Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Kontroversi Besar di Pestapora 2025, Musisi Mundur karena Sponsor Freeport

Imron Arlado • Selasa, 9 September 2025 | 01:28 WIB

Pihak Pestapora menyampaikan permintaan maaf terbuka dalam akun instagram resminya
Pihak Pestapora menyampaikan permintaan maaf terbuka dalam akun instagram resminya

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Festival musik Pestapora 2025, yang semula diharapkan menjadi ajang perayaan musik terbesar tahun ini, justru didera kontroversi besar. Gelaran yang berlangsung sejak Jumat, 5 September 2025 itu diguncang isu sponsor setelah publik mengetahui adanya keterlibatan PT Freeport Indonesia sebagai salah satu pendukung acara.

Fakta tersebut pertama kali ramai diperbincangkan di media sosial sejak hari pertama penyelenggaraan. Sejumlah musisi dan pekerja seni memilih mundur dari festival tersebut karena menilai keterlibatan perusahaan tambang emas raksasa itu tidak sejalan dengan prinsip yang mereka junjung.

Gelombang kritik publik akhirnya membuat penyelenggara angkat bicara. Rizky Aulia atau Kiki Ucup, Direktur Festival Pestapora 2025, dalam unggahan video di akun Instagram resmi @pestapora menyampaikan permintaan maaf terbuka. 

Ia mengakui bahwa timnya lalai dalam menyeleksi mitra sponsor. 

“Per hari ini, Sabtu tanggal 6 September 2025, Pestapora telah memutus kerja sama dengan PT Freeport Indonesia. Kami menyadari betul kelalaian kami untuk bekerja sama dengan PT Freeport Indonesia,” ucapnya.

 

Baca Juga: Jejak Luka Freeport, Dari Sungai Tercemar hingga Kontroversi Pestapora 2025

 

“Pestapora memastikan untuk penyelenggaraan di hari kedua, 6 September 2025, dan hari ketiga, 7 September 2025, kami sudah tidak terikat dan terafiliasi dengan PT. Freeport Indonesia,” lanjut pengumuman itu.

Kiki Ucup juga mengatakan mereka tak lagi menerima aliran dana sepeser pun.

“Kami juga memastikan tidak akan ada presence PT Freeport Indonesia di pelaksanaan Pestapora 2025,” ujarnya.

Adapun ihwal dampak dari banyaknya band atau musisi yang batal tampil dari acara tersebut, Kiki Ucup mengatakan Pestapora akan tetap berjalan. Kontroversi sponsor ini membuat nama PT Freeport Indonesia kembali jadi sorotan.

Perusahaan yang mengelola tambang Grasberg di Papua tersebut bukanlah pemain baru dalam industri pertambangan global. Grasberg dikenal sebagai salah satu tambang emas dan tembaga terbesar di dunia.

 

Baca Juga: Meski Keadaan Belum Kondusif, Pestapora Umumkan Tetap Akan Menggelar Konser

 

Dalam perkembangannya, Freeport Indonesia dimiliki mayoritas oleh pemerintah Indonesia melalui MIND ID (sebelumnya Inalum) sebesar 51,23 persen, sementara sisanya sekitar 48,77 persen masih dipegang oleh Freeport-McMoRan, perusahaan tambang asal Amerika Serikat. 

Akuisisi saham mayoritas ini terjadi pada 2018, sekaligus mengubah status operasional perusahaan menjadi izin usaha pertambangan khusus (IUPK) yang berlaku hingga 2041. Sebagai bagian dari kewajiban IUPK, Freeport membangun smelter tembaga di kawasan industri Gresik, Jawa Timur. 

Smelter yang diresmikan pada Juni 2024 itu disebut sebagai fasilitas single-line terbesar di dunia dengan kapasitas input 1,7 juta ton konsentrat tembaga per tahun. Dari hasil pengolahan tersebut, Freeport mampu memproduksi ratusan ribu ton katoda tembaga, puluhan ton emas, serta ratusan ton perak setiap tahunnya. 

Meski pencapaiannya besar, operasional Freeport tak lepas dari kritik atas dampak lingkungan. Aktivitas pertambangan di Grasberg disebut menghasilkan limbah dalam jumlah masif yang berpotensi mencemari ekosistem di sekitar Papua.

Situasi inilah yang membuat kehadiran nama Freeport sebagai sponsor Pestapora dipandang tidak sejalan dengan citra festival musik yang mengedepankan kebebasan berekspresi, keberagaman, dan kreativitas. 

 

Baca Juga: Identitas Korban Mutilasi di Pacet Mojokerto Terungkap, Gadis Muda Asal Lamongan, Begini Cara Polisi Menguaknya

 

Publik menilai ada kontradiksi ketika ajang yang identik dengan semangat anak muda justru didukung oleh perusahaan tambang yang selama ini menuai pro dan kontra. Pestapora 2025 memang tetap berlangsung, tetapi jejak kontroversi ini akan selalu menjadi pengingat bahwa musik dan seni tidak bisa dilepaskan dari konteks sosial yang melingkupinya.

Tri Yulia Setyoningrum

 

Editor : Imron Arlado
#festival #Pestapora 2025 #musik indonesia #kontroversi #freeport