Dia diringkus di rumah kos yang berada di Jalan Lidah Wetan Gang 1, Lakarsantri, Surabaya. Detik-detik penangkapan pelaku pembunuhan mutilasi diungkapkan Ketua RT 01 RW 01 Lidah Wetan Surabaya, Heru.
"Minggu (7/9) sekitar jam 1 pagi, polisi datang untuk melakukan penangkapan pelaku mutilasi. RT diajak untuk menyaksikan penangkapan pelaku yang berada di lokasi. Pelaku langsung ditangkap," ujar Heru, Minggu (7/9) sebagaimana dilansir JawaPos.com.
Selama proses penangkapan, Heru tidak ikut masuk ke dalam kos, dia hanya melihat aktivitas anggota Polres Mojokerto dari luar kos dua lantai tersebut. Tak lama kemudian, dia melihat kalau pelaku dibawa ke mobil milik polisi.
"Saya nggak ikut masuk ke dalam, pelaku langsung digiring ke mobil. Beberapa polisi lain keluar membawa 1 kresek hitam tanggung. Nggak tahu berisi apa. Apakah barang bukti atau potongan tubuh," sambung Heru.
Anggota Polres Mojokerto lantas mengkonfirmasi bahwa pelaku pembunuhan mutilasi sudah ditangkap. Mereka juga meminta agar masyarakat tidak membuka police line, karena masih ada penyidikan.
Ketika ditanya terkait hubungan pelaku dan korban, Heru menuturkan bahwa kabar di masyarakat menyebut keduanya pasangan nikah siri. Namun hingga kini, Heru belum menerima identitas keduanya.
"Penduduk baru sekitar 5 bulan, masuk (ke rumah kos) sejak April 2025. Alvin belum pernah minta surat domisili, KTP dan surat-surat ditunda, dikabarkan juga nikah siri, karena saya belum dapat surat," imbuh Heru.
Heru juga mengaku belum pernah berinteraksi dengan pelaku. Di masyarakat, pelaku dikenal sebagai pribadi yang pendiam dan tidak bergaul dengan sosial. Beberapa kali, warga melihat pelaku mengenakan jaket driver online.
"Saya nggak pernah interaksi dengan pelaku. Infonya memang driver ojek online. Biasanya beli makan di warung, cenderung pendiam dan jarang bergaul," tutur Heru.
Sebelumnya, seorang warga Desa Pacet, Suliswanto, 35, dikejutkan dengan potongan telapak kaki kiri manusia, berukuran sekitar 20 sentimeter di semak-semak rerumputan, Sabtu (7/9) sekitar pukul 10.40 WIB.
Saat itu, Suliswanto sedang mencari rumput. Temuan tersebut menggegerkan warga Mojokerto dan sekitarnya. "Jadi setelah lihat potongan yang ada dagingnya sedikit itu terus nemu potongan kaki," ujar Suliswanto.
Polisi mencatat, ada 66 potongan tubuh yang ditemukan, mulai dari jaringan otok, lemak, telapak kaki, pergelangan tangan, hingga kulit kepala, lengkap dengan rambut, dengan panjang rata-rata 14 sentimeter.
Editor : Fendy Hermansyah