Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Menelusuri Jejak Peradaban sebelum Sungai Eufrat Mengering

Imron Arlado • Kamis, 7 Agustus 2025 | 21:35 WIB
Sungai Eufrat Mengering, Warga Raqqa Geger Gumpalan
Sungai Eufrat Mengering, Warga Raqqa Geger Gumpalan

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Sungai Eufrat merupakan salah satu sungai terpenting dan terpanjang di Asia Barat dengan panjang sekitar 2.800 kilometer.

Sungai ini memiliki peran krusial dalam sejarah dan perkembangan peradaban manusia, terutama di wilayah Mesopotamia yang secara harfiah berarti “negeri di antara dua sungai” (Eufrat dan Tigris).

Sungai Eufrat mengalir dari kawasan pegunungan di timur Turki, melewati wilayah Suriah dan Irak, dan akhirnya bermuara ke Teluk Persia setelah bertemu dengan Sungai Tigris di bagian selatan Irak.

 

 

Sejak zaman prasejarah, Eufrat telah menjadi sumber kehidupan bagi manusia yang tinggal di sekitarnya.

Wilayah lembah Eufrat dan Tigris dikenal sebagai sebuah daerah yang sangat subur, karena sedimen yang dibawa sungai secara rutin menyuburkan tanah di sekitar alirannya.

Kondisi ini menciptakan lingkungan ideal bagi pertanian, yang menjadi kunci utama bagi munculnya peradaban manusia dan sistem sosial yang lebih kompleks di masa lalu.

Salah satu peradaban tertua di dunia, yaitu peradaban Sumeria, bermula di lembah sekitar Sungai Eufrat pada abad ke-4 SM.

 

 

Bangsa Sumeria membangun kota-kota besar seperti Ur, Uruk, dan Eridu yang merupakan pusat perdagangan, budaya, dan administrasi.

Mereka juga dikenal sebagai pencipta sistem tulisan tertua di dunia, yang disebut tulisan paku (cuneiform), serta pembuat sistem kalender dan aturan pemerintahan yang menjadi dasar peradaban.

Salah satu warisan terbesar mereka adalah literatur epik Gilgamesh, yang dianggap sebagai karya sastra tertua yang ditemukan.

Selain bangsa Sumeria, wilayah sekitar Sungai Eufrat juga pernah menjadi markas berbagai kerajaan dan kekaisaran besar kuno yang mendominasi kawasan ini.

 

 Baca Juga: Bayt al-Hikmah: Sejarah Pusat Kejayaan Ilmu Pengetahuan di Peradaban Islam

 

Kerajaan Babilonia, yang terkenal dengan raja legendarisnya Hammurabi, dikenal dengan hukum tertulisnya yang disebut “Undang-Undang Hammurabi,” salah satu sistem hukum tertulis paling awal dalam sejarah umat manusia.

Babilonia juga dikenal dengan keajaiban dunia Kuno, yaitu Taman Gantung Babilonia, yang keberadaannya masih menjadi misteri sejarah.

Tidak hanya Babilonia, Kekaisaran Asyur juga menggunakan wilayah ini sebagai pusat kekuasaan mereka.

Para Asyur dikenal sebagai penguasa militer yang tangguh dan cakap dalam administrasi wilayah luas yang mencakup Mesopotamia dan sekitarnya.

 

 

Selain itu, wilayah Sungai Eufrat menjadi medan berbagai pertempuran penting dan titik strategis selama periode penaklukan besar seperti invasi Aleksander Agung pada abad ke-4 SM, yang membuka jalan bagi helenisme menyebar ke Timur Tengah.

Secara geologis, Sungai Eufrat terbentuk dari proses alam jangka panjang berupa erosi dan sedimentasi yang menciptakan cekungan paling subur di wilayah Mesopotamia.

Sungai ini berperan dalam menciptakan “Peradaban Lembah Sungai” pertama di dunia, yang memungkinkan manusia mengembangkan pertanian sistem irigasi, perdagangan, serta budaya tinggi yang menjadi cikal bakal peradaban modern.

 

 

Sungai ini juga memiliki arti penting dalam konteks agama dan budaya.

Dalam sejarah Islam, misalnya, daerah sekitar Eufrat menjadi saksi berlangsungnya peristiwa-peristiwa bersejarah, termasuk pertempuran Karbala pada abad ke-7 M, suatu peristiwa yang sangat penting dalam tradisi Syiah.

Di masa modern, Sungai Eufrat tetap menjadi sumber vital bagi ratusan juta orang yang tinggal di Turki, Suriah, dan Irak.

Konflik politik dan masalah pengelolaan air kerap terjadi, terutama terkait pembangunan bendungan dan pemanfaatan sumber daya air yang memiliki dampak besar bagi kawasan sekitarnya.

Sungai ini mengajarkan kita bagaimana alam dan manusia saling bergantung dan membentuk sejarah bersama.

 

Devi

Editor : Imron Arlado
#Sungai Eufrat #peradaban #sejarah #Mengering #Jejak Sejarah