Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Doa Maulid Nabi: Simbol Cinta dan Harapan Umat untuk Kelestarian Alam dan Negeri

Imron Arlado • Sabtu, 6 September 2025 | 01:11 WIB
Doa Maulid Nabi: Simbol Cinta dan Harapan Umat untuk Kelestarian Alam dan Negeri
Doa Maulid Nabi: Simbol Cinta dan Harapan Umat untuk Kelestarian Alam dan Negeri

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Setiap tahun, umat islam di seluruh dunia memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai sebuah kesempatan untuk mengingat hari lahir Rasulallah yang menyebarkan ajaran Islam ke dunia.

Salah satu amalan yang paling penting dalam memperingati Maulid Nabi adalah membaca doa Maulid Nabi sebagai ungkapan rasa terima kasih, bentuk Syukur, penghormatan dan permohonan berkah dari Allah SWT.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi pada tahun ini mengangkat tema Ekoteologi Keteladanan Nabi Muhammad SAW untuk menjaga Kelestarian Bumi dan Negeri.

“Kami ingin ada transformasi dari sebuah teologi yang selama ini lebih menonjolkan Tuhan maskulin, sementara semua agama memandang Tuhan sebagai Maha Pengasih, Maha Penyayang, dan Maha Pencinta,” kata Nasaruddin.

 

 

Doa Maulid Nabi bukan sekadar bacaan, melainkan lambang cinta dan penghormatan umat kepada Rasulullah. Dalam doa tersebut, umat memohon agar diberikan kekuatan untuk meneladani akhlak mulia Nabi Muhammad, dan agar selalu mendapat rahmat dan hidayah dari Allah.

Berikut beberapa doa yang bisa dibaca dalam peringatan Maulid Nabi:

الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ لَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَّلَمْ يَكُنْ لَّهٗ شَرِيْكٌ فِى الْمُلْكِ وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ وَلِيٌّ مِّنَ الذُّلِّ وَكَبِّرْهُ تَكْبِيْرًا

Al-ḥamdu lillāhilladzī lam yattakhidz waladan wa lam yakun lahu syarīkun fil-mulki wa lam yakun lahu waliyyum-minadz-dzulli wa kabbirhu takbīrā.

Artinya: Segala puji bagi Allah yang tidak mempunyai anak dan tidak (pula) mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia tidak memerlukan penolong dari kehinaan dan agungkanlah Dia seagung-agungnya. (QS Al-Isra': 111).

 

 

للّٰهُمَّ صَلِّ صَلَاةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلَامًا تَامًّا عَلىٰ سَيِّدِنَا مُحَــمَّدِ الَّذِيْ تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضٰى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلىٰ اٰلِهِ وِصَحْبِهِ فِيْ كُلِّ لَمْحَةٍ وَ نَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ

Allahumma shalli shalatan kamilatan wa sallim salaman tamman ala sayyidina Muhammadinil-ladzi tanḫallu bihil-uqadu wa tanfariju bihil-kurabu wa tuqdla bihil-ḫawaju wa tunalu bihir-ragha'ibu wa husnul-khawatimi wa yustasqal-ghamamu biwajhihil-karimi wa ala alihi wa shahbihi fî kulli lamhatin wa nafasin biadadi kulli ma`lumilak(a").

Artinya: Ya Allah, limpahkanlah shalawat yang sempurna dan curahkanlah salam kesejahteraan yang penuh kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengan sebab beliau semua kesulitan dapat terpecahkan, semua kesusahan dapat dilenyapkan, semua keperluan dapat terpenuhi, dan semua yang didambakan serta husnul khatimah dapat diraih, dan berkat dirinya yang mulia hujanpun turun, dan semoga terlimpahkan kepada keluarganya serta para sahabatnya, di setiap detik dan hembusan nafas sebanyak bilangan semua yang diketahui oleh Engkau. (Shalawat Nariyah).

 

 

Dalam perayaan Maulid, doa juga menjadi momen refleksi spiritual yang mengingatkan umat Islam untuk memperkuat iman, ketaqwaan, dan menghidupkan sunnah Nabi dalam kehidupan sehari-hari.

Di sejumlah daerah, doa bersama diisi dengan harapan agar persaudaraan tetap terjaga, negeri menjadi aman dan diberkahi, serta dimudahkan jalan meraih syafaat Nabi di hari kiamat. Wulandari

Editor : Imron Arlado
#maulid nabi #nasaruddin umar #kelestarian alam #mentri agama #Maulid Nabi Muhamad SAW