Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Mengintip Ragunan 2025: Kebun Binatang Bersejarah yang Siap Menyambut Wisata Malam

Imron Arlado • Sabtu, 16 Agustus 2025 | 02:39 WIB
Mengintip Ragunan 2025: Kebun Binatang Bersejarah yang Siap Menyambut Wisata Malam
Mengintip Ragunan 2025: Kebun Binatang Bersejarah yang Siap Menyambut Wisata Malam

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Taman Margasatwa Ragunan merupakan kebun Binatang pertama di Indonesia, dengan jejak sejarah yang amat panjang.

Kebun binatang ini didirikan pada 19 September 1864 di daerah Cikini, Jakarta Pusat, yang pada saat itu masih Bernama Planten en Dierentuin yang berarti “Tanaman dan Kebun Binatang.”

Kebun binatang seluas 10 hektare ini merupakan hibah dari pelukis kenamaan Indonesia, Raden Saleh, yang gemar memelihara hewan-hewan. Ragunan kini terletak di daerah Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Indonesia.

Kini, lahannya telah meluas hingga 140 hektare, yang di dalamnya terdapat berbagai koleksi hewan. Terdiri dari 295 spesies dan 4040 spesimen, serta lebih dari 2.000 ekor binatang dari berbagai jenis dan negara asalnya.

Baca Juga: Mengapa Menulis di Jurnal Bisa Membuat Pikiran Menjadi Lebih Tenang? Simak Penjelasannya

Kebun Binatang Ragunan sempat ditutup selama kurang lebih tiga minggu sejak (19/9/2005), dikarenakan beberapa hewan terserang flu burung. 

Namun, kebun binatang ini kembali dibuka pada tanggal 11/10/2005. Di sana terdapat berbagai spesies hewan langka, seperti kakatua, orangutan, gorilla, hingga anoa.

Selain menampilkan koleksi flora dan fauna, tempat rekreasi ini juga berfungsi sebagai pusat konservasi satwa dan tanaman serta menawarkan berbagai fasilitas.

Jika ingin merasakan transportasi khas Betawi zaman dulu, pengunjung dapat menaiki bendi yang dikendarai oleh kusir berpakaian ala si Pitung.

Baca Juga: Gelar Pameran Pelukis Muda, Bakal Dibuka Ketua DPRD Kota

Sedangkan bagi yang gemar bersepeda, terdapat penyewaan sepeda tunggal maupun tandem untuk mengelilingi area wisata. 

Penggemar wahana air bisa mencoba rakit wisata atau naik perahu angsa, sementara mereka yang ingin berkeliling dengan kereta tanpa rel dapat menaiki kereta keliling yang bentuknya menyerupai gajah atau harimau. 

Tarif setiap fasilitas berbeda-beda, tergantung pada durasi waktu atau jumlah putaran yang diambil sesuai pilihan pengunjung.

Salah satu perkembangan paling mencuri perhatian adalah rencana pembukaan Ragunan hingga malam hari. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan usulan ini dalam kunjungannya pada (14/8/2025).

Baca Juga: Survei Gedung Aset untuk Dijadikan Markas

Menurut Pramono, penambahan jam operasional ini memungkinkan masyarakat menikmati kebun binatang lebih fleksibel, bahkan bisa menyaksikan tingkah laku satwa di malam hari, mirip program “Safari Malam” di Taman Safari.

“Jadi sekali lagi, untuk Margasatwa Ragunan ini betul-betul ingin saya perbaiki dan saya sedang berpikir apakah sudah waktunya Ragunan dibuat tidak hanya siang hari, tetapi malam hari juga,” ucap Pramono saat ditemui di lokasi.

Persiapan menuju revitalisasi mengakibatkan harga tiket Ragunan akan naik dalam waktu dekat. Gubernur Pramono menegaskan, revisi harga tiket adalah bentuk penyesuaian dengan fasilitas dan potensi Ragunan yang sangat besar. 

Harga tiket yang berlaku tahun 2025 adalah Rp4.000 untuk orang dewasa dan Rp3.000 untuk anak-anak, tarif ini dianggap terlalu murah untuk sebuah kebun binatang sekelas Ragunan. Siti Eka Wulandari/Linda

Editor : Imron Arlado
#harga tiket ragunan #ragunan #wisata malam #kebun binatang #sejarah