JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Raya, balita berusia 4 tahun asal Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat wafat dengan kondisi tubuh yang dipenuhi cacing.
Berita memilukan ini viral usai munculnya unggahan video dari akun Relawan Rumah Teduh Sahabat Iin yang memperlihatkan kondisi Raya saat dirawat di rumah sakit sebelum meninggal.
Raya hidup di keluarga sederhana dari pasangan Udin (32 tahun) dan Endah (38 tahun). Diketahui ayahnya saat ini sakit-sakitan dan ibunya mengalami keterbelakangan mental yang membuat kehidupan Raya jauh dikatakan layak.
Raya hidup di sebuah rumah bilik dengan bagian bawah rumahnya bersentuhan langsung dengan kandang ayam yang dipenuhi kotoran. Hal ini juga menjadi dugaan kuat kalau Raya terkontaminasi cacing dari tempat tersebut.
Sebelumnya, Raya sempat dibawa ke dokter dan didiagnosis menderita TBC. Namun, meskipun telah dibawa ke dokter, kondisinya semakin buruk dalam waktu singkat.
“Hari Jumat masih main sama anak-anak, Sabtu dibawa berobat, kata dokter TBC. Minggu dibawa lagi katanya sakit paru-paru. Nggak ada yang bilang cacingan,” tutur Sarah (25), bibi korban kepada Detik Jabar dikutip Rabu (20/8/2025).
Tidak memiliki identitas diri dan BPJS
Karena keterbatasan ekonomi, Raya sampai saat dibawa ke rumah sakit pun masih belum identitas resmi seperti Kartu Keluarga yang membuatnya tidak terdaftar di BPJS.
Pada akhirnya tim Relawan Rumah Teduh Sahabat Iin pun menanggung biaya pengobatan Raya sebesar 23 juta rupiah setelah berusaha meminta bantuan dari Dinas Sosial hingga Dinas Kesehatan yang berujung tidak mendapatkan hasil.
Kenyataan pahit akhirnya menimpa keluarga Raya meskipun telah berupaya membawanya ke dokter, Raya menghembuskan nafas terakhirnya pada 22 Juli 2025.
Keluar banyak cacing dari beberapa area tubuh
Hal yang paling mengenaskan adalah saat keluarnya ratusan cacing dari hidung, mulut, hingga anus bocah tersebut.
“Saya kira itu alat rumah sakit. Ternyata cacing. Panjangnya sekitar 15 sentimeter,” ucap Edah (40), kerabat korban.
Hasil pemeriksaan Rumah Sakit menemukan banyaknya jumlah cacing dan telur cacing di dalam tubuh Raya. Sehingga ditemukan sekitar 1 kg cacing yang bisa keluar dari tubuhnya.
Hasil dari CT Scan pun memperlihatkan bahwa cacing dan telur tersebut telah sampai di otaknya.
Tanggapan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi pun turut menyoroti betapa lambannya pelayanan dari pemerintah hingga adanya kasus cacingan akut menimpa bocah malang tersebut.
Dedi juga mengingatkan agar pemerintah dari provinsi hingga RT/RW untuk lebih gesit dan tanggap dalam menangani kasus yang ditimpa warganya.
Gubernur Jawa Barat itu pun menyayangkan lemahnya fungsi PKK, Posyandu, hingga bidan desa dalam menangani kasus tersbeut. Ia pun sampai akan memberikan sanksi tegas kepada pihak terkait.
“Saya memutuskan terhadap desa itu memberikan hukuman. Saya tunda bantuan desanya karena desanya tak mampu urus warganya,” ujar Dedi saat pidato di Rapat Paripurna DPRD Jabar, Selasa (19/8/2025).
Dedi juga mengapresiasi atas tindakan dari Relawan Rumah Teduh yang sigap turun tangan membantu keluarga Raya.
“Pemprov Jawa Barat berterima kasih kepada Rumah Teduh Sahabat Iin yang terus berbuat untuk kepentingan sosial,” ujarnya.
Editor : Imron Arlado