Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Duka di Jalan Proklamasi: Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob, Gelombang Protes Membara

Imron Arlado • Minggu, 31 Agustus 2025 | 23:36 WIB
Jenazah Affan Kurniawan, Korban Keganasan Mobil Taktis Brimob.
Jenazah Affan Kurniawan, Korban Keganasan Mobil Taktis Brimob.

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Suasana demonstrasi di depan Gedung DPR RI mendadak berubah menjadi lautan duka. Seorang pengemudi ojek online bernama Affan Kurniawan dinayatakan meregang nyawa setelah tubuhnya terlindas kendaraan taktis Brimob pada Kamis (28/8). 

Tragedi mengenaskan itu seketika menyulut kemarahan publik dan memicu gelombang protes yang menjalar cepat ke berbagai kota, dari Jakarta, Yogyakarta, hingga Surabaya. 

Di jalanan, teriakan tuntutan keadilan bergema, sementara di ruang-ruang maya solidaritas nasional terus membesar, menjadikan nama Affans sebagai simbol baru perlawanan rakyat terhadap arogansi kekuasaan.

Ribuan pengemudi ojek online dari berbagai penjuru Jakarta berbondong-bondong mengiringi kepergian Affan menuju peristirahatan terakhir di TPU Karet Bivak.

Isak tangis keluarga pecah di tengah barisan hijau jaket ojol yang memenuhi jalan, sementara deru klakson bergema sebagai tanda duka sekaligus perlawanan.

 

Baca Juga: Stop Normalisasi Hamil di Luar Nikah, Tegaskan Menjaga Moral dan Masa Depan Generasi

 

Prosesi pemakaman itu menjelma pawai solidaritas, mengubah kesedihan pribadi menjadi luka kolektif.

Dari gang-gang sempit ibu kota hingga jagat maya yang penuh amarah, nama Affan menjelma ikon perlawanan terhadap arogansi aparat dan simbol betapa nyawa rakyat kecil tak boleh lagi dipandang sebelah mata.

Di tengah gelombang amarah yang kian membara, Kapolri akhirnya angkat bicara. Ia menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga korban sekaligus mengumumkan bahwa tujuh anggota Brimob telah diperiksa secara intensif.

Meski demikian, pernyataan itu tak mampu meredakan bara di hati publik. Bagi masyarakat, tragedi yang merenggut nyawa Affan jauh dari sekadar “kecelakaan tugas”.

Ia dipandang sebagai cermin retak hubungan rakyat dengan aparat, sebuah potret buram yang selama ini dipendam, dan kini pecah ke permukaan dengan luka yang begitu nyata.

Gelombang solidaritas kian meluas tanpa terbendung. Dari Yogyakarta, Bandung, hingga sejumlah kota lainnya, mahasiswa berbaur dengan komunitas ojol untuk menyuarakan kemarahan yang sama.

Mereka membawa poster bergambar wajah Affan, menjadikannya simbol perlawanan sekaligus pengingat bahwa tragedi itu bukan sekadar kehilangan seorang pengemudi. 

 

Baca Juga: Jelang FIFA Matchday September 2025, PSSI Menyatakan Kuwait Mundur Melawan Indonesia

 

Jalanan dipenuhi teriakan lantang menuntut keadilan, sementara di jagat maya tagar #PolisiPembunuhRakyat terus menggema, menembus sekat ruang dan waktu.

Perlahan namun pasti, kisah Affan menjelma menjadi jeritan nasional—suara kolektif yang menuntut agar nyawa rakyat kecil tidak lagi terabaikan oleh kekuasaan.

Kian hari, gelombang protes yang membesar mulai menekan jantung kekuasaan. Pemerintah dipaksa menghadapi desakan dari berbagai arah seperti tokoh politik, aktivis, hingga organisasi masyarakat sipil yang bersatu menuntut investigasi independen dan transparan. 

Bagi mereka, tanpa langkah nyata yang berani dan terbuka, tragedi Affan hanya akan menjadi catatan tambahan dalam daftar panjang kekerasan aparat yang tak pernah tuntas.

Lebih dari itu, pembiaran semacam ini dianggap berbahaya, karena perlahan mengikis kepercayaan publik terhadap negara dan melemahkan legitimasi moral aparat di mata rakyat.

 

Baca Juga: DPR Ketok Palu, Indonesia Kini Punya Kementerian Haji dan Umrah

 

Rumah duka dipenuhi suasana haru yang tak kunjung reda. Isak tangis keluarga terus menggema, pecah dalam pelukan duka yang mendalam.

Affan Kurniawan merupakan kelahiran 2004 dan berstatus belum menikah. Affan bekerja sebagai ojek online untuk membantu kebutuhan hidup keluarganya yang saat ini masih tinggal bersama di sebuah kontrakan. 

Sosok tulang punggung keluarga itu kini tinggal kenangan. Di luar rumah, rekan-rekan seprofesi berdiri dengan wajah muram, merasakan perih kehilangan seorang sahabat seperjuangan yang setiap hari berbagi jalan dan nasib. 

Bagi mereka, Affan bukan sekadar korban, melainkan simbol betapa rapuhnya perlindungan terhadap rakyat kecil yang hidup dan mati di atas aspal jalan raya.

Sejumlah pengamat memandang tragedi ini bukan sekadar insiden tragis, melainkan potensi titik balik dalam relasi rakyat dan aparat.

Mereka menilai, jika desakan keadilan terus diabaikan, gelombang protes yang awalnya dipicu oleh solidaritas komunitas ojol bisa menjelma gerakan sosial yang jauh lebih besar dan tak mudah dibendung. 

Kasus Affan di mata publik telah berubah menjadi alarm keras, peringatan bahwa demokrasi hanya bisa bertahan apabila negara benar-benar berpihak pada rakyat, bukan sekadar menjadikan mereka korban dari kekuasaan yang tak terkendali.

 

Baca Juga: Cara Merawat Rambut yang Benar Agar Menjadi Lebih Sehat dan Berkilau

 

Kini, nama Affan Kurniawan tak lagi sekadar terukir di batu nisan pemakaman, melainkan juga di hati dan ingatan publik sebagai simbol perlawanan terhadap ketidakadilan. Kisahnya menjalar dari jalanan hingga ruang-ruang media sosial, merangkai solidaritas lintas profesi dan lapisan masyarakat. 

Kehilangan seorang pengemudi ojol sederhana berubah menjadi pengingat pahit bahwa nyawa rakyat kecil seharusnya lebih berharga daripada arogansi kekuasaan yang membabi buta. 

Tragedi ini pada akhirnya bukan hanya cerita duka keluarga, melainkan cermin besar bagi bangsa: Apakah keberanian rakyat akan benar-benar bersambut dengan keberpihakan negara atau justru dibiarkan kembali terkubur, redup bersama nama Affan di tanah peristirahatan terakhirnya.

BINTANG PURNAMA/Linda

Editor : Imron Arlado
#brimob #Affan Kurniawan #ojek online #demo #protes