Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Memahami PTSD dan Dampaknya terhadap Kehidupan Sehari-hari yang Sering Tidak Disadari

Imron Arlado • Minggu, 14 September 2025 | 22:49 WIB
Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) seringkali dipahami sebagai kondisi psikologis yang muncul setelah seseorang mengalami peristiwa traumatis, seperti kecelakaan,  sumber foto: pinterets
Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) seringkali dipahami sebagai kondisi psikologis yang muncul setelah seseorang mengalami peristiwa traumatis, seperti kecelakaan, sumber foto: pinterets

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) seringkali dipahami sebagai kondisi psikologis yang muncul setelah seseorang mengalami peristiwa traumatis, seperti kecelakaan, bencana alam, kekerasan, atau kehilangan orang tercinta. 

Namun, banyak yang tidak menyadari bahwa PTSD bukan hanya mempengaruhi pikiran dan emosi, tetapi juga dapat berdampak luas pada kehidupan sehari-hari. Gejala-gejalanya kerap hadir secara halus sehingga tidak selalu dikenali, baik oleh penderitanya sendiri maupun orang-orang di sekitarnya.

Salah satu dampak yang sering tidak disadari adalah perubahan pola tidur. Penderita PTSD bisa mengalami mimpi buruk berulang, sulit tidur nyenyak, atau insomnia.

Kondisi ini membuat mereka cepat lelah di siang hari, sulit berkonsentrasi, dan menurunkan produktivitas kerja maupun belajar. Pada akhirnya, kualitas hidup mereka menurun meski penyebab utamanya sering tidak langsung dikaitkan dengan PTSD.

Selain itu, perubahan perilaku sosial juga menjadi tanda yang sering tersembunyi. individu dengan PTSD mungkin menghindari tempat, orang, atau situasi tertentu yang mengingatkan mereka pada trauma.

Akibatnya, mereka tampak menarik diri dari pergaulan, kehilangan minat pada aktivitas yang dulu menyenangkan, bahkan kesulitan membangun hubungan yang sehat.

Hal ini bisa mempengaruhi kehidupan keluarga, pertemanan, hingga karier. Tidak jarang, penderita PTSD juga mengalami reaksi emosional yang intens. Mereka bisa menjadi lebih mudah marah, cemas, atau merasa terancam meski dalam situasi yang sebenarnya aman. 

 

Baca Juga: Kosmetik Halal hingga Wudu Friendly

 

Kondisi ini disebut hyperarousal, yaitu keadaan tubuh yang terus waspada seolah bahaya selalu mengintai. Dampaknya, mereka sulit merasa rileks, cepat stres, dan mengalami ketegangan fisik seperti sakit kepala atau nyeri otot.

Yang lebih sering terabaikan adalah dampak PTSD terhadap kesehatan fisik. Stres berkepanjangan akibat trauma dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh, meningkatkan risiko penyakit jantung, tekanan darah tinggi, hingga gangguan pencernaan. 

Hal ini menunjukkan bahwa trauma bukan hanya masalah psikologis, melainkan juga bisa menyerang tubuh secara menyeluruh. Tetapi, masih banyak orang yang tidak menyadari bahwa gejala-gejala tersebut bisa berakar dari pengalaman traumatis.

Beberapa menganggapnya sebagai sekedar lelah atau masalah pribadi, sehingga penderita PTSD kerap tidak mencari pertolongan profesional. Padahal, intervensi dini seperti konseling, terapi psikologis, atau dukungan sosial sangat penting untuk membantu pemulihan.



Tips Sederhana untuk Membantu Kehidupan Sehari-hari dengan PTSD

 

 

 

Memahami PTSD dan dampaknya yang kerap tersembunyi adalah langkah awal untuk meningkatkan kesadaran. Dengan pengetahuan yang lebih baik, kita bisa lebih peka terhadap tanda-tanda yang muncul, baik pada diri sendiri maupun orang lain. 

Dukungan berupa empati, kesabaran, dan dorongan untuk mencari bantuan profesional dapat menjadi kunci agar penderita PTSD mampu bangkit dan menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih tenang serta bermakna. AILEEN

 

Editor : Imron Arlado
#psikolog #traumatis #profesional #produktivitas #PTSD #insomnia #kesehatan fisik #Emosional #psikologis