Jawa Pos Radar Mojokerto - Tepat di tanggal 31 Juli 2025 tayang film perdana di seluruh indonesia. Film Bertaut Rindu. Dengan pemeran Ari Irham dan Zara adhisty. Disutradarai oleh Rako Prijanto dan diadaptasi dari novel karya Tian Topandi, pemenang Gramedia Writing Project (GWP) 2021.
Cerita yang mengangkat dilema pada remaja terhimpit antara mimpi dan ekspektasi orang tua. Tokoh utama yang diperankan Ari Irham sebagai Magnus adalah siswa berprestasi diterima pada Institut Teknologi Bandung (ITB), namun orang tuanya yang ingin Magnus penerus kan studi di luar negeri.
Disisi lain, Zara adhisty yang memerankan sebagai Jovanka dengan latar belakang remaja yang berkeluarga broken home yang memiliki pandangan berbeda tentang mimpi dan hidup.
Pada film Bertaut Rindu selain percintaan ada isi yang diambil yaitu komunikasi antara anak dan orang tua, hak anak akan memilih masa depannya, dan tekanan sosial yang dialami oleh anak.
Kemunculan film ini menuai sorotan publik yang cukup memanas di media sosial. Sejumlah netizen menyuarakan boikot pada film tersebut, lantaran memiliki kemiripan dengan judul lagu “Bertaut” milik penyanyi Nadin Amizah.
Mencuatnya kontroversi ini sejak keberatannya Nadin Amizah di media sosial. Nadin Amizah menyebut bahwa pihak produksi telah menghubunginya pada bulan Februari 2024 dan meminta izin untuk menggunakan lagu “Bertaut” Untuk soundtrack, sekaligus mempertimbangkan judul.
Namun, Nadin Amizah menolak tegas adanya penggunaan soundtrack dan terutama penggunaan judul. Meskipun telah ditolak, pihak produksi film yang digawangi oleh SinemArt tetap meluncurkan dengan judul Bertaut Rindu.
Keputusan tersebut menuai kericuhan dan kemarahan penggemar Nadin Amizah dan sejumlah pengguna media sosial. Yang menilai bahwa langkah tersebut tidak menghormati karya sang penyanyi.
“Dari awal saya sudah bilang tidak setuju, apalagi untuk judul. Tapi ternyata tetap digunakan. Buat saya ini bukan sekadar soal kata, tapi etika,” tulis Nadin dalam pernyataan yang diunggah di akun pribadinya.
Tak butuh waktu lama, laman akun Instagram resmi film @bertautrindu_movie di penuhi komentar negatif. Unggahan promosi film juga dipenuhi komentar negatif dan seruan boikot, seperti “Jangan ditonton yuk,” “Boikot,” hingga “Dengan berat hati untuk film ini saya skip dulu.”
Adanya seruan boikot dan skip dulu, strategi promosi dan daya tarik cerita tetap ramai penonton di hari tayang perdana. Adanya promo buy 1 get 1.
Baca Juga: Raih Rating 100 Persen di Rotten Tomatoes, Akankah Film Weapons menjadi Horor Terbaik Tahun Ini?
Film Bertaut Rindu yang hadir di tengah kontroversi yang cukup serius. Perdebatan antara Nadin Amizah dan sebuah produksi film tersebut, membuka percakapan moral dalam penggunaan judul dan inspirasi dari karya tersebut.
apakah film ini mampu bertahan di box office setelah gelombang rasa penasaran mereda? Jawaban itu akan terlihat dalam beberapa minggu mendatang, saat opini publik mulai bergeser dari kontroversi menuju penilaian murni terhadap kualitas karya. Leny Ramandhan Oktaviany
Editor : Imron Arlado