Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Mengatur Keuangan ala Generasi Sandwich Antara Tanggung Jawab Keluarga dan Pemenuhan Kebutuhan Pribadi

Imron Arlado • Jumat, 12 September 2025 | 01:35 WIB

 

Fenomena generasi sandwich belakangan semakin sering diperbincangkan. sumber foto: pinterets
Fenomena generasi sandwich belakangan semakin sering diperbincangkan. sumber foto: pinterets

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Fenomena generasi sandwich belakangan ini semakin sering diperbincangkan.

Istilah ini merujuk pada generasi yang berada di posisi terhimpit karena harus menanggung kebutuhan dua pihak sekaligus seperti orang tua di satu sisi, dan anak atau keluarga inti di sisi lainnya. 

Kondisi ini sering membuat generasi sandwich berada dalam tekanan finansial yang tidak ringan, karena pendapatan yang dimiliki harus dibagi ke berbagai pos.

Meskipun tampak berat, ada berbagai strategi yang bisa dilakukan generasi sandwich agar tetap mampu mengelola keuangan dengan bijaksana. Salah satunya adalah membuat prioritas kebutuhan.

Pos pengeluaran harus dibedakan antara kebutuhan primer, sekunder, dan tersier. Kebutuhan dasar seperti pangan, kesehatan, pendidikan, dan tempat tinggal wajib menjadi prioritas utama.

Sementara itu, pengeluaran gaya hidup atau keinginan pribadi sebaiknya ditunda atau dipangkas bila kondisi finansial sedang terbatas. Selain membuat prioritas, penting juga untuk memiliki perencanaan keuangan yang jelas dan disiplin.

Metode sederhana seperti 50-30-20 dapat diterapkan seperti 50% untuk kebutuhan pokok, 30% untuk keinginan atau gaya hidup, dan 20% untuk tabungan maupun investasi. Namun, bagi generasi sandwich, presentasi ini bisa disesuaikan.

Misalnya, jika tanggungan orang tua cukup besar, maka porsi gaya hidup dapat dikurangi agar tabungan tetap terjaga. Tabungan, sekecil apa pun, tetap penting sebagai “safety net” untuk menghadapi kondisi darurat.

 

Baca Juga: Proyek Irigasi Pakai Batu Kali

 

Tak kalah penting, generasi sandwich juga harus berani berkomunikasi terbuka dengan keluarga. Banyak yang merasa sungkan membicarakan keterbatasan finansial dengan orang tua, padahal komunikasi jujur bisa mencegah munculnya tekanan berlebihan. 

Orang tua perlu memahami bahwa anak mereka juga memiliki tanggung jawab lain. Begitu pula dengan pasangan, diskusi soal kondisi keuangan keluarga akan membantu menciptakan strategi bersama yang lebih sehat dan realistis.

Di sisi lain, generasi sandwich sebaiknya mulai mempertimbangkan sumber penghasilan tambahan. Era digital membuka banyak peluang baru, seperti pekerjaan freelance, bisnis online, hingga investasi skala kecil.

Dengan adanya pemasukan tambahan, beban keuangan tidak lagi sepenuhnya bertumpu pada satu sumber gaji bulanan. Diversifikasi penghasilan ini bisa menjadi jalan keluar untuk menjaga kestabilan finansial jangka panjang.

Tidak hanya soal finansial, ada aspek lain yang perlu diperhatikan, yaitu kesehatan mental. Tekanan sebagai generasi sandwich seringkali memicu stres, rasa bersalah, atau bahkan kelelahan emosional. 

Oleh karena itu, penting untuk memiliki waktu istirahat, melakukan hobi, atau bahkan mencari bantuan profesional bila diperlukan. Mengatur keuangan dengan baik memang penting, tetapi menjaga kesehatan mental agar tetap kuat dalam menjalani peran ini juga tidak kalah krusial.

 

Baca Juga: Dewan Dorong Inspektorat Koordinasi dengan APH

 

Menjadi generasi sandwich memang penuh tantangan, tetapi juga bisa menjadi kesempatan untuk belajar lebih disiplin, tangguh, dan kreatif dalam mengatur kehidupan finansial. 

Dengan perencanaan yang matang, komunikasi yang sehat, dan keberanian untuk mencari peluang baru. Generasi sandwich tetap bisa menyeimbangkan antara tanggung jawab keluarga dan kebutuhan pribadi. 

Pada akhirnya, mereka tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga bisa membangun pondasi keuangan yang lebih kokoh untuk masa depan. AILEEN

Editor : Imron Arlado
#mengelola keuangan #freelance #bisnis online #investasi #kesehatan mental #Generasi Sandwich #finansial #era digital