
Gangguan penyerapan zat besi juga dapat muncul sebagai efek samping matcha karena adanya zat tanin yang dapat menghambat tubuh menyerap zat besi dari makanan.
Oleh karena itu, jika matcha diminum terlalu dekat dengan waktu makan, khususnya untuk orang yang mengalami anemia, resiko efek samping matcha akan semakin besar.
Berbagai efek samping tersebut bisa muncul karena adanya kandungan zat kafein, tanin, klorofil tinggi, dan konsentrasi nutrisi yang padat.
Energi yang terasa meningkat setelah meminum matcha datang dari zat kafein yang bekerja sebagai stimulan peningkat energi.
Akan tetapi, jika jumlahnya terlalu banyak, efek peningkatan energi tersebut akan tergantikan dengan penurunan energi yang menyebabkan sulit tidur, cemas, hingga jantung berdebar.
Baca Juga: Besok, Sidang Pembuktian Korupsi Kapal TBM Mojokerto Digelar di PN Tipikor Surabaya
Sementara itu, rasa tidak nyaman pada perut setelah mengonsumsi matcha dapat dipicu oleh kandungan zat tanin yang mengikat zat besi dari makanan.
Kandungan klorofil pada matcha yang dikenal bagus untuk detoks juga akan membuat seseorang merasa tidak nyaman pada perut jika dikonsumsi secara berlebihan.
Selain itu, konsentrasi nutrisi yang padat karena pembuatannya yang langsung dibuat dari bubuk daun teh utuh dapat membuat tubuh merasa kewalahan jika harus mengolah terlalu banyak nutrisi yang lebih pekat dari teh pada umumnya.
Agar tetap bisa mendapatkan manfaat matcha tanpa harus khawatir dengan efek samping, ada beberapa langkah aman untuk mengonsumsi matcha yang perlu diperhatikan.
Pertama, batasi konsumsi matcha maksimal 1-2 cangkir dalam satu hari dan hindari meminum matcha pada saat perut kosong.
Kedua, beri jeda kurang lebih 1-2 jam dari waktu makan, terutama pada saat mengonsumsi makanan tinggi zat besi, supaya penyerapan nutrisi tetap optimal.
Ketiga, hindari meminum matcha saat mendekati jam tidur agar tidak mengganggu kualitas tidur.
Baca Juga: Desa Ngarjo, Kecamatan Mojoanyar Sabet Juara Tiga Lomba Desa Tingkat Provinsi Jatim
Keempat, kualitas produk matcha juga berpengaruh besar dan perlu diperhatikan. Matchs yang baik biasanya berwarna hijau cerah dan berasal dari sumber yang jelas, sehingga lebih aman dari resiko kontaminan.
Matcha memang minuman populer dengan khasiat dan manfaatnya yang luar biasa untuk menyehatkan dan menyenangkan satu sama lain.
Akan tetapi, memahami efek sampingnya juga tak kalah penting. Karena saat seseorang mengonsumsi matcha dengan tepat, mereka akan tetap bisa menikmati kebaikan matcha tanpa harus khawatir dengan efek sampingnya.
FANEZA/Wulandari
Editor : Imron Arlado