JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Dalam kehidupan sehari-hari, hubungan dengan keluarga dan teman seringkali menjadi sumber kebahagiaan dan dukungan. Mereka juga adalah orang-orang terdekat yang kita percaya.
Dan tempat kita untuk berbagi cerita, dan juga yang pertama kita cari saat kita membutuhkan bantuan.
Namun, kedekatan ini kadang justru membuat kita kesulitan membedakan mana yang masih nyaman dan mana yang mulai mengganggu.
Di sinilah boundaries, atau batasan sehat, berperan penting, tanpa batasan yang jelas. Dan hubungan yang awalnya hangat juga bisa berubah menjadi beban, menimbulkan konflik, bahkan membuat kita merasa terkekang.
Apa itu Boundaries?
Boundaries adalah garis tak terlihat yang kita terapkan untuk melindungi diri dan baik secara emosional, mental, maupun fisik.
Garis ini bukan dinding yang memisahkan kita dari orang lain, melainkan pagar yang menjaga keseimbanagn hubungan.
Dengan boundaries, kita bisa menentukan apa yang dapat diterima dan tidak diterima, sekaligus memberi ruang bagi orang lain untuk memahami kita.
Misalnya, seseorang merasa tidak nyaman ketika anggota keluarganya terus-menerus ikut campur dalam urusan pribadinya.
Dengan menetapkan boundaries, ia dapat menyampaikan secara tegas namun sopan bahwa ada hal-hal tertentu yang ingin ia putuskan sendiri.
Mengapa Boundaries Penting?
Boundaries sangat penting untuk menjaga kesehatan mental, ketika kita tidak memiliki batasan, kita cenderung menanggung terlalu banyak tekanan. Misalnya, selalu menuruti permintaan teman meskipun sedang lelah atau sibuk.
Dan juga menciptakan hubungan yang seimbang, hubungan tanpa batasan sering kali membuat salah satu pihak merasa dimanfaatkan.
Contohnya, seorang teman yang selalu minta bantuan tetapi jarang ada saat kita perlu bantuan.
Dengan boundaries, kita belajar memberi sekaligus menerima dengan proposional, sehingga hubungan terasa lebih setara. Dan banyak konflik terjadi dalam keluarga sebenarnya berawal dari batasan yang tidak jelas.
Misalnya, ketika orang tua terlalu sering mengomentari kehidupan anak yang sudah tumbuh dewasa.
Dengan komunikasi yang tegas tenatng batasan, kesalahpahaman ini bisa diminimalkan.
Jenis-Jenis Boundaries
- Batasan Emosional: Melindungi diri dari perlakuan yang merendahkan atau manipulatif.
- Batasan Waktu: Mengatur seberapa banyak waktu yang kita bisa habiskan untuk keluarga dan teman tanpa mengorbankan kebutuhan pribadi.
- Batasan Fisik: Menjaga jarak kenyaman, seperti tidak suka dipeluk atau disentuh tanpa izin.
- Batasan Finansial: Mengatur bantuan materi agar tidak menimbulkan rasa ter[aksa atau beban yang berlebihan.
Cara Membangun Boundaries yang Sehat
- Kenali diri sendiri - Pahami apa yang membuatmu merasa nyaman atau terganggu.
- Komunikasi dengan jelas - Sampaikan batasanmu dengan bahasa yang tegas dan juga sopan.
- Konsisten - Jika kamu sudah menetapkan batasan, jangan mudah mengatakan hanya karena tidak enak.
- Hargai Batasan Orang lain - Sama pentingnya dengan menetapkan batasan mu sendiri, kamu juga perlu menghormati batasan yang dibuat orang lain.
Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari
Bayangkan seorang teman yang sering meninta bantuan tanpa mempertimbangakan waktumu.
Jika kamu tidak memiliki batasan, kamu mungkin akan terus menuruti permintaannya hingga merasa lelah.
Baca Juga: Diterima Dua Napi, tapi Sudah Bebas lewat PB
Begitu juga dengan keluarga. Contohnya, ketika salah satu anggota keluargamu sering berkomentar tentang pilihan karir mu, kamu bisa berkata dengan sopan.
Dan dengan cara ini, kamu tetap menjaga rasa hormat sekaligus mempertahankan kendali atas hidupmu.
Boundaries bukanlah penghalang, melainkan jembatan yang menjaga hubungan tetap sehat, dengan memahami dan menegakkannya.
Kita tidak hanya melindungi diri, tetapi juga memberi kesempatan kepada orang lain untuk menghargai kita. AILEEN
Editor : Imron Arlado