Bakal Sasar Jenjang PAUD hingga SMP
KOTA - Pembelajaran ilmu coding dan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan akan menjadi mata pelajaran (mapel) pilihan di sekolah pada tahun ajaran 2025/2026. Menyambut hal ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Mojokerto menyatakan kesiapan mereka terkait penerapan mapel baru berbasis teknologi tersebut.
Kepala Dikbud Kota Mojokerto Ruby Hartoyo mengatakan, dibutuhkan persiapan khusus dalam menghadirkan guru yang mampu mengampu mata pelajaran tersebut. Sebab, AI dan coding merupakan disiplin ilmu baru yang belum banyak dipahami tenaga pengajar di lingkungan sekolah. ’’Terkait persiapannya saat ini baru pelatihan untuk guru-guru terlebih dahulu,’’ ungkapnya, kemarin (30/7).
Dia mengungkapkan, beberapa guru dan kepala sekolah sudah mulai dilatih oleh fasilitator untuk penerapan pembelajaran coding tersebut. Fasilitator ini yang nantinya akan menularkan ilmu kepada guru-guru yang lain. Sehingga penerapan program pembelajaran coding bisa berjalan maksimal. ’’Menggandeng Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) untuk pelatihannya sebagai fasilitator,’’ terang dia.
Ruby menuturkan, nantinya mata pelajaran coding bakal diterapkan dari jenjang PAUD hingga SMP. Namun, pelaksanaan kebijakan tersebut sedianya akan dilakukan secara bertahap dan penuh pertimbangan. ’’Sementara persiapannya fokus untuk pelatihan tenaga pengajar dulu,’’ imbuhnya.
Salah satu hal baru dalam aturan tersebut, lanjut dia, terkait adanya mapel coding dan AI. Keduanya masih berstatus sebagai mata pelajaran pilihan. Namun, kata Ruby, berbeda di jenjang SMA, yang menjadi mata pelajaran wajib. ’’Terkait kapan penerapannya, kita akan menunggu regulasi lebih lanjut dari kementerian,’’ tandasnya. (oce/ris)
Editor : Hendra Junaedi