Jawa Pos Radar Mojokerto - Nina Carolina, yang akrab dipanggil Mpok Alpa, dilahirkan pada tanggal 12 Maret 1987 di Jakarta. Sejak masa sekolah, ia telah aktif dalam industri musik sebagai penyanyi dangdut, memberikan hiburan kepada masyarakat dari satu acara ke acara lainnya setiap akhir pekan.
Ia bahkan pernah berkolaborasi di atas panggung dengan Elvi Sukaesih, sosok yang sangat dikagumi.
Kariernya mengalami perubahan besar pada tahun 2018, saat video pendeknya mendapatkan popularitas yang luar biasa. Dalam video itu, Mpok Alpa dengan aksen Betawi yang lucu mengungkapkan keinginannya untuk diajak suaminya ke minimarket (Alfamart).
Awalnya, video ini hanya dibagikan di grup arisan, namun setelah itu menyebar di platform media sosial dan membuatnya terkenal secara luas sebagai ''Mpok Alpa''.
Profil dan Karier Mpok Alpa
Unggahan video Ketenaran tersebut membawanya mendapatkan kesempatan untuk tampil di layar kaca.
Mpok Alpa kemudian tampil dalam berbagai acara hiburan seperti Opera Van Java, Pagi-pagi Pasti Happy, Oh Gitu, Sahur Segar, Buka Ae, dan sejumlah program khusus Ramadhan.
Selain berperan sebagai komedian, ia juga dipercaya untuk menjadi pembawa acara dalam program For Your Pagi (FYP) bersama Raffi Ahmad dan Irfan Hakim.
Perjalanan kariernya di industri hiburan berkembang dengan pesat, menjadikannya sosok yang dikenal karena sifatnya yang spontan, fleksibel, dan menghibur.
Di balik panggung, Mpok Alpa menjalani hidup berkeluarga yang penuh kehangatan. Ia merupakan anak termuda di antara empat bersaudara dan berasal dari keluarga Betawi sejati. Sebelum bersatu dengan Ajie Darmaji yang biasa dipanggil Idung.
Kehidupan Mpok Alpa tidak selalu secerah tawa yang ia bagi di layar kaca. Di balik senyum dan candanya, ia memiliki perjuangan yang berat melawan kanker.
Raffi Ahmad, sahabat sekaligus rekan kerjanya, mengungkapkan bahwa Mpok Alpa sudah menderita kanker sejak ia hamil dengan anak kembarnya.
Meskipun sedang sakit, ia terus berjuang untuk memberikan ASI eksklusif kepada bayi-bayinya, menunjukan tekad dan cinta seorang ibu yang luar biasa.
Mpok Alpa memutuskan untuk menyimpan penyakitnya dari publik. Hanya beberapa orang yang dekat dengannya yang menyadari, bukan karena rasa malu, melainkan agar tidak menimbulkan rasa simpati atau kekhawatiran yang berlebihan.
Di hadapan kamera, ia tetap menunjukkan keceriaan, menyembunyikan usahanya melawan penyakit yang berbahaya dibalik senyumannya.
Kabar Duka dan Kepergian
Pada hari Jumat, 15 Agustus 2025, jagat hiburan Indonesia dikejutkan oleh berita duka cita. Mpok Alpa berpulang pada pukul 09.30 WIB di usia 38 tahun setelah bertahan selama tiga tahun melawan penyakit kanker.
Informasi tersebut disampaikan secara langsung oleh Raffi Ahmad dan Irfan Hakim dalam program For Your Pagi (FYP). Dengan suara yang bergetar, Raffi mengungkapkan, ''Innalillahi wa inna ilaihi raji’un, telah berpulang sahabat kita Mpok Alpa.''
Dalam sebuah postingan di media sosialnya, Raffi menulis sebuah pesan perpisahan yang penuh air mata, ''Ada cerita yang tak selesai, ada doa yang tak pernah berhenti. Selamat jalan sahabat, semoga tenang di sisi-Nya....Kita pernah berjalan bersama, berbagi suka dan duka. Kini langkahmu berhenti di dunia, tapi kenanganmu hidup selamanya.......Raganya memang tak lagi bersama kita, tapi jiwa dan cintanya akan selalu hidup di hati kita….'' Tulis Raffi Ahmad pada laman Instagramnya.
Mpok Alpa meninggalkan harta yang sangat berharga yaitu, keceriaan, semangat hidup, dan motivasi.
Dari panggung musik dangdut di desa hingga studio televisi nasional, dia menunjukkan bahwa kemampuan, dedikasi, dan keberanian untuk menjadi diri sendiri dapat membuka pintu menuju keberhasilan.
Cerita hidupnya mengajarkan bahwa realitas tidak selalu sesuai dengan apa yang terlihat. Di balik senyuman bisa saja terdapat perjuangan yang berat, tetapi ia memilih untuk terus menyebarkan energi positif kepada orang lain.
Posisinya sebagai ibu yang penuh kasih, teman yang setia, dan seniman yang berdedikasi akan selalu dikenang.
Walaupun tubuhnya kini tiada, tawa dan kenangan bersama Mpok Alpa akan terus hidup dalam ingatan banyak orang. Ia meninggalkan kesedihan, tetapi juga memberikan contoh tentang ketahanan, keberanian, dan keikhlasan. Leny Ramandhan Oktaviany/FADYA
Editor : Imron Arlado