JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Pesinden sekaligus presenter kondang, Soimah Pancawati kembali menjadi sorotan publik usai tampil di podcast Raditya Dika pada Rabu, (13/8/2025).
Dalam perbincangan yang penuh canda tawa tetapi blak-blakan itu, Soimah mengungkap tradisi unik dalam keluarganya: ‘mengospek’ atau menguji mental pacar anaknya.
Ia bercerita pernah memarahi pacar sang anak sulung hingga menangis dan meminta putus hubungan.
"Justru awal-awal aku ospek pacarnya. Pokoknya aku ospek dengan mulutku. Sempat awal-awal dia itu nangis," kata Soimah.
"Yang bener Mak e?" tanya Raditya Dika.
Baca Juga: Goresan Banteng Jadi Favorit Swafoto Pengunjung
Ia mengaku sengaja memaki-maki sang pacar untuk mempertanyakan keseriusannya.
“Elu nggak ada cowok lain, nggak ada laki-laki lain? Macarin anak SMA, kan pacaran dari SMA. Pokoknya banyak kata-kata ketusku yang nggak bisa aku omongin di sini,” tambahnya.
"Malem-malem aku tidur, aku dibangunin anakku. Habis nganter pacarnya, ibu ngomong apa ke si A. 'Kenapa?' 'Dia minta putus' 'Ya udah putus aja, ngapain lu repot, nyari lagi," ucap Soimah.
"Yang mau jadi mantu Soimah harus siap-siap kena maki. Pokoknya dengan mulutku ini aku ospek," ungkapnya tanpa ragu. Ungkapan Soimah itupun membuat Raditya Dika terkejut sambil tertawa seketika.
Baca Juga: Daftar 18 Pejabat Pemkot Mojokerto yang Dipanggil KPK Terkait Proyek Strategis
Menurutnya, cara ini dilakukan untuk memperlihatkan ‘sisi terburuk’ dirinya sejak awal, sehingga calon pasangan anaknya bisa siap menghadapi sifat aslinya.
“Lu pacaran sama anakku harus nerima ini orangtuanya. Kalau langsung nggak betah, nanti ke depannya juga nggak akan betah,” tegasnya.
Di era digital yang semakin peka terhadap isu mental health, pendekatan ‘uji mental dengan kata-kata keras’ mulai dianggap kurang relevan.
Pola asuh generasi sebelumnya kerap menekankan ketegasan dan daya tahan terhadap tekanan, bahkan menganggap omelan sebagai “gemblengan” agar menjadi pribadi kuat.
Namun, kini pandangan tersebut bergeser. Banyak orang tua modern mengutamakan empati, komunikasi terbuka, dan batasan emosi yang sehat.
Sebagai pembanding, Raditya Dika sendiri yang juga seorang ayah cenderung menerapkan pola asuh berbasis kesabaran dan pembelajaran jangka panjang.
Baca Juga: Temukan Potensi Permainan Proyek, KPK Telanjangi 18 Pejabat Pemkot Mojokerto
Ia pernah mengungkap bahwa anak-anaknya diajari untuk menunda gratifikasi dan berjuang mendapatkan sesuatu, ketimbang menerima tekanan verbal yang berlebihan.
Meski begitu, gaya Soimah yang lugas dan jenaka tetap membuat banyak orang terhibur. Bagi dirinya, semua dilakukan demi memastikan anaknya mendapatkan pasangan yang kuat mental dan siap menghadapi segala dinamika keluarga.
Tri Yulia Setyoningrum/Linda Tresnawati
Editor : Imron Arlado