JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Ribuan mahasiswa dan elemen masyarakat turun ke jalan menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (5/9).
Massa membawa ''17+8 Tuntutan Rakyat'' sebagai bentuk desakan keras terhadap DPR yang dianggap gagal merespons berbagai persoalan mendesak, mulai dari kebijakan politik dan ekonomi, hingga isu kesejahteraan publik.
Dalam aksi yang berlangsung sejak siang, para demonstran bergantian menyampaikan orasi, membentangkan spanduk, serta menyerukan agar DPR tidak lagi menutup mata terhadap suara rakyat.
Mereka menilai kinerja parlemen belakangan ini lebih banyak terjebak dalam kepentingan politik praktis, alih-alih memperjuangkan kebutuhan masyarakat luas.
Baca Juga: Doa Maulid Nabi: Simbol Cinta dan Harapan Umat untuk Kelestarian Alam dan Negeri
Dalam orasinya, massa menegaskan bahwa 17+8 Tuntutan Rakyat bukan hanya slogan simbolis, melainkan representasi nyata dari keresahan publik atas kinerja DPR.
Mereka menilai lembaga legislatif itu kerap mengabaikan aspirasi masyarakat dan lebih sibuk mengurus kepentingan politik internal.
Fungsi legislasi dan pengawasan yang seharusnya dijalankan demi kepentingan rakyat, menurut para demonstran, justru sering dilemahkan atau dijalankan setengah hati.
Aparat kepolisian terlihat bersiaga ketat di sekitar kompleks DPR dengan membentuk barisan pengamanan berlapis serta menyiagakan sejumlah kendaraan taktis di pintu-pintu utama.
Pengawasan juga diperketat dengan penjagaan personel berseragam lengkap di beberapa titik strategis sekitar Senayan.
Baca Juga: 44 Pramuka Penegak Garuda Gugus Depan SMA eLKISI Pungging Kwarcab Mojokerto Dilantik
Meski sempat terjadi ketegangan kecil berupa dorong-dorongan antara massa dan aparat, situasi berangsur terkendali. Aksi lebih banyak diwarnai orasi, nyanyian perjuangan, dan pengibaran spanduk yang memuat tuntutan.
Hingga malam hari, massa masih bertahan di sekitar Gedung DPR RI sambil menunggu adanya perwakilan dewan yang bersedia menemui mereka. Namun hingga berita ini diturunkan, pihak DPR belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait aksi tersebut.
Beberapa fraksi disebut tengah menyiapkan rapat internal untuk membahas respons terhadap tuntutan yang disuarakan demonstran.
Sementara itu, koordinator aksi menegaskan bahwa gelombang protes tidak akan berhenti sampai aspirasi benar-benar ditindaklanjuti secara nyata oleh DPR. BINTANG PURNAMA/FADYA
Editor : Imron Arlado