Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Krisis Industri Rokok: PHK Massal di Gudang Garam dan Dampaknya ke Rantai Sektor

Imron Arlado • Selasa, 9 September 2025 | 01:12 WIB
Krisis Industri Rokok: PHK Massal di Gudang Garam dan Dampaknya ke Rantai Sektor
Krisis Industri Rokok: PHK Massal di Gudang Garam dan Dampaknya ke Rantai Sektor

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Kabar pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang menimpa ratusan hingga ribuan karyawan PT Gudang Garam Tbk, perusahaan rokok terkemuka asal Kediri, Jawa Timur, menggemparkan publik pada awal September 2025.

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan momen haru, banyak karyawan mengenakan seragam perusahaan harus berpisah secara mendadak, sehingga  menimbulkan keprihatinan luas dari berbagai kalangan.

Dalam video viral tersebut, ratusan pekerja Gudang Garam tampak berkumpul di sebuah aula, mengenakan seragam merah dan biru yang menjadi ciri khas perusahaan.

 

 

Suasana penuh haru dan duka tampak saat pengumuman PHK disampaikan oleh manajemen, beberapa pekerja tampak menangis dan saling berpelukan sebagai tanda solidaritas perpisahan.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, menyatakan pihaknya tengah melakukan verifikasi kebenaran terkait isu PHK ini.

Menurut Said Iqbal, PHK massal ini mencerminkan tekanan berat yang tengah dihadapi industri rokok nasional.

Daya beli masyarakat yang menurun drastis akibat kondisi ekonomi yang tidak stabil turut menjadi faktor utama menurunnya permintaan produk rokok.

"Bila benar terjadi PHK di PT Gudang Garam, ini membuktikan daya beli masyarakat masih rendah, sehingga produksi rokok menurun," ujar Iqbal pada 7 September 2025.

 

 

Selain itu, kebijakan cukai yang semakin meningkat juga memperberat beban industri rokok legal, sementara maraknya peredaran rokok ilegal dengan harga jauh lebih murah turut menyulitkan persaingan perusahaan seperti Gudang Garam.

"Ditambah pajak cukai rokok makin mahal," tambahnya.

Dampak PHK ini bukan hanya dirasakan oleh pekerja pabrik rokok saja, tetapi juga berpotensi meluas ke rantai sektor lain yang berkaitan.

Buruh tembakau, pekerja logistik, sopir, pedagang kecil, dan bahkan pemilik rumah kontrakan yang menyewa kepada para pekerja diperkirakan akan merasakan dampak dari gelombang PHK ini.

"Bisa jadi ratusan ribu buruh berpotensi kehilangan pekerjaan," katanya.

 

 

Said Iqbal pun mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk segera turun tangan dan memberikan solusi guna menyelamatkan industri rokok nasional sembari tetap menjaga kampanye kesehatan masyarakat.

"Pemerintah pusat dan daerah harus turun tangan. Tapi jangan seperti kasus PHK Sritex yang hanya janji manis, THR saja tidak dibayar," jelasnya.

Namun demikian, masih ada penyangkalan dari beberapa mitra perusahaan di wilayah lain seperti Tuban yang menyatakan belum terjadi PHK massal di pabrik mereka.

"Kami baru mendapat informasi adanya PHK buruh rokok di PT Gudang Garam. Saat ini kami akan melakukan pengecekan lebih lanjut," ungkap Said.

Ini menambah ketidakjelasan informasi, karena hingga kini pihak manajemen Gudang Garam belum memberikan konfirmasi resmi terkait kebenaran isu PHK massal tersebut. Wulandari/Linda

Editor : Imron Arlado
#phk massal #gudang garam #phk massal buruh gudang garam #pabrik #dampak