Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Capai 1,8 Juta Penonton di Bioskop, Film Pengepungan di Bukit Duri Resmi Tayang di OTT

Imron Arlado • Senin, 18 Agustus 2025 | 20:36 WIB
Capai 1,8 Juta Penonton di Bioskop, Film Pengepungan di Bukit Duri Resmi Tayang di OTT
Capai 1,8 Juta Penonton di Bioskop, Film Pengepungan di Bukit Duri Resmi Tayang di OTT

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Setelah sukses besar di layar bioskop dengan mencapai 1,8 juta penonton, Film Pengepungan di Bukit Duri kini resmi tayang di OTT atau platform streaming Prime Video mulai 15 Agustus 2025.

Dinilai dapat menghadirkan warna baru dalam perfilman Indonesia, khususnya di genre aksi-thriller, film ini langsung menjadi topik hangat di media sosial dan forum sinema.

Secara garis besar, film berlatar belakang 2027 ini menceritakan tentang kondisi sosial yang genting akibat diskriminasi dan rasisme yang semakin merajalela. Hingga muncul seorang pria bernama Edwin (Morgan Oey), seorang guru pengganti di SMA Duri, sebuah sekolah yang dikenal sebagai tempat bagi anak-anak bermasalah.

Namun, sebenarnya tujuan utama Edwin bukanlah sekadar mengajar. Ia memiliki tekad untuk menepati janji kepada kakaknya yang telah meninggal untuk menemukan dan membawa pulang keponakannya atau anak sang kakak yang hilang.

SMA Duri dikenal sebagai tempat bagi para siswa bermasalah, dengan lingkungan yang penuh kekerasan. Kehadiran Edwin membawa tantangan tersendiri, karena dirinya merupakan bagian dari salah satu kelompok sasaran rasisme dan kebencian.

 

 

Ketegangan memuncak ketika situasi di luar sekolah berubah menjadi kerusuhan besar-besaran. Edwin dan para siswa SMA Duri terjebak di dalam sekolah yang kini terkepung kelompok bersenjata dan massa yang marah.

Dalam perjuangannya, Edwin dibantu oleh Diana (Hana Pitrashata Malasan), rekan sesama guru yang turut berjuang di situasi genting. Di tengah atmosfir penuh ancaman, kekerasan, dan bahaya yang terus mengintai, keduanya berusaha melindungi para siswa dan menuntaskan tujuan masing-masing.

Film ini tidak hanya menghadirkan ketegangan aksi semata, melainkan juga menjadi cerminan atas realitas sosial yang kompleks.

Melalui tokoh-tokohnya dan kondisi sosial yang digambarkan, Joko Anwar menyinggung berbagai persoalan krusial, seperti diskriminasi sosial, kekerasan yang terjadi di lingkungan pendidikan, serta ketimpangan dalam sistem sekolah yang masih belum  berpihak secara adil kepada semua kalangan.

Joko Anwar sendiri mengaku bahwa ide cerita dan naskah film ini sudah mulai Ia garap sejak tahun 2007. Namun, Ia menilai bahwa film tersebut baru bisa direalisasikan pada tahun ini dengan pendekatan cerita yang lebih matang dan relavan terhadap kondisi masyarakat saat ini.

Konflik utama film ini terinspirasi dari kejadian nyata yang disaksikan sendiri oleh sang sutradara. Joko Anwar menyatakan bahwa film ini sangat personal karena film ini didasarkan pada pengalaman pribadi.

“Jadi film ini adalah penebusan dosa saya, di film ini juga ada karakter yang mewakili hal yang saya rasakan kala itu,” ungkap Joko.

Daftar Pemain

 

 

 

Rizma.

Editor : Imron Arlado
#film indonesia #Satine Zaneta #pengepungan bukit duri #joko anwar #Hana Pitrashata Malasan #Omara Esteghial #morgan oey