Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Mengapa Menulis di Jurnal Bisa Membuat Pikiran Menjadi Lebih Tenang? Simak Penjelasannya

Imron Arlado • Sabtu, 16 Agustus 2025 | 00:00 WIB

 

Di tengah derasnya arus informasi, tuntutan pekerjaan, dan dinamika kehidupan sosial, otak kita sering bekerja tanpa henti. sumber foto: pinterest
Di tengah derasnya arus informasi, tuntutan pekerjaan, dan dinamika kehidupan sosial, otak kita sering bekerja tanpa henti. sumber foto: pinterest

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Di tengah derasnya arus informasi, tuntutan pekerjaan, dan dinamika kehidupan sosial, otak kita sering bekerja tanpa henti. Pikiran melompat dari satu hal ke hal lain dan menciptakanan perasaan penuh sesak di kepala. 

Banyak orang yang berusaha menenangkan diri dengan berbagai cara dimulai dari berolahraga, meditasi, hingga mendengarkan musik. Namun, ada satu cara sederhana yang sering diremehkan tetapi memiliki kekuatan luar biasa, yaitu journaling. 

Menulis jurnal atau journaling bukanlah tren baru. Sejak ratusan tahun lalu, banyak tokoh besar seperti Leonardo da Vinci, Virginia Woolf, hingga Anne Frank memanfaatkan jurnal untuk mencatat ide, emosi, dan perjalanan hidup mereka. 

Kini, berbagai penelitian modern mengungkap bahwa menulis secara rutin dapat membantu mengelola stres, meningkatkan fokus, dan memberi rasa tenang pada pikiran.

 

Melepaskan Beban Pikiran

Pikiran manusia bekerja layaknya laci yang penuh tumpukan kertas. Semakin banyak yang kita simpan di dalamnya, semakin sulit menutup rapat. Menulis jurnal adalah cara memindahkan isi laci itu keluar sehingga ruang di pikiran terasa lebih lapang.

 

Baca Juga: BGN Kucurkan Anggaran Rp 8,6 Miliar Untuk Bangun Tiga Unit Dapur SPPG di Kota Mojokerto

 

Saat kita menuliskan kekhawatiran, kemarahan, atau kegelisahan, kita akan memberikan tempat bagi emosi tersebut untuk tinggal di luar kepala. Proses ini membuat otak tidak lagi memutar ulang masalah yang sama berulang kali.

 

 

Membantu Mengenali dan Memahami Emosi

Seringkali kita merasa campur aduk seperti marah, sedih, kecewa, tapi tidak tahu pasti apa penyebabnya. Dengan menulis, kita dipaksa untuk memberi bentuk pada perasaan tersebut melalui kata-kata.

Misalnya, rasa frustasi yang samar bisa berubah menjadi kesadaran bahwa kita sebenarnya merasa tidak dihargai. Memahami akar emosi adalah langkah awal untuk mengendalikannya. Tanpa menulis, perasaan ini tetap kabur dan mengganggu keseharian kita.

 

Mengurangi Stres dan Kecemasan

Penelitian dalam bidang psikologi menunjukan bahwa expressive writing atau menulis secara bebas tentang pikiran dan perasaan serta dapat menurunkan kadar hormon stres dalam tubuh.

Selain itu, menulis juga membantu otak memasuki keadaan fokus yang mirip meditasi, dimana perhatian kita terserap sepenuhnya pada aktivitas menulis.

Dan efeknya, detak jantung menjadi lebih stabil pikiran terasa lebih rileks, dan kecemasan berkurang.

 

Baca Juga: Desa Sukoanyar, Kecamatan Ngoro Luncurkan Bank Sampah K'Nyar Elok, Motor Penggerak Perubahan Lingkungan

 

Membantu Mencari Solusi

Saat masalah hanya berputar di kepala, perspektif kita sering sempit. Namun, ketika dituangkan di jurnal masalah itu menjadi terlihat di luar diri kita.

Seperti halnya peta, kita bisa melihat gambaran yang lebih luas dan apa yang sudah dilakukan, apa yang belum, dan langkah apa yang bisa dicoba selanjutnya.

Bahkan, terkadang solusi muncul tanpa kita sadari, hanya karena kita menulis dan membiarkan pikiran mengalir.

 

Meningkatkan Kesadaran Diri (Self-awareness)

Jurnal bukan hanya tentang keluh kesah. Di dalamnya, kita juga bisa mencatat pencapaian, momen bahagia, dan hal-hal kecil yang membuat kita merasa bersyukur.

Dengan melihat kembali catatan-catatan ini, kita menjadi lebih sadar akan perjalanan hidup dan pertumbuhan pribadi yang sudah terjadi. Kesadaran diri ini memberi rasa kendali, yang secara alami membuat pikiran menjadi lebih tenang.

 

Memberi Rasa Konsistensi dan Aman

Hidup sering kali tidak terduga. Namun, memiliki rutinitas menulis di jurnal memberi kita titik pegangan yang stabil. Waktu yang kita sisihkan untuk menulis menjadi momen aman dimana kita bisa berhenti sejenak, bernapas, dan berbicara dengan diri sendiri.

Ritual ini menumbuhkan rasa bahwa meski dunia luar kacau kita tetap punya ruang untuk kita berkeluh kesah dan bisa diandalkan.

 

Baca Juga: Stok Blangko E-KTP di Kota Menipis

 

Menulis di jurnal bukan sekadar aktivitas hobi atau dokumentasi hidup, tetapi sebuah bentuk perawatan mental. Ia bekerja seperti jendela udara bagi pikiran dan membiarkan tekanan keluar dan membiarkan ketenangan masuk.

Dengan menulis secara konsisten, kita melatih diri untuk bisa lebih mengenal emosi, mengurai stres, dan menemukan solusi dengan kepala dingin.

Sebuah pena dan buku catatan mungkin tidak bisa mengubah dunia di luar kita, tetapi ia punya kekuatan untuk mengubah dunia di dalam diri kita. AILEEN/FADYA

 

Editor : Imron Arlado
#mendengarkan musik #mengelola stres #Melepaskan Beban Pikiran #berolahraga #Mengurangi Stres dan Kecemasan #menulis jurnal #Membantu Mengenali dan Memahami Emosi #menu rumahan sederhana #journaling