Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Affan Kurniawan Tewas di Demo Jakarta, Publik Gaungkan ACAB dan 1312

Imron Arlado • Rabu, 3 September 2025 | 23:24 WIB

Apa sebenarnya makna ACAB dan 1312?
Apa sebenarnya makna ACAB dan 1312?

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Gelombang demonstrasi besar terjadi di Jakarta pada Kamis (28/8/2025) dan berlanjut hingga Jumat (29/8/2025). Aksi yang awalnya dipicu tuntutan buruh berujung ricuh setelah seorang pengemudi ojek online bernama Affan Kurniawantewas dilindas kendaraan taktis Korps Brigade Mobil (Brimob) Kepolisian RI. 

Massa aksi di kota lain kemudian ikut turun ke jalan, setelah demo buruh di Jakarta memakan korban. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo langsung mendatangi keluarga korban di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). 

Di hadapan media, ia menyampaikan permintaan maaf. 

“Tentunya, saya minta maaf kepada seluruh keluarga besar ojol dan masyarakat atas musibah serta peristiwa yang terjadi,” ujarnya.

 

Baca Juga: Gedung Grahadi Surabaya Terbakar dan Dijarah Massa, Warisan Budaya Terancam

 

Kejadian itu membuat kemarahan publik mencuat terhadap kepolisian. Di jalanan hingga media sosial kemudian menggema kode ACAB dan 1312 yang terus digaungkan saat demo berlangsung.

Kedua istilah ini menjadi simbol perlawanan yang banyak digunakan warganet untuk mengekspresikan kekecewaan terhadap aparat kepolisian. Lalu apa itu ACAB dan 1312?

ACAB merupakan akronim dari frasa bahasa Inggris “All Cops Are Bastards”, yang secara bebas diterjemahkan berarti “semua polisi adalah bajingan.” 

Ungkapan ini bukan fenomena baru. Menurut laporan GQ Magazine, istilah ACAB sudah muncul di Inggris sejak awal abad ke-20 sebagai jargon kaum buruh yang berkonflik dengan aparat. 

Pada dekade 1940-an, tahanan di Inggris kerap menuliskan “ACAB” di pakaian penjara. Istilah ini kemudian populer dalam subkultur punk dan skinhead pada 1970–1980-an. Seiring waktu, ACAB menjadi slogan global dalam setiap aksi protes yang melibatkan kritik terhadap polisi. 

 

Baca Juga: Mendadak! Pemkab Mojokerto Keluarkan Edaran bagi Ribuan ASN, Atur Ketentuan Pemakaian Mobdin hingga Seragam Dinas hingga Empat Hari Mendatang

 

Meski bernada keras, makna yang terkandung di dalamnya lebih ditujukan pada institusi kepolisian yang dianggap sering bertindak represif, bukan semata individu per individu. Tren penggunaan ACAB di media sosial saat ini juga bersamaan dengan munculnya penggunaan angka 1312 untuk mengutuk aksi kekerasan polisi. 

ACAB dan 1312 sejatinya memiliki arti yang sama. Rangkaian angka 1312 merupakan bentuk numerik dari akronim ACAB. Maksudnya, angka 1 melambangkan huruf A, angka 2 untuk huruf B, dan angka 3 melambangkan huruf C.

Penggunaan angka dinilai lebih aman dan kerap dipakai sebagai bentuk “kamuflase” agar tidak mudah disensor atau dipidana ketika slogan ACAB dilarang secara terbuka. ACAB dan 1312 ditujukan untuk oknum-oknum kepolisian yang terus menggunakan kekerasan dan tindakan semena-mena terhadap para pendemo.

Di Indonesia sendiri, penggunaan ACAB dan 1312 sudah beberapa kali terlihat dalam aksi-aksi jalanan. Salah satunya pada demonstrasi mahasiswa di Yogyakarta, Maret 2025, di mana grafiti bertuliskan kode tersebut ditemukan di dinding gedung DPRD DIY.

 

Baca Juga: Berikut Deretan Pemain Timnas Indonesia U-23 yang Dipanggil Jelang Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

 

Tragedi tewasnya Affan Kurniawan dalam unjuk rasa Jakarta menjadi catatan kelam hubungan antara masyarakat dan aparat kepolisian. Di dunia nyata, ratusan orang turun ke jalan.

Sementara di dunia maya, jutaan warganet menyuarakan kemarahan mereka dengan simbol-simbol ACAB dan 1312.

Tri Yulia Setyoningrum






Editor : Imron Arlado
#Affan Kurniawan #acab #demo jakarta #1312