Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Percaya pada Zodiak Termasuk Bagian dari Efek Barnum! Kenali Apa itu Barnum Effect dan Dampaknya

Eki Septian Tri Wulansari • Selasa, 12 Agustus 2025 | 20:51 WIB

 

Percaya pada Zodiak Termasuk Bagian dari Efek Barnum!  Kenali Apa itu Barnum Effect
Percaya pada Zodiak Termasuk Bagian dari Efek Barnum! Kenali Apa itu Barnum Effect

RADAR MOJOKERTO - Pernahkah kalian menemukan konten-konten soal ramalan, tes kepribadian, life path, prediksi masa depan berseliweran di sosial media seperti Tiktok, Instagram, X, dan merasa konten tersebut begitu cocok dengan kepribadian atau kondisi Anda? Seberapa sering Anda merasa relate dengan beragam konten sejenisnya?

Nah, jika Anda terasa begitu relate dengan konten-konten seperti ramalan zodiak,tes dan prediksi kepribadian bisa jadi hal tersebut diakibatkan oleh salah satu fenomena psikologis yang cukup populer, barnum effect.

 

Definisi Barnum Effect

Barnum effect atau efek barnum atau efek forer adalah fenomena psikologis saat seseorang merasa percaya atas pernyataan dan deskripsi umum tentang dirinya.

Memang tampak ajaib jika sebuah deskripsi atau ramalan terasa begitu relate dengan diri sendiri, padahal secara tidak langsung penjelasan atau deskripsi tersebut sejatinya mengandung makna bersifat universal, tidak spesifik, dan ambigu sehingga bisa dinikmati dan terjadi pada semua orang.

 

Sejarah Barnum Effect

Mulanya, barnum effect mulai digambarkan oleh psikolog Amerika,  Bertram R. Forer pada 1948 dengan menggunakan eksperimen pada 39 mahasiswanya.

Saat itu, Forer melakukan eksperimen dengan menyebar tes psikologi palsu dan mahasiswanya diberitahu jika akan mendapat hasil deskripsi kepribadian masing-masing nantinya. Saat hasil dibagikan, mahasiswa merasa bahwa tes tersebut terasa begitu akurat dengan kepribadian masing-masing.

Pada kejadian sebenarnya, tes psikologi tersebut hanya menggunakan kalimat yang sangat umum dalam mendeskripsikan kepribadian.

Kalimat umum tersebut bisa dicontohkan dengan kalimat “kamu lebih senang bekerja secara berkelompok”, “kamu cenderung memperhatikan detail dalam setiap pekerjaan”, atau “kamu merasa lebih dihargai saat orang lain meluangkan waktu”.

 

Baca Juga: One Piece Season 2 Bakal Kembali Tayang, Netflix Resmi Rilis Trailer! Siapkan Diri untuk Petualangan Seru Luffy di Grand Line

 

Forer menyadari bahwa melalui tes kepribadian yang dilakukannya tersebut sekilas memiliki kemiripan dengan prinsip pollyanna yaitu sama-sama menggunakan kata positif dalam setiap pernyataannya. 

Sejak penelitian tersebut, Forer menamakan temuannya ini dengan “pseudo-successful” dan pada 1956, psikologi Amerika Paul Meehl baru mencetuskan istilah barnum effect dalam salah satu esainya setelah melakukan tes psikologi palsu untuk PT Barnum.

 

Contoh Kasus Barnum Effect

Kasus penerapan barnum effect bisa ditemukan dalam beberapa hal seperti

  1. Ramalan zodiak
  2. tes kepribadian (MBTI)
  3. Ramalan aura
  4. Life path
  5. Ramalan tarot
  6. Ramalan dan kepribadian berdasarkan garis tangan
  7. Kepribadian berdasarkan golongan darah

 

Ciri Barnum Effect

Barnum effect umumnya memiliki beberapa ciri seperti pesan yang disampaikan bersifat umum dan pseudosains.

Umum disini bisa dicontohkan dengan zodiak virgo dikenal sebagai sosok teliti, aries begitu keras kepala dan penuh energi, atau gambaran umum seperti “kamu tidak mudah percaya kepada orang” dan “kamu adalah sosok yang ragu-ragu dalam mengambil keputusan”.

Contoh kalimat diatas adalah salah satu ciri barnum effect, yakni bahasa yang digunakan bersifat sangat umum, namun bisa terkesan spesifik dan sangat general. Anggapan adanya kesamaan dengan diri setiap individu terhadap sebuah ramalan tersebut menandakan barnum effect telah bekerja.

Selanjutnya, barnum effect juga menjaga pernyataan agar tetap bermakna abu-abu atau samar, biasanya menggunakan kata pengganti seperti “terkadang” atau “sesekali” dalam menyatakan kepribadian dan ramalan.

 

Manfaat Barnum Effect

Meski terkesan membohongi karena pada hakikatnya memiliki gambaran secara umum, ternyata barnum effect juga memiliki manfaat positif, diantaranya seperti berikut.

1. Manifestasi dan afirmasi positif

Ramalan yang bersifat positif biasanya akan mendorong pikiran untuk tetap positif. Tidak ada salahnya menaruh manifestasi pada hal yang sifatnya positif dan baik untuk diri sendiri.

Hadirnya harapan positif seperti “kamu akan mendapatkan keberlimpahan finansial” atau “dalam beberapa waktu kedepan, banyak hal-hal baik masuk dalam hidupmu” dalam konten-konten ramalan bisa menjadi dorongan agar bisa lebih baik lagi dalam menjalani kehidupan karena percaya akan ada hal-hal menyenangkan di depan. 

 

Baca Juga: Peringati HUT Ke-80 Kemerdekaan RI, Gelar Lomba Permainan Tradisional

2. Lebih percaya diri

Melalui konteks bacaan kepribadian, kalimat-kalimat positif atas kepribadian seseorang bisa jadi sihir untuk setiap pikiran positif.

Setelah mengenal diri sendiri melalui rgam tes kepribadian, ramalan zodiak, dan lainnya, biasanya seseorang akan merasa menemukan dirinya, menemukan sifatnya.

Meski dalam hal ini bersifat umum, namun gambaran semacam sifat perfeksionis, teliti, atau mudah bergaul akan menumbuhkan rasa percaya atas kemampuan diri sendiri.

 

Dampak Negatif Barnum Effect

Meski barnum effect memiliki dampak positif bagi kehidupan dengan segala afirmasi positif didalamnya, tanpa disangka barnum effect juga bisa menimbulkan dampak negatif jika diterapkan terlalu dalam.

Beberapa dampak negatif efek barnum diantaranya seperti penurunan kemampuan berpikir logis dan kritis, mempengaruhi dan mengganggu mood bila memiliki ramalan atau kepribadian buruk, serta menilai diri sendiri dengan penilaian yang sempit atau buruk atas prediksi kepribadian.

Selain itu, dampak lain seperti berpura-pura atau bersikap tidak sesuai jati diri kerap dialami akibat terlalu percaya pada sebuah ramalan kepribadian.

 

 

Adanya ketergantungan terhadap ramalan juga bisa dialami, bahkan tidak jarang mengeluarkan uang dalam jumlah banyak hanya untuk mengetahui ramalan tentang diri sendiri.

Sebenarnya kehadiran ramalan atau deskripsi kepribadian umumnya tidak memiliki dampak buruk berarti jika mempercayai sesuai porsinya.

Hanya saja, melalui teori barnum effect mengharuskan untuk tidak langsung mempercayai dan menelan mentah-mentah sebuah ramalan kepribadian atau sejenisnya. Utamakan logika dalam menyikapi setiap informasi yang didapat.

Editor : Imron Arlado
#tarot #ramalan zodiak #Barnum Effect #fenomena psikologis #afirmasi #MBTI #sosial media