JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Rahayu Saraswati Djojohadikusumo (RSD) yang memutuskan mundur dari kursi DPR RI sejak 10 September lalu, mendapat sambutan hangat dari kalangan budayawan dan seniman Majapahit di Mojokerto.
Mereka menilai, langkah tersebut mencerminkan integritas sekaligus sikap kesatria yang selaras dengan nilai-nilai luhur kebudayaan.
“Beliau kerap hadir dalam forum-forum kebudayaan, berdialog dengan seniman lokal, dan memberi ruang kepada anak muda untuk berkarya. Itu membuat kami merasa dekat sekaligus percaya. Keluarga besar Djojohadikusumo, termasuk Mbak Saras, secara nyata mendukung dan menghidupkan kebudayaan Majapahit,” ujar Sumali, seniman sekaligus pegiat budaya Mojokerto, Minggu (14/9).
Dukungan juga datang dari Kabid Kebudayaan TIDAR Mojokerto, Puguh Sendja. Ia menegaskan, RSD adalah figur yang selalu membuka peluang bagi siapa saja untuk maju.
“Mbak Saras tidak pernah membeda-bedakan. Bukan soal anak siapa atau dari golongan apa, yang terpenting adalah integritas. Itu pula yang ia tunjukkan dalam perjuangannya mendukung kebudayaan Majapahit,” ungkapnya.
Selain kedekatannya dengan dunia budaya, kiprah RSD di parlemen juga tidak sedikit. Ia pernah berperan dalam memberantas mafia BBM subsidi di NTB, mengawal lahirnya UU Penyandang Disabilitas, hingga mendorong revisi UU TPPO agar lebih berpihak pada korban perdagangan manusia.
Bagi para budayawan Mojokerto, apa pun langkah yang diambil RSD akan selalu mendapat dukungan. “Bagi kami, beliau bukan sekadar politisi. Mbak Saras adalah sahabat kebudayaan,” tegas Sumali.
Perlu diketahui, anggota DPR RI dari fraksi Partai Gerindra Rahayu Saraswati mundur sebagai anggota dewan pada 10 September lalu. Hal itu ia umumkan melalui video yang diunggah di akun Instagram-nya.
Saraswati mengatakan pengunduran dirinya sebagai anggota DPR berkaitan dengan pernyataan yang ia lontarkan di siniar Antara TV pada Februari 2025 lalu soal penyediaan lapangan pekerjaan. Dia mengatakan pernyataannya itu dipotong oleh orang tak dikenal dan menjadi viral di media sosial.
Video yang dimaksud Saraswati tayang di siniar Antara TV dengan judul "Rahayu Saraswati Kupas Isu Perempuan hingga Kolaborasi Ekonomi Kreatif" yang tayang pada 28 Februari 2025. Video itu berdurasi 42 menit.
Menurut dia, potongan video yang kemudian dianggap menyakiti masyarakat ada di menit ke-25 hingga ke-27 dalam tayangan tersebut. P
ada intinya, ia meminta agar anak-anak muda tidak bergantung ke pemerintah dalam menyediakan lapangan pekerjaan. ANGELINA