Jawa Pos Radar Mojokerto – Kebijakan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) terbaru mulai berlaku pada 22 Agustus 2025 di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Indonesia.
Beberapa jenis BBM non-subsidi mengalami penurunan harga yang cukup signifikan, khususnya pada produk Pertamax dan variannya.
Harga Pertamax turun menjadi Rp12.200 per liter dari sebelumnya Rp12.500 per liter.
Sementara itu, Pertamax Turbo dengan nilai oktan lebih tinggi turun dari Rp13.500 menjadi Rp13.200 per liter.
Pertamax Green yang juga merupakan produk unggulan turun harga menjadi Rp13.000 per liter dari harga sebelumnya Rp13.250 per liter.
Namun, di sisi lain terdapat juga kenaikan harga pada beberapa jenis BBM diesel, seperti Dexlite dan Pertamina Dex.
Harga Dexlite naik menjadi Rp13.850 per liter dari Rp13.320 sebelumnya, sementara harga Pertamina Dex naik menjadi Rp14.150 per liter dari Rp13.650 per liter.
Perubahan ini menunjukkan adanya perbedaan penyesuaian harga untuk BBM bensin dan diesel yang disesuaikan dengan perkembangan pasar, harga minyak dunia, serta nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Sementara itu, harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar tetap stabil dan dijual dengan harga Rp10.000 dan Rp6.800 per liter, masing-masing.
Baca Juga: Jelang FIFA Matchday September 2025, PSSI Menyatakan Kuwait Mundur Melawan Indonesia
Kebijakan ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam menjaga kestabilan harga BBM subsidi untuk melindungi daya beli masyarakat, terutama pengendara kendaraan pribadi dan sektor transportasi yang sangat bergantung pada BBM subsidi.
Penyesuaian harga ini juga berlaku secara nasional dan diikuti oleh beberapa merek BBM selain Pertamina, seperti Shell, Vivo, dan BP.
Contohnya seperti Shell Super dan Shell V-Power yang juga mengalami penurunan harga, sejalan dengan tren penyesuaian harga BBM non-subsidi di Indonesia.
Selain penyesuaian harga, Pertamina juga memberikan promo khusus untuk konsumen dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80.
Melalui aplikasi MyPertamina, konsumen yang membeli Pertamina Dex dapat menikmati diskon Rp300 per liter dengan pembelian minimal Rp250 ribu, berlaku untuk 5.000 konsumen pertama hingga akhir Agustus 2025.
Promo ini memberikan sedikit keringanan bagi masyarakat, meskipun harga diesel naik.
Perubahan harga BBM ini dipengaruhi oleh dinamika pasar energi global, terutama fluktuasi harga minyak mentah dunia, serta pergerakan nilai tukar rupiah.
Oleh sebab itu, penyesuaian harga BBM di Indonesia bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu berdasarkan kondisi pasar.
Pengguna kendaraan bermotor di seluruh Indonesia diimbau untuk selalu memantau perkembangan harga BBM agar dapat mengatur kebutuhan bahan bakar dan anggaran transportasi dengan lebih baik.
Dengan adanya penurunan harga pada beberapa jenis BBM, masyarakat dapat merasakan sedikit keringanan biaya.
Meskipun demikian, perubahan harga yang berbeda-beda pada setiap jenis BBM juga harus diperhatikan.
Secara keseluruhan, kebijakan ini menunjukkan langkah pemerintah dan Pertamina dalam menyesuaikan harga BBM sesuai dengan kondisi pasar global dan menjaga kestabilan harga bagi konsumen, terutama yang menggunakan BBM bersubsidi.
Devi/Linda
Editor : Imron Arlado