JAWA POS RADAR MOJOKERTO –Film animasi Garuda di Dadaku akan membuka fase baru dalam waralaba Garuda di Dadaku yang dikembangkanBase Entertainment, dengan disutradarai dan diproduksi oleh Shanty Harmayn dan Salman Aristo.
Film ini masih berada di dunia yang sama dengan film live-action Garuda di Dadaku (2009), sekuelnya Garuda di Dadaku 2 (2011), serta serial televisi Keluarga Garuda di Dadaku (2014-2015), sehingga Garuda di Dadaku bukanlah judul baru dalam dunia perfilman.
Salah satu yang menyita perhatian publik adalah dengan keterlibatan salah satu aktor ternama di Indonesia, yaitu Ibnu Jamil, yang akan menjadi salah satu pengisi suara dalam film animasi ini yang akan tayang perdana di bioskop pada tahun 2026 mendatang.
Ibnu jamil terkenal dengan aktor yang mempunyai banyak kelebihan, tidak hanya terjun dalam dunia kating layer lebar dan pertelevisian, tetapi memiliki ciri khas suara yang karismatik, sehingga cocok untuk film animasi.
Sehingga dengan bergabungnya Ibnu Jamil, film ini dapat diprediksi akan menarik peminat, terutama dalam kalangan para penggemar Ibnu Jamil yang sudah lama mengikuti kariernya.
Cuplikan pertama film animasi ini telah resmi dirilis oleh Base Entertainment pada hari Jumat kemarin, 1 Agustus 2025. Film ini yang menceritakan tentang putra, remaja yang berusia 14 tahun yang mewujudkan mimpinya untuk menjadi seorang pemain sepak bola.
Selain Ibnu Jamil ada beberapa pengisi suara para bintang, yakni Kristo Immanuel, Keanu Azka, Quinn Salman, Rizky Ridho, Sal Priadi, Oki Rengga, Zee Asadel, Revalina S Temat, Ringgo Agus Rahman, Emir Mahira dan Bima Sena.
Dalam video pendek yang diluncurkan kemarin, penonton diajak untuk mengikuti perjalanan putra, seorang remaja yang baru berusia 14 tahun, yang memulai pagi harinya dengan penuh semangat untuk mengikuti uji coba sepak bola.
Ia dengan antusias menyiapkan semua perlengkapannya, termasuk inhaler yang selalu ia bawa, sebelum bergegas berangkat pergi ke sekolah.
Baca Juga: Slow Living, Gaya Hidup Pelan yang Justru Menyembuhkan
Awal tahun ajaran baru biasanya dipenuhi dengan keceriaan. Seragam baru, teman-teman baru, serta harapan akan berbagi pengalaman seru.
Namun di balik semua itu, banyak anak yang harus menghadapi tantangan tersendiri. Seperti Putra, yang masih berusaha keras melakukan tendangan pertamanya di depan teman-teman sekelasnya.
Video pendek tersebut menjadi gambaran awal perjalanan baru yang dihadapi tidak sedikit anak di awal tahun ajaran baru.ketika rasa ragu dan ketidakpastian mendatang, tetapi tekad untuk mencoba maju tetap kuat.
Lewat putra, film ini menunjukkan bahwa keberanian mencoba, meski dengan langkah yang tergolong kecil, namun itu merupakan sebuah awal dari perjalanan besar.
Baca Juga: Kembali ke Zaman Lama: Cara Klasik untuk Lepas dari Layar
Selain itu, film ini mengangkat tema tentang semangat berjuang, rasa cinta tanah air dan nilai persahabatan yang erat dengan budaya Indonesia.
Dengan melalui film animasi ini, penonton terutama anak yang berada di usia remaja awal dapat diharapkan untuk memperjuangkan perjalanan cita-cita yang penuh tantangan, dan menjadi inspirasi untuk mengajarkan arti kerja keras dalam meraih Impian. Wulandari
Editor : Imron Arlado