Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Keluhan Abenk Marco Viral Terkait Sulitnya Mendapat Izin Pembangunan Masjid, Ini Tanggapan Dedi Mulyadi

Imron Arlado • Sabtu, 13 September 2025 | 02:52 WIB
Keluhan Abenk Marco Viral Terkait Sulitnya Mendapat Izin Pembangunan Masjid, Ini Tanggapan Dedi Mulyadi
Keluhan Abenk Marco Viral Terkait Sulitnya Mendapat Izin Pembangunan Masjid, Ini Tanggapan Dedi Mulyadi

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Video yang menampilkan pemain sinetron Preman Pensiun, Cecep Supriatna atau Abenk tengah viral di media sosial terkait curhatannya tentang pembangunan masjid.

Dalam video tersebut, Abenk mengeluhkan sulitnya mengurus perizinan pembangunan masjid wakaf di Kabupaten Garut.

“Betapa sulit dan susahnya mengurus perizinan PBG dan SLF untuk masjid wakaf yang dibangun di atas tanah wakaf di Kabupaten Garut, yang dimana lokasi kami sudah didatangi oleh @satpolppgarut,” ujar Abenk dalam unggahan video di akun Instagram pribadinya, Selasa (9/9/2025).

Pembangunan masjid di atas lahan wakaf seluas lebih dari 1.700 meter persegi itu telah mencapai sekitar 60% progres.

Namun, pengerjaannya terpaksa dihentikan sementara karena belum memiliki izin Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) serta Sertifikat Laik Fungsi (SLF).

 

 

Diketahui, lokasi masjid tersebut adalah hasil wakaf dari sutradara Aris Nugraha yang membeli lahan tersebut pada tahun 2022.

Lewat Yayasan ANP Amal, lahan tersebut diperuntukkan bagi pembangunan masjid, fasilitas pendidikan, serta berbagai aktivitas sosial dan keagamaan.

Hal yang menjadi perhatian adalah ketika Abenk sedang mengurus perizinan, akan tetapi ia mendapatkan pelayanan publik yang tidak professional. 

Pengurusan izin di Mal Pelayanan Publik (MPP) Garut dihadapkan pada loket yang kosong, petugas tidak hadir, hingga prosedur yang disampaikan tidak jelas.

Selain itu, untuk memantau perkembangan berkas, masyarakat wajib mendatangi langsung lokasi karena tidak disediakan layanan lewat telepon maupun hotline.

Situasi tersebut semakin menunjukkan bahwa pelayanan pemerintah masih terjerat birokrasi yang rumit.

 

 

“Di luar ekspektasi, ternyata begitu buruknya pelayanan publik di Kabupaten Garut, mulai dari sistem sampai para petugas outlet/counter Dinas PUPR yang jauh dari profesional,” tambahnya.

Berkat videonya yang viral di media sosial, mampu menarik perhatian Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Kang Dedi Mulyadi mengimbau Bupati Garut untuk lebih memperhatikan kebutuhan warga serta segera membenahi sistem pelayanan agar menjadi lebih praktis dan mudah dijangkau.

Melalui unggahannya di Instagram, KDM menuliskan “Mohon maaf untuk Kang @abenk_marco atas ketidaknyamanannya. Saya yakin bapak Bupati Garut @syakuramin dan Ibu Wakil Bupati Garut @putri. Karlina14 peka melihat dan menyelesaikan peristiwa ini. Hatur nuhun.”

Abenk pun membalas tanggapan KDM untuk mengucapkan terima kasih “Terima kasih Bapak atas perhatian dan kepeduliannya, semoga pelayanan publik di semua wilayah Jawa Barat khususnya di Kabupaten Garut segera dievaluasi dan diperbaiki, dan semakin baik untuk ke depannya, Amin yra.”

LINDA/Wulan

Editor : Imron Arlado
#bupati garut #dedi mulyadi #garut #pembangunan masjid #Abenk Marco