Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Heboh Macan Tutul Masuk ke Bangunan Bekas Balai Desa, Rencana Akan dilepasliarkan di Gunung Ciremai

Imron Arlado • Jumat, 29 Agustus 2025 | 22:48 WIB
Heboh Macan Tutul Masuk ke Bangunan Bekas Balai Desa
Heboh Macan Tutul Masuk ke Bangunan Bekas Balai Desa

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Warga Desa Kutamandarakan, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, dikejutkan dengan kedatangan macan tutul yang muncul di bangunan bekas balai desa pada Selasa, 26 Agustus 2025 pagi.

Kejadian ini langsung membuat para pekerja yang sedang berada di lokasi panik. Salah seorang tukang bangunan yang sedang mengambil alat tiba-tiba lari setelah mengetahui ada seekor macan tutul yang bersembunyi di sebuah pojok ruangan.

Kepala UPT Damkar Kuningan, Andri Arga Kusuma membenarkan adanya macan tutul yang masuk ke dalam balai desa, informasi tersebut telah masuk sejak Senin malam.

“Kalau dilihat dari warna memang jenisnya itu macan tutul kuning dengan warna hitam berbentuk lingkaran. Ada informasi itu dari hari Senin malam. Kebetulan itu gedung bekas balai desa cuman aulanya masih sering dipakai rapat,” tutur Arga, Selasa 26/8/2025.

Tidak butuh waktu lama, aparat setempat serta petugas pemadam kebakaran Kuningan datang untuk mengamankan lokasi. Namun, sebagai satwa liar yang dilindungi, macan tutul tidak bisa ditangani secara sembarangan.

Sehingga evakuasi tidak mudah dilakukan. Petugas pemadam kebakaran hanya memasang penghalang darurat agar hewan itu tidak melompat keluar dan membahayakan warga.

Karena keterbatasan peralatan, pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat segera mengirim tim khusus dari Bandung. Tim ini ditugaskan untuk membawa peralatan evakuasi, termasuk obat bius untuk menenangkan hewan tersebut.

Setelah lebih dari dua jam, macan tutul akhirnya berhasil ditangkap dalam kondisi aman. Hewan itu lalu dibawa ke Lembang Zoo, Bandung Barat, untuk direhabilitasi sementara sebelum dilepasliarkan.

Gunung Ciremai dipilih sebagai lokasi pelepasan karena masih menjadi satu kawasan utama habitat macan tutul di Jawa Barat. BBKSDA memastikan bahwa setelah menjalani pemeriksaan kesehatan, hewan tersebut akan dilepas kembali ke habitat aslinya.

Kepala BBKSDA Jabar Agus Arianto mengatakan satwa tersebut, kini dalam tahap rehabilitasi. Macan tersebut nantinya akan dicek dan diobservasi sambil menunggu rencana pelepasliaran.

“Jadi saat ini sudah ditangani bersama pihak pemda, kepolisian di sana dan mitra konservasi lainnya. Sudah kita selamatkan macan tutulnya kemudian nanti kita rehab sementara waktu, kita cek dan observasi sambil menunggu rencana kita pelepasliaran di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai,” kata Agus, Rabu 27/8/2025.

Peneliti Ahli Utama Konservasi Keanekaragaman Hayati Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Hendra Gunawan, mengatakan bahwa macan tutul yang masuk pemukiman di Desa Kutamandarakan terjadi karena hewan tersebut tersesat saat mencari teritori baru.

“Jika tujuan penjelajahan macan tutul tersebut untuk mencari makan, maka macan tutul itu tentu sudah langsung menuju ke kandang ternak (kambing atau ayam), bukan memasuki balai desa,” ujar Hendra, Kamis 28/8/2025.

“Dengan demikian, kejadian macan tutul terkurung di balai desa, kemungkinan karena macan tutul tersebut tersesat dalam penjelajahan mencari teritori baru,” tambah Hendra.

Rizma.

Editor : Imron Arlado
#satwa liar #bbksda #macan tutul #gunung ciremai #satwa dilindungi