Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Dari Sampah Jadi Berkah, KKN 141 UINSA Kenalkan Ekonomi Sirkular ke Warga Sukosari Lor

Imron Arlado • Selasa, 5 Agustus 2025 | 21:21 WIB
Dari Sampah Jadi Berkah, KKN 141 UINSA Kenalkan Ekonomi Sirkular ke Warga Sukosari Lor
Dari Sampah Jadi Berkah, KKN 141 UINSA Kenalkan Ekonomi Sirkular ke Warga Sukosari Lor

JAWA POS RADAR MOJOKERTO Selama 40 hari pengabdian, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 141 Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) telah melaksanakan sejumlah program inovatif yang memperkuat pemberdayaan masyarakat di Desa Sukosari Lor, Kecamatan Sukosari, Kabupaten Bondowoso.

Desa Sukosari Lor dikenal memiliki potensi besar, baik dari segi sumber daya manusia, lokasi strategis, maupun potensi rest area-nya. Namun, masih terdapat tantangan dalam hal pengolahan sampah dan rendahnya kesadaran warga terhadap pentingnya kebersihan lingkungan.

Menyadari hal tersebut, mahasiswa KKN 141 UINSA merancang program kerja yang tidak hanya menyasar aspek fisik, tetapi juga membangun kesadaran dan partisipasi warga.

Lebih lanjut, tahap awal yang dilakukan adalah pemetaan potensi desa. Melalui observasi lapangan dan wawancara dengan warga, mahasiswa KKN 141 menggali berbagai informasi terkait potensi unggulan, permasalahan lingkungan, serta kebutuhan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat. Hasil pemetaan ini menjadi dasar dari pelaksanaan program-program berikutnya.

 

 

Sementara itu, program berikutnya yakni digitalisasi data desa. Mahasiswa KKN 141 membantu perangkat desa memanfaatkan platform digital untuk menyusun data, sehingga informasi dapat diakses masyarakat dan pengunjung dengan lebih cepat dan efisien.

Tak berhenti pada sisi digitalisasi, mahasiswa juga melakukan penataan kawasan rest area dengan membangun sejumlah infrastruktur penunjang. Di antaranya papan informasi, plang petunjuk arah 200 meter menuju rest area, plang toilet, dan plang parkir yang dipasang di titik-titik strategis untuk memudahkan pengunjung.

Penambahan ini diharapkan meningkatkan daya tarik dan kenyamanan rest area sebagai titik singgah warga dan pelintas.

Guna mendukung kebersihan dan keindahan area publik, mahasiswa juga menyediakan tempat sampah terpilah dan menempatkan poster-poster edukatif tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Tak hanya itu, kawasan sekitar rest area dipercantik dengan penanaman tanaman hias lengkap dengan pot, menjadikan suasana lebih asri dan tertata.

Proses Menghias Pot untuk Media Tanaman Hias
Proses Menghias Pot untuk Media Tanaman Hias

Salah satu program unggulan dari KKN 141 yang mendapat perhatian masyarakat adalah pengolahan sampah plastik menjadi paving block sebagai solusi inovatif terhadap limbah anorganik. Inovasi ini dipelopori oleh Muhammad Yusron Faqih, mahasiswa anggota kelompok KKN 141 yang mengadaptasi konsep ekonomi sirkular dari pengalamannya di program Sister City antara Surabaya dan Kitakyushu, Jepang.

Proses pembuatan paving menggunakan 60 persen sampah plastik rumah tangga, 30 persen pasir halus, dan 10 persen oli bekas, yang kemudian dicetak dan dipres menjadi paving block ramah lingkungan.

Paving block ramah lingkungan tersebut dirancang untuk digunakan pada jalur pedestrian ringan.

Yusron, selaku penggagas program, menyampaikan bahwa ia bersama timnya ingin menunjukkan bahwa sampah juga memiliki nilai guna, bukan sekadar limbah yang mencemari lingkungan. Inovasi ini diharapkan tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru dan menjadi produk unggulan desa di masa depan.

Sejak proses perencanaan hingga pelaksanaan, seluruh program KKN 141 UINSA dilaksanakan dengan melibatkan masyarakat desa setempat. Meski dihadapkan pada keterbatasan alat dan waktu, para mahasiswa mampu menunjukkan kontribusi nyata dalam upaya membangun desa yang bersih dan berdaya.

 

 

“Kami tidak hanya ingin menyelesaikan tugas kampus, tapi juga meninggalkan jejak yang bisa diteruskan oleh masyarakat. Harapannya, apa yang kami bangun ini bisa menjadi titik awal perubahan yang berkelanjutan,” ujar Rofi’i, Ketua Kelompok KKN 141.

Dengan menyatukan inovasi, dan penataan lingkungan, mahasiswa KKN 141 UINSA telah membuktikan bahwa pengabdian bisa dimulai dari hal-hal sederhana yang berdampak besar. Desa Sukosari Lor kini tak hanya memiliki wajah baru yang lebih bersih dan tertata, tetapi juga semangat baru menuju desa yang sadar lingkungan. FITRI

Editor : Imron Arlado
#paving block #program inovatif #rest area #UINSA Surabaya #digitalisasi data desa #kebersihan lingkungan #ekonomi sirkular #pengelolaan sampah #Kuliah Kerja Nyata (KKN) #Kabupaten Bondowoso