RADAR MOJOKERTO - Tidak semua orang akan menyukai kebahagiaan dan kesuksesanmu. Kalimat tersebut terkesan tidak asing bagi beberapa orang.
Dalam menjalani kehidupan, pasang surut akan selalu menghampiri, kebahagiaan datang dan pergi, begitupun dengan manusia didalamnya.
Namun pernahkah Anda berada dalam situasi dimana kesuksesan dan kebahagiaan yang sedang Anda capai justru terkesan melukai dan menimbulkan respon atau perilaku kurang menyenangkan dari sekitar?
Perilaku tersebut bisa dilakukan dengan meremehkan, menyindir, menjatuhkan mengejek, atau membanding-bandingkan kebahagiaan dan keberhasilan Anda. Terlebih, respon dan perilaku bisa berasal dari siapa saja termasuk keluarga, pasangan, sahabat, atau teman.
Nah, ternyata respon atau perilaku kurang menyenangkan atas keberhasilan seseorang itu bisa disebut dengan crab mentality atau mentalitas kepiting. Apakah itu?
Definisi Crab Mentality
Crab mentality adalah sebuah metafora untuk menyebut perilaku seseorang yang ingin menjatuhkan, merusak, dan atau menghalangi keberhasilan orang lain akibat perasaan cemburu dan iri.
Crab mentality dianalogikan dengan kepiting dalam sebuah ember atau wadah yang akan menghalangi dan menarik kepiting lainnya saat hendak keluar dari ember atau wadah tersebut.
Istilah crab mentality adalah bagian dari fenomena psikologis atas sifat iri, egois, dan kecemburuan dalam diri individu saat orang lain mencapai keberhasilan. Crab mentality adalah simbol saat seseorang mencapai keberhasilan atau kesuksesan, ada pihak lain yang coba untuk menghalangi atau merusaknya.
Ciri Pelaku Crab Mentality
Crab mentality umumnya memiliki beberapa ciri dalam dirinya yang bisa diidentifikasi, seperti
1. Pikiran negatif saat orang lain sukses atau berhasil
Saat yang lain sukses dan berhasil, pelaku crab mentality cenderung memiliki pikiran negatif.
Saat orang lain meraih keberhasilan, pelaku bisa saja menghalangi dan berniat menjatuhkannya seperti mencoba menyebar berita tidak benar atas pencapaian orang yang bersangkutan.
2. Prinsip “Jika saya tidak bisa, maka Anda juga tidak boleh mendapatkannya”
Prinsip diatas tanpa disadari diterapkan oleh pelaku crab mentality. Pelaku merasa bahwa keberhasilan orang lain nampak mustahil padahal sebenarnya prinsip tersebut adalah bagian dari rasa tidak percaya diri dari dalam diri pelaku saat melihat kesuksesan orang lain.
3. Meremehkan prestasi orang lain
Kalimat semacam “ah itu sangat mudah dicapai”, “gitu aja kok dipamerin banget, aku juga bisa”, atau “biasa aja sih, orang lain malah banyak yang lebih keren” adalah bagian dari cara pelaku crab mentality yang ingin berusaha menjatuhkan dengan meremehkan prestasi atau keberhasilan orang lain.
Perkataan semacam itu bisa diungkap oleh pelaku crab mentality dengan tujuan merusak dan menghalangi kebahagiaan seseorang atas keberhasilannya yang tengah dicapai.
4. Iri
Salah satu sifat crab mentality adalah iri dengan pencapaian orang lain. Biasanya pelaku crab mentality akan berusaha mencari celah atas keberhasilan orang lain seperti misalnya meremehkan usaha dan menilai keberhasilan seseorang adalah karena privilege atau menilai kesuksesan tidak layak didapatkan.
Penyebab Crab Mentality
Adanya sifat kompetitif. Crab mentality sejatinya memiliki beragam faktor atau penyebab yang melatarbelakanginya seperti adanya sifat kompetitif berlebih. Terbiasa hidup bersosial dan kelompok menjadikan manusia kerap memiliki sifat kompetitif untuk terlihat lebih unggul dari manusia lainnya.
Insecure. Selain itu, rendahnya kepercayaan diri atau insecure menjadi salah satu penyebab seseorang memiliki sifat crab mentality dalam dirinya.
Cemburu. Kecemburuan atas keberhasilan orang lain diatas dirinya (pelaku crab mentality) seringkali menimbulkan rasa iri dan meningkatkan rasa tidak percaya diri, sehingga solusi yang bisa mereka lakukan hanya mencari celah atas keberhasilan orang lain tersebut.
Dendam. Penyebab lain dari mental kepiting adalah karena dendam secara personal kepada seseorang atau timbulnya perasaan malu akibat dirinya terkesan tak lebih baik dari orang lain.
Baca Juga: 5 Agustus 2025 Jadi Hari Paling Pendek, Apakah Bisa Dirasakan dalam Kehidupan Sehari-Hari?
Dampak Crab Mentality
Memelihara crab mentality akan menimbulkan berbagai efek negatif bagi diri sendiri, salah satunya kelelahan emosional.
Kelelahan emosional bisa diakibatkan karena seseorang terlalu fokus pada keberhasilan orang lain sehingga kurang memperhatikan kesehatan mental diri sendiri.
Sibuk menilai, mengkritik, dan merendahkan hanya demi kepuasan diri sendiri juga bisa mengikis rasa empati.
Sebagai individu dan makhluk sosial, perlu untuk memahami dan turut merasakan kehadiran emosi dari orang lain, memberikan dukungan dan semangat sebagai bentuk empati pada pencapaian orang lain.
Cara Mengatasi
Upaya mengurangi atau menghindari adanya crab mentality yang datang dari dalam diri maupun dari orang lain bisa dilakukan dengan lebih berfokus pada diri sendiri.
Saat berfokus pada pengembangan diri, seseorang tidak akan terlalu sibuk menilai pencapaian orang lain dan hanya meluangkan waktu untuk membuat dirinya berhasil dan sukses.
Selain itu, penting untuk melakukan evaluasi atas kegagalan. Kegagalan bukanlah akhir, melainkan langkah untuk belajar jadi lebih baik lagi kedepannya. Kegagalan juga bukan hal yang patut untuk disesali atau digunakan sebagai perbandingan dengan kegagalan orang lain.
Agar tidak berdekatan dengan perilaku crab mentality, penting memiliki kelompok atau komunitas yang saling mendukung untuk bertumbuh bersama.
Editor : Imron Arlado