JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Nama Jackie Chan sudah tidak asing lagi ditelinga para penikmat film, terutama film laga.
Di usianya yang sudah tak lagi muda, Jackie Chan kembali membuktikan bahwa aksi dan kharismanya di layar lebar tidak pernah pudar.
Di usianya yang tak lagi muda, legenda film aksi Jackie Chan dianugerahi Lifetime Achievement Award di Festival Film Internasional Locarno ke-78 di Swiss.
Melalui film terbaru yang berjudul “The Shadow’s Edge”, aktor legendaris ini menghadirkan aksi laga yang penuh intensitas, koreografi pertarungan, serta alur cerita menegangkan yang siap memanjakan para penggemarnya di seluruh dunia.
“Dari seorang pemeran pengganti yang tidak dikenal yang bekerja hanya demi makan hingga menjadi seseorang yang filmnya telah ditonton di seluruh dunia – saya selalu berpegang pada satu keyakinan : memberikan yang terbaik di setiap adegan.” Ujar sang legenda dilansir dari MovieWeb pada Senin (25/8/25).
Baca Juga: Pemkab Pastikan Penyaluran BK Desa Berkeadilan
Sudah hampir sepekan tayang di bioskop, film ini sudah merajai box office China. Meraup Rp193 miliar di pemutaran awal dan sekarang film ini berhasil melonjak sampai Rp454 miliar di minggu pertama penayangannya.
Per tanggal 22 Agustus ini, film The Shadow’s Edge sudah melampaui Rp890 miliar hanya dalam satu minggu, bahkan film ini berhasil menggeser film animasi blockbuster Little Monster of Langlang Mountain.
Film ini diprediksi dapat melampaui Rp2 triliun, mengamankan posisi antara enam box office Tiongkok teratas pada 2025.
Film ini telah banyak dinantikan dari berbagai kalangan. Pasalnya bukan hanya Jackie Chan, Wun Junhui atau yang lebih dikenal dengan nama Jun SEVENTEEN turut membintangi film laga ini.
Jun sendiri merupakan idol dari grup SEVENTEEN yang berasal dari Korea. Baik penggemar film laga maupun Carat (sebutan untuk penggemar grup SEVENTEEN) sangat menantikan film The Shadow’s Edge.
Baca Juga: Permudah Layanan dengan Anjungan Desa Mandiri dan E-Office
Film ini juga menjadi debut akting bagi Jun, anggota SEVENTEEN, sehingga makin menarik perhatian para penggemar.
Berlatarkan di Macau, The Shadow’s Edge sendiri bercerita tentang sekelompok geng pencuri yang cerdas dengan teknologi super canggih yang berhasil menembus sistem pengawasan bernama Sky Eye.
Setelah kelompok tersebut melancarkan aksi perampokan besar-besaran, kepolisian Macau menjadi sangat kewalahan.
Mereka kemudian memutuskan memanggil kembali Wong Tak Chung (Jackie Chan), mantan detektif ahli pelacakan yang sudah lama pensiun.
Sementara itu, Wong merupakan ayah angkat Lian (Jun SEVENTEEN), yang merupakan seorang hacker jenius yang secara tidak sengaja membobol sistem Shadow Order. Tentu saja aksinya itu memicu ancaman global akibat serangan cyber besar-besaran.
Baca Juga: Kafe di Tengah Hutan Pinus Pacet Mojokerto Mendadak Terbakar, Pemicu Kejadian Diselidiki Kepolisian
Lebih serunya lagi, film ini memadukan cara perlawanan tradisional dan trik criminal high-tech, film ini menjadikan duel antara old school vs new school yang penuh kejutan.
The Shadow’s Edge ternyata juga merupakan remake dari film Hong Kong pada tahun 2007 yang berjudul Eye in the Sky karya Yau Nai-hoi, yang dulunya dibintangi oleh Tony Leung sebagai tokoh antagonis.
Natasia Reyna/Devi
Editor : Imron Arlado