JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Massa buruh dari berbagai daerah akan turun ke jalan dan menggelar aksi demonstrasi serentak di seluruh provinsi Indonesia, termasuk di Jakarta, dua hari mendatang.
Aksi besar ini akan membawa enam tuntutan utama yang dianggap mewakili kepentingan kaum pekerja.
Rencana aksi tersebut disampaikan melalui unggahan resmi Partai Buruh. Dalam pengumuman itu dijelaskan bahwa pada 28 Agustus 2025 akan digelar aksi damai secara serentak di 38 Provinsi.
Untuk wilayah Jakarta, titik konsentrasi massa dipusatkan di Istana Negara dan gedung DPR RI sebagai simbol perjuangan buruh dalam menyuarakan aspirasi mereka.
Aksi ini diperkirakan menjadi salah satu mobilisasi buruh terbesar tahun ini karena menggabungkan kekuatan dari berbagai elemen serikat pekerja di seluruh Indonesia.
Partai Buruh menyebutkan bahwa unjuk rasa ini bukan hanya sekadar bentuk protes, tetapi juga sarana untuk mengingatkan pemerintah dan wakil rakyat tentang pentingnya keberpihakan terhadap kesejahteraan buruh.
Presiden Partai Buruh yang juga menjabat sebagai Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, menyampaikan bahwa aksi demonstrasi buruh di wilayah Jabodetabek akan dipusatkan di dua lokasi utama, yaitu di depan Gedung DPR RI dan Istana Kepresidenan.
Aksi ini rencananya digelar serentak pada tanggal 28 Agustus dan akan melibatkan massa dalam jumlah besar.
Menurut Said, kurang lebih 10 ribu buruh dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) akan bergerak menuju Jakarta untuk mengikuti aksi tersebut.
Ia menegaskan bahwa gelombang demonstrasi tidak hanya akan terjadi di ibu kota saja, melainkan juga akan digelar di berbagai daerah lain secara serentak.
Said menambahkan bawa aksi besar-besaran ini juga akan berlangsung di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota, terutama di kawasan-kawasan yang dikenal sebagai sentra industri.
Di daerah-daerah tersebut, ribuan bahkan puluhan ribu buruh diperkirakan akan ikut serta dalam aksi unjuk rasa untuk menyuarakan aspirasi mereka.
Pernyataan ini disampaikan Said Iqbal melalui sebuah video yang diunggah di akun resmi Partai Buruh.
Dalam video tersebut, ia juga menyerukan solidaritas antarburuh di seluruh Indonesia untuk bersama-sama memperjuangkan hak-hak mereka melalui aksi damai dan terkoordinasi.
Said menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk konsistensi gerakan buruh dalam menolak kebijakan yang dianggap merugikan pekerja dan memperjuangkan kesejahteraan yang lebih baik bagi kaum buruh di tanah air.
Said Iqbal menjelaskan bahwa aksi unjuk rasa buruh pada 28 Agustus akan diberi nama ''Hostum'', singkatan dari Hapus Outsourcing, Tolak Upah Murah.
Melalui aksi tersebut, para buruh akan menyuarakan berbagai tuntutan penting yang berkaitan dengan kesejahteraan pekerja.
Ia menegaskan bahwa aksi ini dilakukan secara serentak dan tetap mengusung semangat damai.
Tujuannya bukan hanya untuk menyampaikan aspirasi, tetapi juga untuk menunjukkan solidaritas buruh terhadap isu-isu ketenagakerjaan yang masih belum terselesaikan.
Said Iqbal menekankan bahwa Hostum menjadi simbol perlawanan terhadap praktik kerja yang merugikan serta seruan agar pemerintah lebih serius memperhatikan hak-hak buruh.
Berikut enam tuntutan massa buruh demo 28 Agustus:
- Hapus Outsourcing dan Tolak Upah Murah
- Stop PHK: Bentuk Satgas PHK
- Reformasi Pajak Perburuhan: Naikan PTKP menjadi Rp7.500.000,00 / bulan, Hapus Pajak Pesangon, Hapus Pajak THR, Hapus Pajak JHT, Hapus diskriminasi Pajak Perempuan Menikah.
- Sahkan Rancangan Undang-undang Ketenagakerjaan tanpa Omnibus Law
- Sahkan RUU Perampasan Aset: Berantas Korupsi
- Revisi RUU Pemilu: Redesain Sistem Pemilu 2029.
FADYA/Wulan
Editor : Imron Arlado