Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Gerhana Matahari Total Muncul Pada 2 Agustus, Berikut Sederet Mitos yang Dipercaya Masyarakat

Imron Arlado • Jumat, 1 Agustus 2025 | 23:48 WIB
Gerhana Matahari Total Muncul Pada 2 Agustus, Berikut Sederet Mitos yang Dipercaya Masyarakat
Gerhana Matahari Total Muncul Pada 2 Agustus, Berikut Sederet Mitos yang Dipercaya Masyarakat

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Sedang ramai diperbincangkan di media sosial, beredar kabar bahwa pada 2 Agustus 2025 akan terjadi gerhana matahari total yang menyebabkan bumi gelap selama enam menit.

Tidak sedikit orang yang penasaran dan ingin segera menyaksikan fenomena langit tersebut. Namun, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa fenomena tersebut tidak akan terjadi pada tanggal 2 Agustus 2025, namun pada 2027.

Padahal, sudah banyak orang menantikan peristiwa ini semenjak 8 April 2024 lalu di mana Gerhana Matahari Total terakhir muncul.

Dari tahun ke tahun, banyak mitos-mitos soal gerhana matahari yang banyak dipercaya oleh masyarakat. Tidak hanya di Indonesia, mitos soal gerhana ini juga banyak dipercaya di belahan dunia.

Berikut beberapa mitos Gerhana Matahari Total yang dipercaya banyak masyarakat yang telah dirangkum dari berbagai sumber.

  1. Melihat Gerhana Secara Langsung Menyebabkan Kebutaan

Mitos ini paling banyak dipercayai oleh masyarakat di seluruh dunia. Namun, NASA menyatakan bahwa melihat Gerhana Matahari Total secara langsung adalah hal yang aman untuk dilakukan.

Hal ini dikarenakan selama Gerhana Matahari Total terjadi, cahaya matahari akan redup satu juta kali daripada biasanya.

 

 

Berbeda apabila melihat matahari secara langsung sebelum Gerhana Matahari Total terjadi. Kornea mata akan mengalami kerusakan akibat paparan sinar matahari yang langsung mengenai pandangan mata.

Oleh karena itu, meskipun NASA menyebutkan bahwa melihat Gerhana Matahari Total secara langsung itu aman, tetap gunakan perlindungan pada mata seperti kacamata khusus gerhana.

  1. Ibu Hamil Dilarang Keluar Rumah

Mitos ini cukup populer dan banyak dipercaya di sejumlah kebudayaan. Ketika Gerhana Matahari Total berlangsung, ibu hamil diharuskan untuk tetap berada di dalam rumah.

Kabarnya, jika wanita hamil keluar rumah saat gerhana maka anaknya akan lahir dalam keadaan buta atau memiliki bibir sumbing.

Namun, tidak ada bukti-bukti ilmiah yang mendukung mitos ini. NASA menjelaskan bahwa partikel-partikel neutrino dari matahari yang sampai ke bumi tidak membahayakan tubuh manusia.

Dalam keadaan normal ataupun saat gerhana, tubuh manusia sudah terbiasa terpapar triliunan neutrino tiap detiknya. Sehingga, gerhana matahari tidak akan memberikan dampak yang berbahaya bagi ibu hamil dan bayi.

 

  1. Makanan Menjadi Beracun

Di beberapa daerah di India, beberapa orang menolak untuk makan selama Gerhana Matahari Total berlangsung. Mereka percaya bahwa radiasi yang muncul saat gerhana matahari berlangsung dapat merusak makanan khususnya makanan kemasan.

Faktanya, jika makanan terpapar sinar matahari secara langsung akan menyebabkan kandungan gizi dalam makanan menjadi rusak. Hal tersebut bisa mengakibatkan keracunan apabila dikonsumsi.

Jadi, mitos bahwa gerhana matahari dapat membuat makananan beracun adalah salah.

 

 

  1. Matahari Tengah Dimakan Oleh Monster

Orang dengan kepercayaan Hindu meyakini bahwa gerhana matahari terjadi karena matahari sedang dimakan oleh iblis bernama Rahu.

Iblis ini dulunya adalah dewa yang dipenggal kepalanya oleh Dewa Wisnu karena meminum Amrita, sebuah ramuan kehidupan abadi. Kepala yang telah terpenggal itu kemudian terbang ke langit dan memakan Matahari yang menyebabkan gerhana.

Di Vietnam sendiri, orang mengatakan bahwa gerhana Matahari disebabkan oleh sosok katak raksasa yang menelan Matahari. Sedangkan di Tiongkok, masyarakat kuno percaya bahwa seekor naga langit tengah melahap matahari dan menyebabkan gerhana.

 

  1. Pertanda Bencana

Masyarakat Yunani kuno percaya bahwa gerhana matahari merupakan simbol kemarahan para dewa dan menjadi pertanda adanya bencana dan kerusakan. Warga Mesir kuno pun selalu khawatir karena gerhana matahari dipercaya memiliki hawa jahat. FADYA.

Editor : Imron Arlado
#nasa #gerhana matahari 2 Agustus #mitos gerhana matahari #Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika #gerhana matahari total #BMKG