JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Bupati Pati Sudewo menolak memenuhi desakan demonstran yang digelar hari ini di Pati, Jawa Tengah, Rabu (13/08) dan tetap kukuh mempertahankan jabatannya.
Bupati Pati, Sudewo, menyatakan sikapnya untuk tetap bertahan di kursi kepemimpinan daerah, meski desakan agar dirinya mundur oleh demonstran sangat kuat. Sudewo menolak mundur dengan alasan dirinya dipilih oleh rakyat secara konstitusional.
Pernyataan tersebut disampaikan kepada wartawan di kantornya, di tengah-tengah aksi demonstrasi yang sedang berlangsung pada, Rabu (13/08).
“Saya akan dipilih oleh rakyat secara konstitusional dan secara demokrasi, jadi tidak bisa saya berhenti dengan tuntutan itu, semua ada mekanismenya,” kata Sudewo di Kantor Bupati Pati, Rabu (13/08).
Sudewo juga mengatakan bahwa dirinya menghormati hak angket yang disepakati oleh DPRD Pati. “Itu kan hak angket yang dimiliki DPRD, jadi saya menghormati hak angket tersebut, paripurna tersebut,” katanya.
Mulai dari pagi hari ribuan masyarakat Pati memadati alun-alun untuk menuntut Sudewo mundur, memprotes kebijakannya yang menaikan Pajak Bumi dan Bnagunan (PBB) hingga 250 persen.
Sampai pukul 11.00 WIB, Sudewo belum juga menemui demonstran, hal tersebut memicu aksi lempar botol, gelas plastik, perusakan baliho, pemecahan kaca kantor bupati dan upaya merobohkan gerbang pendopo.
Kericuhan mulai memuncak ketika demonstran membakar mobil Provos milik Polres Grobongan. Polisi membalas dengan tembakan gas air mata dan penyemprotan water cannon, membut para demonstran berpencar mencari tempat untuk menghindar.
Aksi demo hari ini mendapatkan dukungan dari DPRD Kabupaten Pati. Adapun Fraksi yang mendukung antara lain PKS, Gerindra, Demokrat dan PKB.
Sekitar pukul 12.16 WIB, Sudewo akhirnya keluar menemui demonstran disertai pengawalan yang ketat dari mobil rantis Polisi.
Dirinya menyampaikan permohonan maaf singkat sebelum kembali masuk karena situasi tidak kondusif. Saat keluar, dirinya sempat dilempari oleh para demonstran.
Menurut Sudewo, demo hari ini akan menjadi pembelajaran bagi dirinya. Dirinya berjanji akan lebih baik lagi dan berharap agar masyarakat Pati menjaga solidaritas.
“Ini pembelajaran bagi seluruh masyarakat Pati untuk menjaga solidaritas, menjaga kekompakan jangan sampai terprovokasi siapapun. Jadi Pati ini adalah milik semuanya, yang harus menjaga Kabupaten Pati siapa? Ya warga Pati, saya harap ini jadi pembelajaran bagi warga Pati dan untuk saya,” ungkapnya.
Demonstran yang beberapa kali berlangsung ricuh yang memaksa masuk ke kantor Bupati Pati. Demonstran juga sempat menduduki DPRD Pati. Ribuan aksi demonstran disertai teriakan yel-yel “Bupati harus lengser” dan “Turun Sudewo sekarang juga.” Tio
Editor : Imron Arlado