JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Pertandingan ulang antara El Rumi dan Jefri Nichol dalam laga tinju Superstar Knockout 3 yang digelar pada Sabtu, 9 Agustus malam di Jakarta Convention Center berakhir dengan hasil yang mengejutkan seluruh penonton.
Ribuan penonton yang memadati arena terkejut saat El Rumi berhasil menang TKO hanya dalam waktu 38 detik pada ronde pertama.
Dari awal laga dimulai, setelah lonceng tanda dimulainya pertandingan berbunyi. Keduanya langsung saling melempar pukulan. Jefri Nichol memulai serangan dengan melancarkan jab kanan, namun El Rumi mampu menghindar dan membalas serangan lewat jab kiri.
Sepanjang ronde pertama, pukulan El Rumi terlihat lebih banyak mengenai wajah Jefri. Hingga El Rumi bergerak memojokkan Jefri Nichol ke sudut ring dan membuat Jefri semakin kewalahan. Di tengah pertandingan Jefri sempat menepuk-nepuk bahu kanannya seperti memberi sinyal ada masalah di bahunya tersebut.
Melihat Jefri yang hanya bisa mengangkat satu tangan saja, hal itu dimanfaatkan dengan baik oleh El Rumi, Ia lantas melayangkan pukulan bertubi-tubi hingga sang lawan main, Jefri Nichol tak sanggup membalas serangannya. Wasit memisahkan mereka dan menyatakan El Rumi menang lewat TKO setelah melihat Jefri mengalami masalah dislokasi bahu.
Kemenangan tersebut menjadi yang kedua bagi El Rumi dari Jefri Nichol, dan kali ini Ia hanya memerlukan waktu singkat, yakni satu ronde saja dan dalam waktu kurang dari satu menit, tepatnya 38 detik saja.
Pertandingan ini sebenarnya sangat dinantikan oleh banyak orang setelah keduanya terlibat rivalitas sejak laga perdana. Sebelumnya banyak yang memprediksi pertandingan ini akan berlangsung sengit. Namun, kenyataan berkata lain.
Setelah pertandingan selesai, Jefri Nichol tampak kebingungan atas kejadian yang terjadi. “Gua agak kecewa dan bingung sih sebenarnya. Karena tadi dikasih tahu baru 7 pukulan. Kronologinya gua mukul angin, dislok, tangan gua nggak bisa naik. Terus kena 7 pukulan udah distopin,” kata Jefri Nichol, di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Minggu 10 Agustus 2020.
Pelatih Jefri Nichol, Max Metino, turut mempertanyakan keputusan wasit yang menghentikan pertandingan terlalu cepat. Menurutnya, seharusnya ada prosedur yang lebih jelas sebelum mengambil keputusan untuk menghentikan pertandingan.
“Harusnya dihitung tuh 10 hitungan, eh 10 pukulan maksudnya. Dan ini baru 7 pukulan, udah di setop. Dan pada saat Nichol kasih tahu ada cedera bahu, harusnya dia memanggil medis,” tutur Max Metino.
Pertandingan ini menuai beragam komentar publik. Netizen Indonesia terbagi menjadi 2 kubu, ada yang membela El Rumi dan ada juga yang mendukung Jefri Nichol.
“tapi bener sih kata pelatih Jepri, kebanyakan gw liat boxing/kickboxing ga harus di hentikan dulu, karna pemain sudah menunjukkan bahwa ada dislokasi, seperti hal nya kkungke vs putra kemarin, wasit memberi waktu untuk benerin bahu nya, dan ke 2 kali nya El Rumi menang dengan tidak wajar,” jelas @BETMEN**
“El emang jago si gak bisa dipungkiri, kelasnya El seharusnya tuh lawan Azka Corbuzier,” @barbie***
Rizma.
Editor : Imron Arlado