Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Dituntut Mundur oleh Warga dari Jabatannya Sebagai Bupati, Apa yang Sebenarnya Terjadi di Pati?

Imron Arlado • Kamis, 14 Agustus 2025 | 03:37 WIB
Bupati Pati di demo massa atas kebijakan nya di tahun 2025 ini
Bupati Pati di demo massa atas kebijakan nya di tahun 2025 ini

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Berawal dari kalimat yang dilontarkan oleh Bupati Sudewo beberapa waktu lalu, bahwa ia menekan kebijakan kenaikan iuran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebesar 250 persen. Hal tersebut tentunya membuat emosi warga tersulut hingga menuntut Sadewo untuk mundur dari jabatannya.

Meskipun kebijakan tersebut sudah dibatalkan, masyarakat Pati tetap kekeh untuk meminta Sadewo mundur dari jabatan Bupati. Hingga terjadi unjuk rasa yang terjadi hari ini, Rabu (13/8/2025) di depan kantor Bupati Pati.

Unjuk rasa atau demo yang terjadi hari ini diwarnai kericuhan dari masyarakat Pati, sehingga terjadi pelemparan gas air mata. Beberapa kali terdengar teriakan dari kelompok warga “Bupati Pati Sudewo harus lengser” yang diikuti seruan bersama. Meskipun demikian, Sudewo menolak untuk memenuhi tuntutan demonstran tersebut yang memintanya untuk mengundurkan diri dari jabatannya.

 

Baca Juga: Didemo Ribuan Warga, Ini Rangkaian Kebijakan Bupati Pati yang Picu Kemarahan Warga

 

Sejak pukul 11.00 WIB, ketegangan mulai terjadi antara warga dan aparat kepolisian di sekitar alun-alun. Puncaknya terjadi sekitar pukul 12.00 WIB, polisi akhirnya melepaskan tembakan gas air mata ke kerumunan warga. Warga lantas berlarian berhamburan untuk menghindari gas tersebut.

Sejumlah warga dilarikan ke rumah sakit, diantaranya perempuan dan anak-anak, diakibatkan dari tindakan polisi tersebut. Diketahui korban mencapai 33 orang, semuanya kini dirawat di RSUD RAA Soewondo, kat Direktur RSUD, Rini Susilowati.

Sejak hari Jumat (1/8/2025), Masyarakat Pati Bersatu sudah membuka posko penerimaan bantuan di depan kantor Bupati Pati.

Beragam bantuan mengalir di posko tersebut. Namun, pada hari Selasa (5/8/2025), sempat terjadi kericuhan antara warga dan pejabat Pemerintah Kabupaten Pati dan petugas polisi pamong praja yang meminta agar posko dipindahkan saja.

Bupati Sudewo juga sempat viral mengenai pernyataan nya yang beredar di media sosial, katanya “Siapa yang akan melakukan penolakan, Yayak Gundul? Silahkan lakukan, jangan hanya 5.000 orang, 50.000 orang pun suruh kerahkan, saya tidak akan gentar. Saya tidak akan mengubah keputusan itu, tetap maju”. Tentu saja pernyataan itu semakin membuat Warga Pati tersulut emosi.

Alasan lain warga ingin Sudewo mundur dari jabatannya karena banyak warga merasa sang Bupati tidak mengayomi rakyatnya. “Sudewo harus lengser karena tidak mengayomi masyarakat sama sekali. Kami tidak perlu dipimpin orang pekok” Ucap Ario Adisaputra, pemuda Pati 24 tahun.

Sekitar pukul 12.15 WIB, akhirnya Sudewo keluar dari kantornya untuk menemui para demonstran. Memakai kemeja berwarna putih, Sudewo menaiki kendaraan lapis baja milik kepolisian.

“Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya, saya akan berbuat lebih baik” ucap Sudewo, dari atas kendaraan lapis baja.

 

Baca Juga: Gen Z Lebih Minati Beli Pakaian Thrifting Dibanding Membeli Baru, Begini Alasannya?

 

Akan tetapi, sang Bupati menolak keras tuntutan massa yang menginginkan dirinya untuk lengser. “Saya kan dipilih rakyat secara konstitusional dan secara demokratis, jadi tidak bisa saya harus berhenti dengan tuntutan seperti itu. Semua ada mekanisme,” kata Sudewo kepada para wartawan sebagaimana ditayangkan Kompas TV. 

NINA

 

Editor : Imron Arlado
#ricuh #bupati pati #demo #gas air mata #sudewo