Jawa Pos Radar Mojokerto - Polemik baru melanda program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah adanya dugaan bahwa nampan atau pelat makanan yang dipakai dalam program ini mengandung lemak babi. Masalah ini menimbulkan kecemasan di masyarakat dan mendorong pemerintah untuk segera melaksanakan serangkaian pemeriksaan.
Berita ini dimulai dari pengamatan media terhadap beberapa pabrik di Chaoshan, Guangdong, China, yang diketahui memproduksi nampan makanan serupa. Dalam laporan penyelidikan itu terungkap indikasi bahwa bahan-bahan yang digunakan tidak sepenuhnya memenuhi standar.
Ditemukan juga dugaan adanya praktik penempelan label palsu bertuliskan “Made in Indonesia” serta lambang SNI. Temuan ini menyebabkan munculnya spekulasi bahwa ada unsur minyak babi dalam proses pembuatan produk.
Editor : Imron Arlado