Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Hijau dan Pink Warnai Aksi, #ResetIndonesia Jadi Simbol Perlawanan Rakyat

Imron Arlado • Kamis, 4 September 2025 | 04:24 WIB

Apa makna tagar #ResetIndonesia?
Apa makna tagar #ResetIndonesia?

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Jagat media sosial Indonesia dalam beberapa hari terakhir diramaikan oleh munculnya tagar #ResetIndonesia. Awalnya digaungkan oleh sejumlah musisi Tanah Air, kini tagar tersebut menjelma menjadi seruan nasional yang diikuti oleh warganet, influencer, hingga tokoh publik. 

Saat ini, Indonesia sedang dihadapkan oleh gelombang protes dan kekecewaan warga yang menilai sistem pemerintahan cukup bermasalah. Keresahan masyarakat terhadap kebijakan yang dinilai tidak adil, kemudian menghasilkan sebuah gerakan lewat tagar #ResetIndonesia. 

Tagar #ResetIndonesia tidak hanya menjadi ajang pelampiasan kekecewaan, tetapi juga simbol desakan untuk “mengatur ulang” sistem pemerintahan. Warganet menggunakan warna hijau dan pink dalam unggahan mereka.

Warna hijau atau Hero Green merepresentasikan jaket ojek online Affan Kurniawan, korban yang tewas tertabrak kendaraan taktis saat demonstrasi. Sementara warna pink atau Brave Pink melambangkan solidaritas perempuan, salah satunya sosok Ibu Ana yang berada di garis depan aksi massa. 

Gerakan ini muncul sebagai bentuk desakan masyarakat agar terjadi penataan ulang (reset) pada lembaga-lembaga negara yang dinilai tidak berjalan adil atau tidak berpihak pada rakyat. 

 

Baca Juga: Catat! Berikut Jadwal Lengkap Timnas Indonesia U-23 di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

 

Aksi tersebut seolah sejalan dengan kondisi bangsa sekarang yang masih diwarnai gelombang protes terhadap kebijakan maupun sistem pemerintah. Karena adanya kecenderungan merugikan rakyat kecil.

Lembaga yang menjadi sorotan antara lain DPR, MPR, Polri, Kejaksaan, Mahkamah Konstitusi, kementerian dan institusi pemerintah lainnya. Para musisi Indonesia turut memegang peran penting dalam menyuarakan keresahan ini.

Nama-nama seperti Hindia (Baskara Putra), Iqbaal Ramadhan, Dipha Barus, Efek Rumah Kaca, Endah N Rhesa, Reality Club, dan Mocca terang-terangan mendukung gerakan ini lewat media sosial. 

Mereka mengajak masyarakat menyalurkan aspirasi secara damai serta menghindari tindakan anarkis yang bisa merusak tujuan perjuangan. Seiring ramainya tagar di dunia maya, aksi demonstrasi di dunia nyata pun semakin meluas.

Tragedi meninggalnya Affan Kurniawan menjadi pemantik utama. Ribuan orang turun ke jalan di Jakarta, Bandung, Surabaya, Makassar, hingga kota-kota lain. Beberapa aksi awalnya berlangsung damai, namun di sejumlah daerah terjadi bentrokan antara massa dan aparat. 

 

Baca Juga: Tuntutan 17+8 Jadi Simbol Baru Gerakan Perlawanan Rakyat, Apa Saja Isinya?

 

Sejumlah gedung DPRD, kantor polisi, hingga fasilitas umum dilaporkan rusak atau dibakar oknum provokator saat demo terjadi. Aparat keamanan membalas dengan gas air mata dan penangkapan besar-besaran.

Data sementara menunjukkan sedikitnya 7 hingga 8 orang meninggal dunia dan ratusan terluka. Organisasi HAM nasional mendesak dilakukan investigasi terhadap dugaan pelanggaran HAM oleh aparat. 

Presiden Prabowo Subianto akhirnya mengambil langkah merespons tekanan publik. Salah satu kebijakan yang diumumkan adalah pengurangan fasilitas parlemen, termasuk pembatalan sebagian tunjangan. 

Namun, langkah ini belum cukup memuaskan. Publik menilai masalah bukan sekadar soal uang tunjangan, melainkan menyangkut transparansi, integritas, dan keberpihakan pemerintah pada rakyat kecil. 

Tagar ini mencerminkan kesadaran baru masyarakat Indonesia bahwa perubahan besar hanya bisa lahir dari keberanian rakyat untuk bersuara. #ResetIndonesia bukan sekadar tren daring, melainkan seruan moral agar negara benar-benar kembali berpihak pada rakyat.

 

Baca Juga: Fenomena Coffee Shop di Era Gen Z: Simbol Gaya Hidup dan Produktivitas Modern

 

Tri Yulia Setyoningrum

 

Editor : Imron Arlado
#solidaritas #reset indonesia #gerakan sosial #Aksi Rakyat #Perlawanan