JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Kondisi macet yang kerap kali terjadi di daerah Bintaro tentu saja mencuri perhatian publik setelah Nafa Urbach, seorang anggota DPR dari Fraksi NasDem, yang mendukung adanya pemberian tunjangan rumah untuk anggota DPR.
Hal tersebut memicu kesulitan yang dialaminya yaitu kemacetan parah ketika ia berangkat ke kantor DPR/MPR di Senayan dari rumahnya yang berada di Bintaro, di lain sisi, aktor senior Adriyan Maulana menanggapi kemacetan tersebut dengan caara yang berbeda.
Adriyan Maulana memposting sebuah video tutorial bagaimana cara berangkat kerja dari Bintaro menggunakan KRL, Adriyan memberikan solusi yang praktis untuk menghadapi kemacetan.
Nafa Urbach menjabarkan bahwa tunjangan rumah yang selama ini telah menjadi kontroversi merupakan sebuah kompensasi atas hilangnya fasilitas rumah dinas bagi anggora DPR.
Nafa mengatakan bahwa tidak seluruh anggota DPR berasal dari Kota Jakarta, banyak dari mereka yang harus mengontrak sebuah rumah di sekitar Senayan untuk mempermudah akses bekerja.
Nafa mengatakan bahwa perjalanan dari Bintaro sangatlah macet sehingga memakan banyak waktu untuk enuju ke kantor, hingga disebutkan sekitar setengah jam masih saja terjebak macet.
Oleh karena itu, menurutnya tunjangan rumah sangat penting untuk kompensasi biaya mengontrak dan mempermudah mobilitasanggota DPR.
Menanggapi keluhan keluhan Nafa, Adriyan Maulana membagikan sebuah postingan tutorial berangkat kerja dari Bintaro ke daerah Palmerah menggunakan transportasi umum Comuter Line (KRL).
Dalam video yang diunggahnya menunjukkan bahwa sebuah fasilitas umum yang cenderung murah dan bebas macet merupakan sebuah solusi yang cerdas untuk mengatasi dan menghindari sebuah kemacetan, Adriyan menunjukkan bahwa ongkos yang diperlukan dalam sehari jika menaiki KRL hanyalah Rp6.000 saja.
Postingan Adriyan dianggap sebagai sebuah sindiran halus untuk keluhan yang dilayangkan oleh Nafa Urbach, bukan sekadar sindiran, namun postingan tersebut juga memberikan solusi untuk keluhan tersebut.
Keluhan Nafa menyebabkan pro kontra bagi publik, ada sebagian yang setuju bahwa tunjangan rumah dapat meringankan tugas DPR, namun juga ada yang membantah bahkan mengkritik dikarenakan anggota DPR dianggap kurang peka terhadap situasi dan kondisi masyarakat yang juga mengalami kondisi yang sama tanpa kendaraan khusus seperti mobil pribadi, serta harus berjuang dengan gaji mereka yang kecil di era serba mahal seperti sekarang ini.
Sebaliknya, postingan Adriyan menuai komentar positif dikarenakan memberikan langkah-langkah praktis menghadapi kemacetan yang terjadi setiap harinya.
Isu tersebut menjadi sorotan publik dan menggambarkan bagaimana perdebatan mengenai fasilitas yang didapat pejabat negara dengan realitas sosial ekonomi masyarakat biasa yang jalannya kerap kali tidak mudah.
Adriyan Maulana dan Nafa Urbach, mewakili dua pendekatan yang bertolak belakang dalam menghadapi sebuah permasalahan mengenai kemacetan dan kebutuhan mobilitas di Kota Jakarta. Dzafir Kirana Adelia/Wulan
Editor : Imron Arlado