RADAR MOJOKERTO - Pesatnya pertumbuhan teknologi memuat perubahan dan kemudahan, salah satunya dalam aspek pencarian kerja. Hidup di era serba canggih membuat bekerja tak hanya berkutat dengan pergi ke kantor pukul 08.00 dan selesai di jam 17.00.
Banyak sekali peluang kerja di masa kini yang mengharuskan pemanfaatan teknologi digital namun tidak memiliki keterikatan penuh dengan perusahaan, contohnya freelancer.
Freelancer adalah seseorang yang bekerja secara mandiri dan tidak terikat dalam kontrak jangka panjang oleh suatu perusahaan.
Pendapatan seorang freelancer tidaklah tetap, bergantung pada kompleksitas proyek yang dikerjakan dan kesepakatan dengan klien.
Meski beberapa orang menilai bahwa menjadi seorang freelancer tidak memiliki jenjang karir pasti, namun ternyata pilihan pekerjaan satu ini cukup menarik digeluti para fresh graduate dari generasi millenial maupun generasi z.
Ada beberapa alasan mengapa fresh graduate menilai freelancer adalah pekerjaan yang cocok untuk mereka.
Fleksibilitas
Jika dibanding dengan pekerja kantoran, freelancer memiliki waktu lebih fleksibel dalam melakoni pekerjaannya, tidak harus bekerja 9 to 5.
Meski demikian, pekerjaan ini biasanya juga memiliki deadline tertentu, namun tenggat waktu pengerjaannya bisa bebas asal tidak melebihi waktu yang telah ditentukan.
Selain itu, fleksibilitas ini memudahkan seorang freelancer untuk melakukan beberapa aktivitas seperti mencari tambahan pekerjaan di tempat lain dan bahkan pergi berlibur.
Tidak Selalu WFO
Beberapa pekerjaan freelance terkadang memang meminta pekerja untuk datang ke kantor dalam waktu tertentu, namun tetap fleksibel tergantung permintaan perusahaan/klien.
Hemat Budget
Seorang freelance tidak menghabiskan banyak biaya seperti pekerja kantor kebanyakan. Sebab, sistem kerja WFA atau WFH tidak mengharuskan seseorang untuk bepergian yang bisa menambah pengeluaran.
Mendapat uang tambahan tanpa beban pengeluaran untuk transportasi dan makan siang diluar rumah juga menjadi salah satu alasan fresh graduate memilih bekerja sebagai freelancer.
Sistem Kerja WFA
Work From Anywhere (WFA) adalah salah satu tipe pekerjaan yang cukup diminati oleh para fresh graduate. Pandangan soal mendapatkan uang, pengalaman, dan peningkatan skill ternyata bisa dilakukan dari mana saja adalah salah satu faktor penting mengapa fresh graduate memilih jadi freelancer.
Freelance juga disebut meringankan pekerja karena tidak perlu lagi berdesakan dalam transportasi umum saat berangkat dan pulang kerja, tidak perlu bangun pagi, dan yang paling penting adalah pekerjaan bisa diakses dimanapun.
Kebanyakan freelancer selain bekerja dari rumah, mereka juga kerap menuntaskan deadline di tempat tertentu misalnya di cafe atau istilah lainnya disebut Work From Cafe (WFC).
Peningkatan Relasi
Pekerja freelance bisa mengambil beberapa proyek dari perusahaan berbeda sehingga memungkinkan untuk menjalin relasi lebih banyak daripada hanya bekerja di satu tempat dan bertemu individu yang sama.
Relasi mendorong keterbukaan peluang terhadap pekerjaan bahkan insight baru tentang karir bahkan kehidupan dari orang-orang baru dan klien.
Baca Juga: Slow Living, Gaya Hidup Pelan yang Justru Menyembuhkan
Menambah Pengalaman dan Tambahan Penghasilan
Fresh graduate terkadang masih memiliki minim pengalaman untuk bekerja ecara terikat di suatu perusahaan. Oleh karena itu, freelance bisa menjadi awal yang baik untuk portofolio perkembangan karir mereka.
Disisi lain, bayaran seorang freelancer dinilai cukup bahan bisa tergolong tinggi untuk digunakan sebagai tambahan penghasilan.
Tidak Terikat pada Satu Perusahaan
Pekerja freelance bebas mengambil beberapa job dari perusahaan berbeda. Hal ini sangat menguntungkan apabila pekerja mampu menyeimbangkan setiap pekerjaan yang diambil.
Beberapa poin diatas adalah alasan mengapa fresh graduate baik dari generasi millenial hingga generasi z cenderung lebih memilih menjalani hidup dengan bekerja sebagai freelancer. Selain karena kebebasan dan fleksibilitas waktu, freelancer juga bisa memanfaatkan waktu luang untuk meningkatkan skill dan pengalaman di tempat lain.
Editor : Imron Arlado